Social Items

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guruu Bajang Zainul Majdi. (foto: INT)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) masih lama lagi, yakni pada tahun 2019 atau sekira dua tahun lagi. Duel antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto diyakini akan tersaji lagi pada Pilpres 2019. Lantas, adakah figur lain?

Menurut pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, figur lain yang diyakini dapat masuk bursa Pilpres 2019 adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Menurut dia, TGB Zainull Majdi sangat layak menjadi peserta Pilpres 2019. Namun, tidak menjadi calon presiden, melainkan calon wakil presiden sebagai pendamping Jokowi atau Prabowo.

Hendri menjeaskan, Zainul Majdi cocok menjadi cawapres karena dia mempunyai momentum politik.

"Waktu Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) DKI 2017, namanya sempat mencuat," kata Hendri dilansir dari JPNN.com, Selasa (30/5/2017).

Founder lembaga survei Kedai Kopi itu menambahkan, Zainul Majdi merupakan sosok muda dan penerus Nahdlatul Wathan.

Nahdlatul Wathan merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Dia (Zainul Majdi) adalah penerus Nahdlatul Wathan, yang jaringannya sudah ke mana-mana," ucap Hendri.

(jpnn/izo)

Soal Pilpres 2019, Tuan Guru Bajang Tandem yang Pas Untuk Jokowi atau Prabowo

SUARA KALTARA
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guruu Bajang Zainul Majdi. (foto: INT)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) masih lama lagi, yakni pada tahun 2019 atau sekira dua tahun lagi. Duel antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto diyakini akan tersaji lagi pada Pilpres 2019. Lantas, adakah figur lain?

Menurut pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, figur lain yang diyakini dapat masuk bursa Pilpres 2019 adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Menurut dia, TGB Zainull Majdi sangat layak menjadi peserta Pilpres 2019. Namun, tidak menjadi calon presiden, melainkan calon wakil presiden sebagai pendamping Jokowi atau Prabowo.

Hendri menjeaskan, Zainul Majdi cocok menjadi cawapres karena dia mempunyai momentum politik.

"Waktu Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) DKI 2017, namanya sempat mencuat," kata Hendri dilansir dari JPNN.com, Selasa (30/5/2017).

Founder lembaga survei Kedai Kopi itu menambahkan, Zainul Majdi merupakan sosok muda dan penerus Nahdlatul Wathan.

Nahdlatul Wathan merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Dia (Zainul Majdi) adalah penerus Nahdlatul Wathan, yang jaringannya sudah ke mana-mana," ucap Hendri.

(jpnn/izo)

No comments