Social Items


MALAM TAARUF : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie kala melantik 64 Dewan Hakim MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara di GOR Sei Sembilang, Nunukan, Sabtu (13/5) malam.

SUARAKALTARA.COM - Nunukan – Masih berkaitan dengan pelaksanaan MTQ ke-2 tingkat provinsi Kaltara, Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menekankan pentingnya pengamalan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya, soal kewajiban umat Islam untuk menjaga kebersamaan dan tali silaturahmi dengan sesama umat Islam maupun umat lainnya.

Demikian disampaikan Irianto saat membuka rangkaian pelaksanaan MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara yang digelar Nunukan sejak Sabtu (13/05) malam lalu.

Diawali dengan taaruf sekaligus melantik para dewan hakim MTQ, kemudian dilanjutkan pawai taaruf, MTQ ke-2 dibuka secara resmi oleh gubernur malam tadi di Islamic Center Nunukan.

Rangkaian acara pembukaan MTQ turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, H Udin Hianggio, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Marten Sablon, Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Faridil Murad, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan itu.

Kegiatan MTQ ini juga untuk menegaskan semangat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di antara kita, utamanya umat muslim,” urai Irianto dalam sambutannya.

Dikatakan Irianto, adalah sebuah ancaman serius bagi umat Islam juga umat manusia pada umumnya, jika tak menjaga tali silaturahmi. Pasalnya, bila silaturahmi rusak, akibatnya adalah perpecahan yang berujung pada rusaknya tatanan kehidupan manusia secara menyeluruh.

Silaturahmi ini adalah kekuatan terakhir umat manusia, untuk menjaga dunia dari perpecahan dan berbagai tantangan kehidupan kedepan,” jelas Irianto.

Terkait pengamalan isi Alquran, Irianto menyebutkan, sedianya negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam patut menerapkan anjuran yang tertuang didalamnya di kehidupan sehari-hari di berbagai sendi kehidupan.

Alquran memiliki penjelasan yang terperinci mengenai berbagai hal. Prinsip-prinsip didalamnya sangat baik, dan menuntun manusia untuk selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai, hanya bisa dilantunkan, didengarkan tapi tak bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Irianto.

Gubernur juga berharap pelaksanaan MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara di Nunukan, berjalan tertib, aman dan lancar. Ini menjadi tugas seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan MTQ, termasuk alim ulama, tokoh agama juga masyarakat di Nunukan.

Sangat diharapkan pelaksanaan MTQ kali ini mampu membawa perubahan mendasar dalam perilaku kehidupan umat muslim pada khususnya, dan masyarakat Kaltara pada umumnya.

Untuk membangun karakter bangsa dan negara yang sesuai dengan tuntutan Alquran itu, memang tak mudah. Dalam hal ini, saya berharap Alquran tak hanya dibaca atau didengarkan, tapi juga dimaknai dan dimanifestasikan ke dalam kehidupan sehari-hari,” kata Irianto.


Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kaltara, khususnya kaum muslim untuk bermuhasabah (introspeksi) atas pemaknaan kandungan Alquran selama ini. Contoh kecil, jangan sampai menyebarkan berita hoax, menyebar kebencian di media sosial. Namun, sebarkanlah berita kebaikan sebagaimana dianjurkan dalam Alquran, motivasi dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tuntas Irianto.(Tyo)

Dr.H.Irianto Lambrie - Tekankan Pentingnya Pererat Silaturahmi

SUARA KALTARA

MALAM TAARUF : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie kala melantik 64 Dewan Hakim MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara di GOR Sei Sembilang, Nunukan, Sabtu (13/5) malam.

SUARAKALTARA.COM - Nunukan – Masih berkaitan dengan pelaksanaan MTQ ke-2 tingkat provinsi Kaltara, Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menekankan pentingnya pengamalan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya, soal kewajiban umat Islam untuk menjaga kebersamaan dan tali silaturahmi dengan sesama umat Islam maupun umat lainnya.

Demikian disampaikan Irianto saat membuka rangkaian pelaksanaan MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara yang digelar Nunukan sejak Sabtu (13/05) malam lalu.

Diawali dengan taaruf sekaligus melantik para dewan hakim MTQ, kemudian dilanjutkan pawai taaruf, MTQ ke-2 dibuka secara resmi oleh gubernur malam tadi di Islamic Center Nunukan.

Rangkaian acara pembukaan MTQ turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, H Udin Hianggio, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Marten Sablon, Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Faridil Murad, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan itu.

Kegiatan MTQ ini juga untuk menegaskan semangat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di antara kita, utamanya umat muslim,” urai Irianto dalam sambutannya.

Dikatakan Irianto, adalah sebuah ancaman serius bagi umat Islam juga umat manusia pada umumnya, jika tak menjaga tali silaturahmi. Pasalnya, bila silaturahmi rusak, akibatnya adalah perpecahan yang berujung pada rusaknya tatanan kehidupan manusia secara menyeluruh.

Silaturahmi ini adalah kekuatan terakhir umat manusia, untuk menjaga dunia dari perpecahan dan berbagai tantangan kehidupan kedepan,” jelas Irianto.

Terkait pengamalan isi Alquran, Irianto menyebutkan, sedianya negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam patut menerapkan anjuran yang tertuang didalamnya di kehidupan sehari-hari di berbagai sendi kehidupan.

Alquran memiliki penjelasan yang terperinci mengenai berbagai hal. Prinsip-prinsip didalamnya sangat baik, dan menuntun manusia untuk selamat dunia dan akhirat. Jangan sampai, hanya bisa dilantunkan, didengarkan tapi tak bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Irianto.

Gubernur juga berharap pelaksanaan MTQ ke-2 Tingkat Provinsi Kaltara di Nunukan, berjalan tertib, aman dan lancar. Ini menjadi tugas seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan MTQ, termasuk alim ulama, tokoh agama juga masyarakat di Nunukan.

Sangat diharapkan pelaksanaan MTQ kali ini mampu membawa perubahan mendasar dalam perilaku kehidupan umat muslim pada khususnya, dan masyarakat Kaltara pada umumnya.

Untuk membangun karakter bangsa dan negara yang sesuai dengan tuntutan Alquran itu, memang tak mudah. Dalam hal ini, saya berharap Alquran tak hanya dibaca atau didengarkan, tapi juga dimaknai dan dimanifestasikan ke dalam kehidupan sehari-hari,” kata Irianto.


Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kaltara, khususnya kaum muslim untuk bermuhasabah (introspeksi) atas pemaknaan kandungan Alquran selama ini. Contoh kecil, jangan sampai menyebarkan berita hoax, menyebar kebencian di media sosial. Namun, sebarkanlah berita kebaikan sebagaimana dianjurkan dalam Alquran, motivasi dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tuntas Irianto.(Tyo)

No comments