Social Items

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid saat menandatangani SK pengangkatan Dirut PT. NSP yang baru. (foto: Syamsul/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid berharap banyak kepada Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Nunukan sebagai salah satu sumber penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati cantik di Nunukan ini meminta, Direktur Utama (Dirut) PT. Nusa Serambi Persada (NSP) yang baru saja dilantik dapat memberikan kontribusinya kepada daerah.

Sebab, sejak keberadaan perusda selama 5 tahun terakhir ini tak terlihat kinerjanya. Bahkan, terkesan hanya merugikan keuangan daerah lantaran harus membayar gaji dan mengeluarkan modal tanpa keuntungan.

“Kalau bisa ada hasilnya. Jangan sampai tidak ada hasilnya. Saya berharap direktur yang baru dilantik segera berbenah diri dan memberikan sumbangsi yang positif. Harus ada terobosan baru membuat perusda yang akan datang lebih dinamis, inovatif dan kreatif," kata Laura kepada suarakaltara.com usai melantik Rismanto ST MT MPSDA sebagai Dirut PT NSP Nunukan priode 2017-2021 di lantai 4 kantor bupati Nunukan, pekan lalu.

Salah satunya, lanjut Laura, menangani speedboat Tasbara Sebatik yang rencananya melayani rute Sebatik-Tawau dan sebaliknya. Dengan cara tersebut, pihak Perusda memiliki peluang menambah PAD.

Karena jalur Sebatik-Tawau dan sebaliknya ini bakal dilakukan pengadaan kapal baru lagi sesuai dengan aturan internasional. Harus mesin dalam dan sebagainya.

“Hal ini harus direncanakan memang dari awal karena ada rencana tambahan armada Nunukan-Tanjung Selor dan sebaliknya lagi. Jadi, beberapa rute perjalanan itu dapat dijalankan NSP. Demikian pula dengan bahan minuman dan makanan lainnya. Seperti beras dan lainnya,” ungkap Laura.

Jika memang tidak berkembang dan tidak menghasilkan, kata Laura lagi, maka direktur utamanya siap digantikan lagi. Itu merupakan bentuk komitmen Pemkab terhadap BUMD yang dimiliki.

Hal ini sebagai pemicu agar nakhoda di Perusda ini serius bekerja. Tidak hanya memberikan teori dan hanya menunggu. Tapi, harus bergerak cepat dengan banyaknya kekurangan di Perusda yang harus segera dibenahi.

“Saya berharap keseriusan dirut baru ini menjalankan organisasi dengan manajemen yang moderen dan transparan. Perusda dibiayai dan milik pemerintah daerah. Jadi, ada konsekuensi pertanggungjawaban menanti,” tegasnya.

(she)

Bupati Cantik Ini Berharap Banyak Pada Dirut PT NSP Nunukan yang Baru, Salah Satunya Tasbara

SUARA KALTARA
Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid saat menandatangani SK pengangkatan Dirut PT. NSP yang baru. (foto: Syamsul/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid berharap banyak kepada Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Nunukan sebagai salah satu sumber penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati cantik di Nunukan ini meminta, Direktur Utama (Dirut) PT. Nusa Serambi Persada (NSP) yang baru saja dilantik dapat memberikan kontribusinya kepada daerah.

Sebab, sejak keberadaan perusda selama 5 tahun terakhir ini tak terlihat kinerjanya. Bahkan, terkesan hanya merugikan keuangan daerah lantaran harus membayar gaji dan mengeluarkan modal tanpa keuntungan.

“Kalau bisa ada hasilnya. Jangan sampai tidak ada hasilnya. Saya berharap direktur yang baru dilantik segera berbenah diri dan memberikan sumbangsi yang positif. Harus ada terobosan baru membuat perusda yang akan datang lebih dinamis, inovatif dan kreatif," kata Laura kepada suarakaltara.com usai melantik Rismanto ST MT MPSDA sebagai Dirut PT NSP Nunukan priode 2017-2021 di lantai 4 kantor bupati Nunukan, pekan lalu.

Salah satunya, lanjut Laura, menangani speedboat Tasbara Sebatik yang rencananya melayani rute Sebatik-Tawau dan sebaliknya. Dengan cara tersebut, pihak Perusda memiliki peluang menambah PAD.

Karena jalur Sebatik-Tawau dan sebaliknya ini bakal dilakukan pengadaan kapal baru lagi sesuai dengan aturan internasional. Harus mesin dalam dan sebagainya.

“Hal ini harus direncanakan memang dari awal karena ada rencana tambahan armada Nunukan-Tanjung Selor dan sebaliknya lagi. Jadi, beberapa rute perjalanan itu dapat dijalankan NSP. Demikian pula dengan bahan minuman dan makanan lainnya. Seperti beras dan lainnya,” ungkap Laura.

Jika memang tidak berkembang dan tidak menghasilkan, kata Laura lagi, maka direktur utamanya siap digantikan lagi. Itu merupakan bentuk komitmen Pemkab terhadap BUMD yang dimiliki.

Hal ini sebagai pemicu agar nakhoda di Perusda ini serius bekerja. Tidak hanya memberikan teori dan hanya menunggu. Tapi, harus bergerak cepat dengan banyaknya kekurangan di Perusda yang harus segera dibenahi.

“Saya berharap keseriusan dirut baru ini menjalankan organisasi dengan manajemen yang moderen dan transparan. Perusda dibiayai dan milik pemerintah daerah. Jadi, ada konsekuensi pertanggungjawaban menanti,” tegasnya.

(she)

No comments