Social Items

listrik (ilustrasi)
SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Apa kabar pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikerjakan PT Kayan Hidro? Pertanyaan yang notabene milik seluruh masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) itu langsung dijawab oleh Gubernur Kaltara.

Irianto mengatakan, progres pembangunan PLTA Kayan itu sedang menunggu rampungnya pembebasan lahan.

“Sudah diinventarisir dan dikoordinasikan,” ujarnya, Kamis (1/6/2017) dilansir dari Prokal.co.

Irianto mengungkapkan, saat ini PT Kayan Hiydro tengah berusaha untuk memperoleh izin alih status kawasan dari kawasan hutan lindung menjadi hutan budidaya agar dapat dikelola.

Akan tetapi, Irianto belum bisa memastikan kapan mulai dilaksanakan pembangunan. Lantaran investor menunggu percepatan dari Pemkab Bulungan untuk merelokasi masyarakat yang terkena dampak pembangunan PLTA.

“Saya juga minta kepada Bupati (Bulungan) maupun dinas terkait untuk bergerak cepat membantu investor,” ujarnya.

Irianto menambahkan, dalam waktu dekat Pemprov Kaltara diundang PT Inalum untuk penandatangan kerja sama. Selain itu, rencananya akan dilanjutkan dengan peninjauan pabrik milik Inalum.

“Setelah penandatangan mereka (Inalum) juga akan berkantor di Kaltara,” sebutnya.

Inalum, lanjutnya, juga akan bekerja sama PT Kayan Hidro energy dan PLN untuk berinvestasi dalam pembangunan PLTA di Kecamatan Peso. Bahkan, dia mengaku sudah dibahas dalam rapat terbatas dengan Presiden.

“Kita juga mengejar (kerja sama, Red) itu melalui BUMD. Kalau bisa minimal 10-15 persen bisa menjadi PAD (pendapatan asli daerah) ke depannya,” ujarnya.

(prokal/izo)

Apa Kabar PLTA Kayan? Simak Jawaban dari Gubernur Kaltara

SUARA KALTARA
listrik (ilustrasi)
SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Apa kabar pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikerjakan PT Kayan Hidro? Pertanyaan yang notabene milik seluruh masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) itu langsung dijawab oleh Gubernur Kaltara.

Irianto mengatakan, progres pembangunan PLTA Kayan itu sedang menunggu rampungnya pembebasan lahan.

“Sudah diinventarisir dan dikoordinasikan,” ujarnya, Kamis (1/6/2017) dilansir dari Prokal.co.

Irianto mengungkapkan, saat ini PT Kayan Hiydro tengah berusaha untuk memperoleh izin alih status kawasan dari kawasan hutan lindung menjadi hutan budidaya agar dapat dikelola.

Akan tetapi, Irianto belum bisa memastikan kapan mulai dilaksanakan pembangunan. Lantaran investor menunggu percepatan dari Pemkab Bulungan untuk merelokasi masyarakat yang terkena dampak pembangunan PLTA.

“Saya juga minta kepada Bupati (Bulungan) maupun dinas terkait untuk bergerak cepat membantu investor,” ujarnya.

Irianto menambahkan, dalam waktu dekat Pemprov Kaltara diundang PT Inalum untuk penandatangan kerja sama. Selain itu, rencananya akan dilanjutkan dengan peninjauan pabrik milik Inalum.

“Setelah penandatangan mereka (Inalum) juga akan berkantor di Kaltara,” sebutnya.

Inalum, lanjutnya, juga akan bekerja sama PT Kayan Hidro energy dan PLN untuk berinvestasi dalam pembangunan PLTA di Kecamatan Peso. Bahkan, dia mengaku sudah dibahas dalam rapat terbatas dengan Presiden.

“Kita juga mengejar (kerja sama, Red) itu melalui BUMD. Kalau bisa minimal 10-15 persen bisa menjadi PAD (pendapatan asli daerah) ke depannya,” ujarnya.

(prokal/izo)

No comments