Social Items

Samsul Banri saat menerima plakat penghargaan dari Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. (foto: INT/bulunganpost.prokal.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN –  Tutur katanya santun. Perangainya murah senyum dan kalem. Tapi siapa sangka, sosok Samsul Banri memiliki sikap yang sangat tegas.

Pria kelahiran Makassar ini pernah menjabat sebagai Kepala Bandar Udara (Bandara) Internasional Juwata Tarakan. Di tangan dinginnya, Bandara Juwata Tarakan berhasil disulap menjadi satu-satunya bandara terbaik dan terindah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Proyek pembangunan gedung baru terminal bandara termasuk apron serta gerbang masuk diselesaikannya pada tahun 2016. Hal ini termasuk cepat, sebab Banri hanya butuh sekira waktu dua tahun untuk menggarapinya.

Dan pada tahun 2016 pula, gedung terminal Bandara Juwata Tarakan yang baru tersebut diresmikan langsung oleh mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan. Menteri Jonan pun memuji buah karya Banri tersebut.

Banri yang kini menjabat sebagai Staf Ahli bidang Perhubungan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ini mengungkapkan ia sangat memcintai Kaltara, khususnya Tarakan. Sebagai wujud kecintaannya itu, Banri kini beralih status kependudukan menjadi warga Tarakan dan mendiami sebuah rumah yang beralamat di Jalan Rawa Sari, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.

Banri mengatakan, dia sangat menikmati tinggal di Tarakan karena begitu nyaman. “Saya sudah sering kali pindah-pindah daerah tugas, hampir seluruh Indonesia kecuali Papua, tapi Tarakan lah yang bisa membuat saya sangat nyaman dan betah untuk menetap,” kata dia kepada suarakaltara.com, Senin (29/5/2017).

Di samping kesibukannya sebagai staf ahli pemerintahan, Banri juga memulai usaha media online dengan merangkul beberapa sumber daya manusia yang telah berpengalaman di bidang jurnalistik. Suara Kaltara adalah media yang online pertama yang digagas Banri.

Menurut Banri yang menjabat sebagai Komisaris Utama Suara Kaltara, Suara Kaltara sebagai wadah berita dan pengetahuan bukan hanya bagi masyarakat Kaltara namun juga masyarakat luar Kaltara untuk lebih dekat mengenal Kaltara khususnya Tarakan sendiri.

“Saya berharap media Suara Kaltara bisa menjadi wadah yang baik, sehingga bisa menyajikan berbagai berita yang aktual dan terpercaya bagi masyarakat luas,” kata dia.

Banri juga mengimbau agar media-media baik digital maupun konvensional lainnya bisa menghindari hal-hal menyimpang yang melanggar kode etik pers. Semisal, menyajikan berita fitnah alias hoax yang bersifat SARA dan menyakiti hati orang lain.

“Seperti yang kita tau sekarang banyak media yang menyajikan berita hoax, saya harap Suara Kaltara beda dan tidak menyajikan hal-hal yang seperti itu, harapan saya tim kita tidak akan pernah melakukan ataupun mencoba melakukan hal-hal yang tidak benar,” kata Banri.

(KIA)

Samsul Banri, Dari Bandara ke Suara Kaltara

SUARA KALTARA
Samsul Banri saat menerima plakat penghargaan dari Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. (foto: INT/bulunganpost.prokal.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN –  Tutur katanya santun. Perangainya murah senyum dan kalem. Tapi siapa sangka, sosok Samsul Banri memiliki sikap yang sangat tegas.

Pria kelahiran Makassar ini pernah menjabat sebagai Kepala Bandar Udara (Bandara) Internasional Juwata Tarakan. Di tangan dinginnya, Bandara Juwata Tarakan berhasil disulap menjadi satu-satunya bandara terbaik dan terindah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Proyek pembangunan gedung baru terminal bandara termasuk apron serta gerbang masuk diselesaikannya pada tahun 2016. Hal ini termasuk cepat, sebab Banri hanya butuh sekira waktu dua tahun untuk menggarapinya.

Dan pada tahun 2016 pula, gedung terminal Bandara Juwata Tarakan yang baru tersebut diresmikan langsung oleh mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan. Menteri Jonan pun memuji buah karya Banri tersebut.

Banri yang kini menjabat sebagai Staf Ahli bidang Perhubungan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ini mengungkapkan ia sangat memcintai Kaltara, khususnya Tarakan. Sebagai wujud kecintaannya itu, Banri kini beralih status kependudukan menjadi warga Tarakan dan mendiami sebuah rumah yang beralamat di Jalan Rawa Sari, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.

Banri mengatakan, dia sangat menikmati tinggal di Tarakan karena begitu nyaman. “Saya sudah sering kali pindah-pindah daerah tugas, hampir seluruh Indonesia kecuali Papua, tapi Tarakan lah yang bisa membuat saya sangat nyaman dan betah untuk menetap,” kata dia kepada suarakaltara.com, Senin (29/5/2017).

Di samping kesibukannya sebagai staf ahli pemerintahan, Banri juga memulai usaha media online dengan merangkul beberapa sumber daya manusia yang telah berpengalaman di bidang jurnalistik. Suara Kaltara adalah media yang online pertama yang digagas Banri.

Menurut Banri yang menjabat sebagai Komisaris Utama Suara Kaltara, Suara Kaltara sebagai wadah berita dan pengetahuan bukan hanya bagi masyarakat Kaltara namun juga masyarakat luar Kaltara untuk lebih dekat mengenal Kaltara khususnya Tarakan sendiri.

“Saya berharap media Suara Kaltara bisa menjadi wadah yang baik, sehingga bisa menyajikan berbagai berita yang aktual dan terpercaya bagi masyarakat luas,” kata dia.

Banri juga mengimbau agar media-media baik digital maupun konvensional lainnya bisa menghindari hal-hal menyimpang yang melanggar kode etik pers. Semisal, menyajikan berita fitnah alias hoax yang bersifat SARA dan menyakiti hati orang lain.

“Seperti yang kita tau sekarang banyak media yang menyajikan berita hoax, saya harap Suara Kaltara beda dan tidak menyajikan hal-hal yang seperti itu, harapan saya tim kita tidak akan pernah melakukan ataupun mencoba melakukan hal-hal yang tidak benar,” kata Banri.

(KIA)

No comments