Social Items

(Foto : Mufid/Suara Kaltara) Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat memberikan pemaparan dihadapan ratusan peserta musrenbang perubahan RPJMD.




SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 pada Rabu (14/06/2017). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda dan Litbang Kaltara tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Kaltara bertempat di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Bulungan.


Sebagaimana yang dikatakan Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Frederick Ellia Gugkang, dalam kegiatan tersebut diharapkan masukan dari para pemangku kepentingan Se-Kaltara untuk pembangunan daerah lima tahunan. Selain itu sinkronisasi program daerah dengan nasional sekaligus optimalisasi kegiatan.


Dijelaskan Gubernur Irianto Lambrie bahwa proses perubahan RPJMD adalah hal yang mesti dilakukan terhadap adanya perubahan regulasi dan perkembangan yang dinamis dari sisi tata ruang. "Jelas ini berpengaruh terhadap RPJMD sehingga perlu ada perubahan. Termasuk soal perkembangan kawasan industri dan kawasan nasional," katanya.


Irianto menegaskan, RPJMD Kaltara harus fokus pada dua hal. Yakni listrik dan infrastruktur, dimana dua hal ini jika dikembangkan dengan baik akan berpengaruh pada industri lainnya. "Kita mau bangun hotel saja susah kalau listrik tidak ada. Makanya fokus dulu dan untuk dua hal itu tidak sebentar untuk memaksimalkannya," terang mantan Sekprov Kaltim tersebut.


Sementara itu, dalam forum yang menghadirkan guru besar dari Universitas Gajah Mada dibidang ekonomi bernama Prof Mudrajat PhD, Gubernur mengajak semua pihak gerak cepat. Selain itu, ia juga menerangkan bahwa untuk memajukan daerah perlu meningkatkan wirausaha dan bidang swasta sehingga butuh investasi. "Makanya kita harus memberi ketersediaan investasi yang sebesar oh edarnya untuk memajukan daerah kita," tuntasnya. (muf)

Perubahan RPJMD Kaltara, Gubernur: Fokus Listrik dan Infrastruktur

SUARA KALTARA
(Foto : Mufid/Suara Kaltara) Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat memberikan pemaparan dihadapan ratusan peserta musrenbang perubahan RPJMD.




SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musrenbang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 pada Rabu (14/06/2017). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda dan Litbang Kaltara tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Kaltara bertempat di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Bulungan.


Sebagaimana yang dikatakan Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Frederick Ellia Gugkang, dalam kegiatan tersebut diharapkan masukan dari para pemangku kepentingan Se-Kaltara untuk pembangunan daerah lima tahunan. Selain itu sinkronisasi program daerah dengan nasional sekaligus optimalisasi kegiatan.


Dijelaskan Gubernur Irianto Lambrie bahwa proses perubahan RPJMD adalah hal yang mesti dilakukan terhadap adanya perubahan regulasi dan perkembangan yang dinamis dari sisi tata ruang. "Jelas ini berpengaruh terhadap RPJMD sehingga perlu ada perubahan. Termasuk soal perkembangan kawasan industri dan kawasan nasional," katanya.


Irianto menegaskan, RPJMD Kaltara harus fokus pada dua hal. Yakni listrik dan infrastruktur, dimana dua hal ini jika dikembangkan dengan baik akan berpengaruh pada industri lainnya. "Kita mau bangun hotel saja susah kalau listrik tidak ada. Makanya fokus dulu dan untuk dua hal itu tidak sebentar untuk memaksimalkannya," terang mantan Sekprov Kaltim tersebut.


Sementara itu, dalam forum yang menghadirkan guru besar dari Universitas Gajah Mada dibidang ekonomi bernama Prof Mudrajat PhD, Gubernur mengajak semua pihak gerak cepat. Selain itu, ia juga menerangkan bahwa untuk memajukan daerah perlu meningkatkan wirausaha dan bidang swasta sehingga butuh investasi. "Makanya kita harus memberi ketersediaan investasi yang sebesar oh edarnya untuk memajukan daerah kita," tuntasnya. (muf)

No comments