Social Items

SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Adalah Flakka, sebuah ganja varian baru yang kini tengah viral karena efeknya akan membuat si pengguna menjadi bak zombie.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, Hj Agus Surya Dewi mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan atau merilis apakah Flakka merupakan jenis baru sebab belum ditemukan di Indonesia.

Tetapi, jelas Dewi, ganja sendiri sudah terjabarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Memang kalau itu sudah ditemukan, pasti ada rilis dari BNN. Selama belum ada rilis jadi masih aman-aman saja,” kata Dewi, Selasa (30/5/2017) seperti dikutip dari Prokal.co.

Dewi menjelaskan, Flakka memiliki kandungan seperti morfin dan opium yang 10 kali lipat lebih kuat dari morfin dan heroin yang tentunya memberikan efek yang lebih mengerikan lagi daripada narkoba pada umumnya.

Disebutkan, pengguna Flakka akan mengalami semacam tegang lalu, sarafnya menjadi kaku hingga membuat si pengguna berperilaku seperti zombie.

“Orang bilang seperti zombie itu karena akal sehatnya sudah tidak ada,” jelas Dewi.

Dewi memaparkan, perkembangan kandungan zat aktif yang mengancam dan harus diwaspadai karena kandungannya fentanyl derifat dimana memiliki potensi 10 ribu kali lebih kuat daripada morfin atau 100 kali lebih kuat daripada heroin.

Jenis narkoba baru ini berasal dari Amerika, yang dapat merusak saraf maupun otak. Selain itu juga, ia membenarkan bahwa pengguna jenis narkoba ini dapat menyakiti diri sendiri bahkan sangat efektif mematikan saraf.

“Iya itu benar, nyakitin dirinya sendiri, kalau dia sudah menggaruk mukanya ya menggaruk sampai luka,” tuturnya.

(prokal/izo)

BNN Kota Tarakan: Flakka, Ganja Jenis Baru yang Bikin Pemakainya Jadi Zombie

SUARA KALTARA
SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Adalah Flakka, sebuah ganja varian baru yang kini tengah viral karena efeknya akan membuat si pengguna menjadi bak zombie.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, Hj Agus Surya Dewi mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan atau merilis apakah Flakka merupakan jenis baru sebab belum ditemukan di Indonesia.

Tetapi, jelas Dewi, ganja sendiri sudah terjabarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Memang kalau itu sudah ditemukan, pasti ada rilis dari BNN. Selama belum ada rilis jadi masih aman-aman saja,” kata Dewi, Selasa (30/5/2017) seperti dikutip dari Prokal.co.

Dewi menjelaskan, Flakka memiliki kandungan seperti morfin dan opium yang 10 kali lipat lebih kuat dari morfin dan heroin yang tentunya memberikan efek yang lebih mengerikan lagi daripada narkoba pada umumnya.

Disebutkan, pengguna Flakka akan mengalami semacam tegang lalu, sarafnya menjadi kaku hingga membuat si pengguna berperilaku seperti zombie.

“Orang bilang seperti zombie itu karena akal sehatnya sudah tidak ada,” jelas Dewi.

Dewi memaparkan, perkembangan kandungan zat aktif yang mengancam dan harus diwaspadai karena kandungannya fentanyl derifat dimana memiliki potensi 10 ribu kali lebih kuat daripada morfin atau 100 kali lebih kuat daripada heroin.

Jenis narkoba baru ini berasal dari Amerika, yang dapat merusak saraf maupun otak. Selain itu juga, ia membenarkan bahwa pengguna jenis narkoba ini dapat menyakiti diri sendiri bahkan sangat efektif mematikan saraf.

“Iya itu benar, nyakitin dirinya sendiri, kalau dia sudah menggaruk mukanya ya menggaruk sampai luka,” tuturnya.

(prokal/izo)

No comments