Social Items

Dok - Mufid / Suarakaltara
 Ketua tim utusan khusus presiden, Dr Eddy Pratomo saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltara dan jajarannya siang tadi.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Tim utusan khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipimpin oleh Dr Eddy Pratomo bersama dengan tujuh orang lainnya akan berkunjung ke Sebatik Selasa (13/06/2017) besok. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung garis terluar batas maritim. "Ini penting karena masalah teritorial yang belum kelar. letaknya di Laut Sulawesi sebelah timur Pulau Sebatik. kami akan lihat kondisi dilapangan seperti apa sehingga nantinya data kami kuat sebelum melakukan perundingan dengan Malaysia Juli mendatang," katanya kepada suarakaltara.com, pada Senin (12/06/2017) siang tadi.

Ia menjelaskan progres perundingan soal batas laut alias batas maritim Indonesia saat ini sudah bicara soal batas dan garis batas. Dibeberkannya, baik pihak Indonesia maupun Malaysia sudah mengajukan titik klaim masing-masing. “Tapi klaim itu masih belum direfleksikan dalam bentuk garis. Semoga nantitahun depan garisnya sudah kelihatan,” sebutnya.

Ia menegaskan, pihaknya fokus terhadap laut teritorial untuk diselesaikan karena berkaitan dengan masalah kedaulatan. Terlebih persoalan hukum yang sering terjadi selama ini banyak terjadi di wilayah perbatasan laut. “Upaya kita bagaimana kedaulatan penuh, agar penegakan hukum kita di laut teritorial tercapai sehingga tak ada pelanggaran laut, penangkapan ikansecara ilegal karena sudah pada tahu batasnya,” imbuhnya

Sementara itu, sampai saat ini belum ada batas laut yang jelas di titik yang ia sebutkan sehingga persoalan dilapangan sering ada yang nyasar dari kedua belah pihak. Sedangkan soal perundingan, sejauh ini sudah dilakukan enam kali perundingan dan bakal melakukan perundingan ketujuh dengan pihak Malaysia Juli mendatang. 

“Pertemuan setiap dua bulan sekali, dan pertemuan ketujuh itu cukup krusial soal batas laut teritorial. Akan narik dari pulau terluar dan prinsip tidak mudah dilaksanakan dlaut karenaini bukan di darat. Kendala sejauh ini kemauan kedua belah pihak yang tidak sama. Malaysia cukup keras dan masih ada prinsip berbedasehingga butuh waktu lama sehingga kita harus sabar. Batas laut kalau sudah disepekati tidakbisa dirubah lagi sehingga harus hati hati,” tegasnya lagi. (muf)

Besok, Utusan Khusus Presiden ke Sebatik, Ini Alasannya

SUARA KALTARA
Dok - Mufid / Suarakaltara
 Ketua tim utusan khusus presiden, Dr Eddy Pratomo saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltara dan jajarannya siang tadi.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Tim utusan khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipimpin oleh Dr Eddy Pratomo bersama dengan tujuh orang lainnya akan berkunjung ke Sebatik Selasa (13/06/2017) besok. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung garis terluar batas maritim. "Ini penting karena masalah teritorial yang belum kelar. letaknya di Laut Sulawesi sebelah timur Pulau Sebatik. kami akan lihat kondisi dilapangan seperti apa sehingga nantinya data kami kuat sebelum melakukan perundingan dengan Malaysia Juli mendatang," katanya kepada suarakaltara.com, pada Senin (12/06/2017) siang tadi.

Ia menjelaskan progres perundingan soal batas laut alias batas maritim Indonesia saat ini sudah bicara soal batas dan garis batas. Dibeberkannya, baik pihak Indonesia maupun Malaysia sudah mengajukan titik klaim masing-masing. “Tapi klaim itu masih belum direfleksikan dalam bentuk garis. Semoga nantitahun depan garisnya sudah kelihatan,” sebutnya.

Ia menegaskan, pihaknya fokus terhadap laut teritorial untuk diselesaikan karena berkaitan dengan masalah kedaulatan. Terlebih persoalan hukum yang sering terjadi selama ini banyak terjadi di wilayah perbatasan laut. “Upaya kita bagaimana kedaulatan penuh, agar penegakan hukum kita di laut teritorial tercapai sehingga tak ada pelanggaran laut, penangkapan ikansecara ilegal karena sudah pada tahu batasnya,” imbuhnya

Sementara itu, sampai saat ini belum ada batas laut yang jelas di titik yang ia sebutkan sehingga persoalan dilapangan sering ada yang nyasar dari kedua belah pihak. Sedangkan soal perundingan, sejauh ini sudah dilakukan enam kali perundingan dan bakal melakukan perundingan ketujuh dengan pihak Malaysia Juli mendatang. 

“Pertemuan setiap dua bulan sekali, dan pertemuan ketujuh itu cukup krusial soal batas laut teritorial. Akan narik dari pulau terluar dan prinsip tidak mudah dilaksanakan dlaut karenaini bukan di darat. Kendala sejauh ini kemauan kedua belah pihak yang tidak sama. Malaysia cukup keras dan masih ada prinsip berbedasehingga butuh waktu lama sehingga kita harus sabar. Batas laut kalau sudah disepekati tidakbisa dirubah lagi sehingga harus hati hati,” tegasnya lagi. (muf)

No comments