Social Items


Massa SPTI Tarakan membawa keranda jenazah. (foto: Kia/suarakaltara.com)

SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kota Tarakan menggelar aksi unjuk rasa (unras) damai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan pada Senin (5/6/2017) pagi.

Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang mengoperasikan Bus Rapit Transit (BRT) di Kota Tarakan.

Massa yang notabene kebanyakan dari kalangan sopir angkutan kota (angkot) dari semua trayek di Kota Tarakan itu datang dengan membawa sejumlah atribut. Seperti tulisan di kertas karton bahkan membawa keranda jenazah berwarna putih.

"Ini sebagai simbol matinya keadilan di Kota Tarakan. Kami menjadi korban atas kebijakan pemerintah kota Tarakan dengan mengoperasikannya BRT ini," seru salah seorang massa.

Saat ini, proses dengar pendapat atau hearing sedang berlangsung di ruang rapat komisi DPRD Kota Tarakan antara perwakilan SPTI dengan anggota dewan. Hadir pula Walikota Tarakan Sofian Raga dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan Abdul Hamid Amren.

(kia/izo)

Bawa Keranda Jenazah Berwarna Putih, Massa SPTI Tarakan: Simbol Matinya Keadilan

SUARA KALTARA
Massa SPTI Tarakan membawa keranda jenazah. (foto: Kia/suarakaltara.com)

SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kota Tarakan menggelar aksi unjuk rasa (unras) damai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan pada Senin (5/6/2017) pagi.

Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang mengoperasikan Bus Rapit Transit (BRT) di Kota Tarakan.

Massa yang notabene kebanyakan dari kalangan sopir angkutan kota (angkot) dari semua trayek di Kota Tarakan itu datang dengan membawa sejumlah atribut. Seperti tulisan di kertas karton bahkan membawa keranda jenazah berwarna putih.

"Ini sebagai simbol matinya keadilan di Kota Tarakan. Kami menjadi korban atas kebijakan pemerintah kota Tarakan dengan mengoperasikannya BRT ini," seru salah seorang massa.

Saat ini, proses dengar pendapat atau hearing sedang berlangsung di ruang rapat komisi DPRD Kota Tarakan antara perwakilan SPTI dengan anggota dewan. Hadir pula Walikota Tarakan Sofian Raga dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan Abdul Hamid Amren.

(kia/izo)

No comments