Social Items

Add caption
SUARAKALTARA.com, LAMANDAU - Setelah, cukup lama beraksi mencuri ternak, akhirnya komplotan pencuri ternak di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah berhasil ditangkap polisi.

Komplotan pencuri yang berjumlah enam orang itu masin-masing berinisial yaitu GS (32), MS (29), SR (31), AP (28), DS (28) dan MS (27).

Yang lebih memalukan, GS ternyata merupakan guru di salah satu sekolah di Kecamatan Kumai.

“Penangkapan dibantu dengan jajaran Resmob Polres Kobar,”ujar Kapolres Lamandau AKBP Andika Kelana Wiratama, Sabtu (3/6/2017).

Andika mengatakan, ternak yang menjadi incaran adalah sapi dan kerbau. Komplotan itu beraksi pada malam hari.

Ada enam ekor yang hilang. Empat ekor kerbau dicuri dari warga Desa Bukit Harum, Kecamatan Menthobi.

Sedangkan dua ekor sapi dicuri dari Desa Beruta, Kecamatan Bulik.

“Dua ekor sapi yang sempat dijual ke penadah dengan harga sekitar Rp 30 juta,”sebutnya disunting dari JPNN.com.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pemilik ternak agar selalu waspada terhadap pencurian pada bulan Ramadan ini.

Di sisi lain, Kepala Desa Sumber Agung Nur Ali Fachrudin menuturkan, GS masih tercatat sebagai warganya. .

“Meski sudah lama bertugas di wilayah Kumai, namun status kependudukannya belum berpindah,” ujarnya.

(jpnn/izo)

Adoy... Pak Guru Ini Gabung Komplotan Pencurian Ternak, Ketangkap Polisi deh

SUARA KALTARA
Add caption
SUARAKALTARA.com, LAMANDAU - Setelah, cukup lama beraksi mencuri ternak, akhirnya komplotan pencuri ternak di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah berhasil ditangkap polisi.

Komplotan pencuri yang berjumlah enam orang itu masin-masing berinisial yaitu GS (32), MS (29), SR (31), AP (28), DS (28) dan MS (27).

Yang lebih memalukan, GS ternyata merupakan guru di salah satu sekolah di Kecamatan Kumai.

“Penangkapan dibantu dengan jajaran Resmob Polres Kobar,”ujar Kapolres Lamandau AKBP Andika Kelana Wiratama, Sabtu (3/6/2017).

Andika mengatakan, ternak yang menjadi incaran adalah sapi dan kerbau. Komplotan itu beraksi pada malam hari.

Ada enam ekor yang hilang. Empat ekor kerbau dicuri dari warga Desa Bukit Harum, Kecamatan Menthobi.

Sedangkan dua ekor sapi dicuri dari Desa Beruta, Kecamatan Bulik.

“Dua ekor sapi yang sempat dijual ke penadah dengan harga sekitar Rp 30 juta,”sebutnya disunting dari JPNN.com.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pemilik ternak agar selalu waspada terhadap pencurian pada bulan Ramadan ini.

Di sisi lain, Kepala Desa Sumber Agung Nur Ali Fachrudin menuturkan, GS masih tercatat sebagai warganya. .

“Meski sudah lama bertugas di wilayah Kumai, namun status kependudukannya belum berpindah,” ujarnya.

(jpnn/izo)

No comments