Social Items

Angkot (ilustasi)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Sementara para sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Tarakan menyoal beroperasinya Bus Rapid Transit (BRT), masyarakat memberikan komentarnya.

Yuliana (51), ibu rumah tangga yang berdomisili di Karang Balik ini mengatakan, hadirnya angkot memang sangat membantu transportasi publik. Akan tetapi, angkot juga kerap kali memberikan masalah.

"Kalau pas lagi jalan, ada penumpang, suka tiba-tiba nepi ke pinggir. Itu kan bahaya banget. Soalnya saya pernah jalan pakai sepeda motor, hampir diserempet angkot yang nepi mendadak," kesal Yuliana kepada suarakaltara.com, Senin (5/6/2017).

Hal senada juga dilontarkan Annisah Puteri. Karyawati salah satu perusahaan swasta di Tarakan ini memiliki pengalaman hati dengan angkot.

"Saya pernah diserempet sama angkot yang mendadak menepi karena mengambil penumpang. Saya jatuh dan luka-luka gitu. Apesnya, si sopir ndak mau disalahkan. Ya ini sih masukan lah buat organisasi sopir angkot di Tarakan (SPTI Tarakan, red)," ujarnya.

Bagaimana komentar Ketua SPTI Tarakan, Hamka? Hamka menjawab kasus ini dengan sangat santai.

Dengan berseloroh, dia menuturkan bahwa itu adalah tradisi, Siapa cepat dia yang dapat. Karena tidak ada istilah kembali mundur dalam mengambil penumpang.

(izo)

Angkot Suka Nepi Mendadak, Itu Tradisi Siapa Cepat Dia Dapat

SUARA KALTARA
Angkot (ilustasi)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Sementara para sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Tarakan menyoal beroperasinya Bus Rapid Transit (BRT), masyarakat memberikan komentarnya.

Yuliana (51), ibu rumah tangga yang berdomisili di Karang Balik ini mengatakan, hadirnya angkot memang sangat membantu transportasi publik. Akan tetapi, angkot juga kerap kali memberikan masalah.

"Kalau pas lagi jalan, ada penumpang, suka tiba-tiba nepi ke pinggir. Itu kan bahaya banget. Soalnya saya pernah jalan pakai sepeda motor, hampir diserempet angkot yang nepi mendadak," kesal Yuliana kepada suarakaltara.com, Senin (5/6/2017).

Hal senada juga dilontarkan Annisah Puteri. Karyawati salah satu perusahaan swasta di Tarakan ini memiliki pengalaman hati dengan angkot.

"Saya pernah diserempet sama angkot yang mendadak menepi karena mengambil penumpang. Saya jatuh dan luka-luka gitu. Apesnya, si sopir ndak mau disalahkan. Ya ini sih masukan lah buat organisasi sopir angkot di Tarakan (SPTI Tarakan, red)," ujarnya.

Bagaimana komentar Ketua SPTI Tarakan, Hamka? Hamka menjawab kasus ini dengan sangat santai.

Dengan berseloroh, dia menuturkan bahwa itu adalah tradisi, Siapa cepat dia yang dapat. Karena tidak ada istilah kembali mundur dalam mengambil penumpang.

(izo)

No comments