Social Items

Penukaran uang. (foto: internet)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) hanya menyediakan uang tunai pecahan kecil sebesar Rp 200 triliun untuk kebutuhan penukaran uang jelang Hari Raya Idulfitri 2017.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, jumlah tersebut akan mencukupi kebutuhan warga selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 1438 Hijriah nanti.

"Prediksi kami, kebutuhannya Rp 167 triliun, dan jumlah ini (uang tunai yang disediakan) Rp 200 triliun lebih dari cukup," kata Sugeng, Rabu (7/6/2017) dikutip dari KOMPAS.com.

Pecahan uang tunai yang disalurkan adalah uang tahun emisi 2014 dan 2016. Dengan demikian, belum semua uang yang ditukarkan merupakan uang desain baru tahun emisi 2016. Bank Indonesia menyediakan uang tunai sebesar Rp 70 triliun dari total Rp 200 triliun yang merupakan uang tahun emisi 2016.

"Sisanya masih uang tahun emisi lama. Tapi semua uang yang disalurkan merupakan uang yang baru dicetak," kata Sugeng.

Adapun penukaran uang dilakukan di seluruh Indonesia dengan mengambil lokasi lapangan serta kantor perwakilan Bank Indonesia tiap kota.

Selain itu, penukaran uang dapat dilakukan melalui kas titipan. Bank Indonesia bekerjasama dengan 77 perbankan dan 45 kantor perwakilan BI. Dengan demikian, dia berharap, penyebaran uang desain baru dapat lebih cepat tersalurkan.

"Kami juga berharap perbankan sekalian melakukan kegiatan pengecekan, apakah ada uang palsu. Penyortiran uang tidak layak edar, ini perlu dimusnahkan juga," kata Sugeng.

(kompas/izo)

BI Sediakan Rp 200 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran

SUARA KALTARA
Penukaran uang. (foto: internet)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) hanya menyediakan uang tunai pecahan kecil sebesar Rp 200 triliun untuk kebutuhan penukaran uang jelang Hari Raya Idulfitri 2017.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, jumlah tersebut akan mencukupi kebutuhan warga selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 1438 Hijriah nanti.

"Prediksi kami, kebutuhannya Rp 167 triliun, dan jumlah ini (uang tunai yang disediakan) Rp 200 triliun lebih dari cukup," kata Sugeng, Rabu (7/6/2017) dikutip dari KOMPAS.com.

Pecahan uang tunai yang disalurkan adalah uang tahun emisi 2014 dan 2016. Dengan demikian, belum semua uang yang ditukarkan merupakan uang desain baru tahun emisi 2016. Bank Indonesia menyediakan uang tunai sebesar Rp 70 triliun dari total Rp 200 triliun yang merupakan uang tahun emisi 2016.

"Sisanya masih uang tahun emisi lama. Tapi semua uang yang disalurkan merupakan uang yang baru dicetak," kata Sugeng.

Adapun penukaran uang dilakukan di seluruh Indonesia dengan mengambil lokasi lapangan serta kantor perwakilan Bank Indonesia tiap kota.

Selain itu, penukaran uang dapat dilakukan melalui kas titipan. Bank Indonesia bekerjasama dengan 77 perbankan dan 45 kantor perwakilan BI. Dengan demikian, dia berharap, penyebaran uang desain baru dapat lebih cepat tersalurkan.

"Kami juga berharap perbankan sekalian melakukan kegiatan pengecekan, apakah ada uang palsu. Penyortiran uang tidak layak edar, ini perlu dimusnahkan juga," kata Sugeng.

(kompas/izo)

No comments