Social Items

Humas Pemprov Kaltara
PERKUAT RASA KEBANGSAAN: Seminar wawasan kebangsaan yang dilangsungkan di Hotel Grand Pangeran Khar, Selasa (23/5) lalu.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Mencegah masuknya paham radikal, serta beredarnya berita-berita palsu (hoax) dan narkoba yang kian merajalela, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Hal demikian lah yang menjadi tema dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Selasa (23/5).

Acara yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Provinsi Kaltara Sanusi, yang mewakili gubernur Dr H Irianto Lambrie itu, dilangsungkan di Hotel Gand Pangeran Khar Tanjung Selor. Hadir dalam kegiatan itu, Dandim 0903/Tanjung Selor, Kajari Bulungan dan perwakilan Polres Bulungan, serta perwakilan mahasiswa, OKP, Ormas dan pelajar sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan, konsep kebebasan yang banyak dianut oleh generasi muda saat ini, cenderung melupakan akar budaya bangsa Indonesia. “Contohnya banyak. Saat ini orang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan. Atau dengan cara halus namun tidak gentle. Tawuran dari tingkat pelajar namun juga mahasiswa dan antar warga yang penyebabnya sepele,” ungkapnya.

Parahnya lagi, lanjut Sanusi, kemajuan teknologi yang kian pesat justru disalahgunakan. Sejumlah oknum warga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk saling menjelekkan, saling menghujat, yang ujungnya bisa menyebabkan perpecahan elemen bangsa.

Berita, gambar, judul dan informasi tidak sedikit yang diatur agar makin menarik pembaca atau perhatian. “Akibatnya wibawa pemerintah hilang dan masyarakat jadi tidak terkendali. Hanya menurutkan kemauannya sendiri atau kelompoknya sendiri,” kata Sanusi.

Hal lain yang jadi perhatian serius adalah gempuran narkoba. Peredaran dan penyalahgunaan yang merajalela tidak bisa dipungkiri tidak menurun justru kian meningkat. Terlebih posisi strategis Kaltara yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga, jadi pilihan akses masuk narkoba untuk diedarkan di Kaltara pada khususnya dan daerah lain di Indonesia pada umumnya.

“Hal-hal ini lah yang menjadi ancaman bangsa. Yang melemahkan bangsa kita dari dalam, dan khawatirnya jadi akses masuk negara atau oknum untuk menguasai NKRI yang kita cintai ini,” pesannya mewanti-wanti.


Sanusi yang mewakili gubernur pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mencegah berbagai hal yang dapat melemahkan kehidupan berkebangsaan tersebut. “Perlu peran serta seluruh masyarakat untuk mencegah masuknya paham radikalisme, berita hoax, maupun narkoba. Semua harus bersatu untuk memeranginya,” imbuh Sanusi. ( Tyo )

Radikalisme dan Narkoba Ancaman Serius Kebangsaan

SUARA KALTARA
Humas Pemprov Kaltara
PERKUAT RASA KEBANGSAAN: Seminar wawasan kebangsaan yang dilangsungkan di Hotel Grand Pangeran Khar, Selasa (23/5) lalu.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Mencegah masuknya paham radikal, serta beredarnya berita-berita palsu (hoax) dan narkoba yang kian merajalela, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Hal demikian lah yang menjadi tema dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Selasa (23/5).

Acara yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Provinsi Kaltara Sanusi, yang mewakili gubernur Dr H Irianto Lambrie itu, dilangsungkan di Hotel Gand Pangeran Khar Tanjung Selor. Hadir dalam kegiatan itu, Dandim 0903/Tanjung Selor, Kajari Bulungan dan perwakilan Polres Bulungan, serta perwakilan mahasiswa, OKP, Ormas dan pelajar sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan, konsep kebebasan yang banyak dianut oleh generasi muda saat ini, cenderung melupakan akar budaya bangsa Indonesia. “Contohnya banyak. Saat ini orang menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan. Atau dengan cara halus namun tidak gentle. Tawuran dari tingkat pelajar namun juga mahasiswa dan antar warga yang penyebabnya sepele,” ungkapnya.

Parahnya lagi, lanjut Sanusi, kemajuan teknologi yang kian pesat justru disalahgunakan. Sejumlah oknum warga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk saling menjelekkan, saling menghujat, yang ujungnya bisa menyebabkan perpecahan elemen bangsa.

Berita, gambar, judul dan informasi tidak sedikit yang diatur agar makin menarik pembaca atau perhatian. “Akibatnya wibawa pemerintah hilang dan masyarakat jadi tidak terkendali. Hanya menurutkan kemauannya sendiri atau kelompoknya sendiri,” kata Sanusi.

Hal lain yang jadi perhatian serius adalah gempuran narkoba. Peredaran dan penyalahgunaan yang merajalela tidak bisa dipungkiri tidak menurun justru kian meningkat. Terlebih posisi strategis Kaltara yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga, jadi pilihan akses masuk narkoba untuk diedarkan di Kaltara pada khususnya dan daerah lain di Indonesia pada umumnya.

“Hal-hal ini lah yang menjadi ancaman bangsa. Yang melemahkan bangsa kita dari dalam, dan khawatirnya jadi akses masuk negara atau oknum untuk menguasai NKRI yang kita cintai ini,” pesannya mewanti-wanti.


Sanusi yang mewakili gubernur pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mencegah berbagai hal yang dapat melemahkan kehidupan berkebangsaan tersebut. “Perlu peran serta seluruh masyarakat untuk mencegah masuknya paham radikalisme, berita hoax, maupun narkoba. Semua harus bersatu untuk memeranginya,” imbuh Sanusi. ( Tyo )

No comments