Social Items

(Foto: Mufid/SuaraKaltara)
DAMAI: Ketua DPW PPP Kaltara Ismail Malassaa serta jajaran saat pelantikan pada Bulan November 2016 lalu yang merupakan kubu M. Romahurmuziy



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya resmi mengakhiri kisruhnya sehingga resmi dipimpin oleh satu kepengurusan saja yakni M. Romahurmuziy. Seperti diketahui pada Jumat (16/06/2017) lalu Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 mengabulkan Gugatan Perdata sengketa partai politik yang diajukan Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016.

Dengan demikian konflik yang terjadi selama ini dan terasa hingga ke daerah telah berakhir. Termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara), PPP yang diketuai oleh Ismail Malassa menegaskan tak ada lagi keraguan dam klaim kepenggurusan lain diluar yang dipimpinnya. “Tak ada lagi keraguan apa-apa dan kami siap untuk menjalin kerjasama dengan semua kader tanpa ada dualisme," katanya kepada Suarakaltara.com, Minggu (18/06/2017) siang tadi.

Diterangkan pula oleh Sekretaris DPW PPP Kaltara, Darmadi, semua kader di daerah diminta untuk menyudahi seluruh pertikaian yang terjadi selama ini tak terkecuali di Kaltara. Menurutnya, masyarakat menunggu kiprah nyata PPP menuju Pileg yang tinggal 22 bulan lagi sehingga saat ini semua kader harus mulai merapatkan barisan. “Kami menghimbau kepada seluruh kader PPP khususnya dikaltara untuk menyudahi konflik dan mengajak kembali ke jalan yang benar untuk bersama sama membesarkan PPP dan mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2019,” terangnya.

Sementara itu, ia juga berterima kasih dan memohon doa kepada seluruh masyarakat Kaltara dimana pihaknya akan terus berbenah, bangkit, dan bergerak untuk menjadi penyambung lidah umat yang paling progresif diantara seluruh partai politik. pihaknya juga berjanji bakal terus mendorong pembangunan yang ada di Kaltara sehingga bisa lebih maju dan berkembang. “Semoga kedepan bisa lebih baik dan sama-sama membangun daerah ini untuk lebih maju seiring dengan kesejahteraan masyarakatnya,' pungkasnya. (muf)

Dualisme PPP Berakhir, Ini Rencana DPW Kaltara

SUARA KALTARA
(Foto: Mufid/SuaraKaltara)
DAMAI: Ketua DPW PPP Kaltara Ismail Malassaa serta jajaran saat pelantikan pada Bulan November 2016 lalu yang merupakan kubu M. Romahurmuziy



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya resmi mengakhiri kisruhnya sehingga resmi dipimpin oleh satu kepengurusan saja yakni M. Romahurmuziy. Seperti diketahui pada Jumat (16/06/2017) lalu Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 mengabulkan Gugatan Perdata sengketa partai politik yang diajukan Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016.

Dengan demikian konflik yang terjadi selama ini dan terasa hingga ke daerah telah berakhir. Termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara), PPP yang diketuai oleh Ismail Malassa menegaskan tak ada lagi keraguan dam klaim kepenggurusan lain diluar yang dipimpinnya. “Tak ada lagi keraguan apa-apa dan kami siap untuk menjalin kerjasama dengan semua kader tanpa ada dualisme," katanya kepada Suarakaltara.com, Minggu (18/06/2017) siang tadi.

Diterangkan pula oleh Sekretaris DPW PPP Kaltara, Darmadi, semua kader di daerah diminta untuk menyudahi seluruh pertikaian yang terjadi selama ini tak terkecuali di Kaltara. Menurutnya, masyarakat menunggu kiprah nyata PPP menuju Pileg yang tinggal 22 bulan lagi sehingga saat ini semua kader harus mulai merapatkan barisan. “Kami menghimbau kepada seluruh kader PPP khususnya dikaltara untuk menyudahi konflik dan mengajak kembali ke jalan yang benar untuk bersama sama membesarkan PPP dan mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2019,” terangnya.

Sementara itu, ia juga berterima kasih dan memohon doa kepada seluruh masyarakat Kaltara dimana pihaknya akan terus berbenah, bangkit, dan bergerak untuk menjadi penyambung lidah umat yang paling progresif diantara seluruh partai politik. pihaknya juga berjanji bakal terus mendorong pembangunan yang ada di Kaltara sehingga bisa lebih maju dan berkembang. “Semoga kedepan bisa lebih baik dan sama-sama membangun daerah ini untuk lebih maju seiring dengan kesejahteraan masyarakatnya,' pungkasnya. (muf)

No comments