Social Items

SUARAKALTARA.com, MAKASSAR - Hanya karena sepeda motornya tidak bisa hidup dengan distarter, Syaiful (20) sontak emosi lantas dengan tega membakar satu keluarganya.

Awal mula kejadian tragis ini, Jumat (9/6/2017) siang, Syaiful alias Suanda yang berprofesi sebagai juru parkir (jukir) menstarter sepeda motornya namun tak kunjung hidup meski keringatnya sudah bercucuran. Syaiful pun geram sambil memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah.

Nah, di dalam rumah tersebut, ada ibu tirinya, Sania (40), yang sedang memangku anaknya, Rana (7). Ada juga ayah Sania, Daeng Sattu (60), sedang berbaring di kasur yang ada di ruang tamu.

Syaiful kemudian memanggil adik tirinya, Gilang yang sedang bermain domino dengan saudaranya, Nafis di luar rumah.

Syaiful memberikan sejumlah uang dan meminta dibelikan bensin botolan. Ketika Gilang datang, Syaiful kemudian menyiramkan bensin botolan itu ke Sania, Rana, dan Daeng Sattu.

Dia kemudian keluar mengunci pintu, menyiramkan bensin ke pintu lalu menyalakan pemantik api. Seketika api membesar dan melalap pintu juga tubuh Sania, Rana dan Daeng Sattu.

Sania berusaha memeluk tubuh Rana untuk melindungi dari api. Nafis (8), putra Sania hanya bisa melihat ibunya dari luar.

"Setelah membakar pintu rumah, Ipul langsung lari meninggalkan rumah," kata Nafis sembari sesunggukan menangis seperti disunting dari JPNN.com.

Beruntung tetangga menyaksikan kejadian itu, langsung memberikan pertolongan. Beberapa orang mendobrak pintu, lalu menolong ketiga korban. Yang lainnya, membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Ia (Syaiful, red) juga sempat mengunci pintu dari luar dan di dalam rumah ada tiga orang. Terpaksa pintu didobrak untuk menolong ketiganya," beber Alif (39), salah seorang tetangga korban.

Ketiga korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Ketiganya mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.

Rudi (32), paman tiri Syaiful menjelaskan, kemanakan tirinya itu memang suka emosi dan selalu menuduh keluarganya sendiri yang merusak sepeda motornya. "Suka marah dan menuduh motornya itu dirusaki," bebernya.

Ayah kandung Syaiful, Ishak Daeng Nompo menjelaskan, dirinya sama sekali tidak tahu menahu motif sehingga anak kandungnya itu tega berbuat demikian.

Saat itu, kata sekuriti ini, dirinya sedang melaksanakan penjagaan dan tidak tahu menahu terkait kejadian itu.

Syaiful, sendiri bebernya, merupakan anak dari istri pertamanya yang sudah lama diceraikannya.

Semenjak cerai itulah, Syaiful dan dua saudaranya ikut bersama dirinya. Sedangkan dari istri keduanya itu dirinya memiliki lima anak.

Menanggapi kejadian itu, Psikolog UNM, Widyastuti mengatakan, aksi nekat pelaku itu perlu ditelaah lebih jauh, termasuk motifnya.

Tak hanya itu bebernya, perlu diketahui pula apakah pelaku juga mengalami gangguan kejiwaaan atau tidak.

Bisa saja, bebernya, si anak yang sudah dewasa itu belum bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi.

Sehingga yang terjadi tidak siap menerima keberadaan ibu tiri, dengan cenderung tingkat emosionalnya tidak terkendali atau suka marah-marah.

Kapolsek Mariso, Kompol Wahyu menjelaskan, pelaku menyiram dengan bensin lantaran kesal motornya tidak mau menyala.

Apalagi, yang bersangkutan menuduh keluarganya sendiri yang merusaki sepeda motornya tersebut.

"Pelakunya masih dalam pengejaran, sedangkan korban masih menjalani perawatan medis," bebernya.

(JPNN/izo)

Gara-gara Starter Sepeda Motor, Juru Parkir Ini Bakar Keluarganya

SUARA KALTARA
SUARAKALTARA.com, MAKASSAR - Hanya karena sepeda motornya tidak bisa hidup dengan distarter, Syaiful (20) sontak emosi lantas dengan tega membakar satu keluarganya.

Awal mula kejadian tragis ini, Jumat (9/6/2017) siang, Syaiful alias Suanda yang berprofesi sebagai juru parkir (jukir) menstarter sepeda motornya namun tak kunjung hidup meski keringatnya sudah bercucuran. Syaiful pun geram sambil memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah.

Nah, di dalam rumah tersebut, ada ibu tirinya, Sania (40), yang sedang memangku anaknya, Rana (7). Ada juga ayah Sania, Daeng Sattu (60), sedang berbaring di kasur yang ada di ruang tamu.

Syaiful kemudian memanggil adik tirinya, Gilang yang sedang bermain domino dengan saudaranya, Nafis di luar rumah.

Syaiful memberikan sejumlah uang dan meminta dibelikan bensin botolan. Ketika Gilang datang, Syaiful kemudian menyiramkan bensin botolan itu ke Sania, Rana, dan Daeng Sattu.

Dia kemudian keluar mengunci pintu, menyiramkan bensin ke pintu lalu menyalakan pemantik api. Seketika api membesar dan melalap pintu juga tubuh Sania, Rana dan Daeng Sattu.

Sania berusaha memeluk tubuh Rana untuk melindungi dari api. Nafis (8), putra Sania hanya bisa melihat ibunya dari luar.

"Setelah membakar pintu rumah, Ipul langsung lari meninggalkan rumah," kata Nafis sembari sesunggukan menangis seperti disunting dari JPNN.com.

Beruntung tetangga menyaksikan kejadian itu, langsung memberikan pertolongan. Beberapa orang mendobrak pintu, lalu menolong ketiga korban. Yang lainnya, membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Ia (Syaiful, red) juga sempat mengunci pintu dari luar dan di dalam rumah ada tiga orang. Terpaksa pintu didobrak untuk menolong ketiganya," beber Alif (39), salah seorang tetangga korban.

Ketiga korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Ketiganya mengalami luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya.

Rudi (32), paman tiri Syaiful menjelaskan, kemanakan tirinya itu memang suka emosi dan selalu menuduh keluarganya sendiri yang merusak sepeda motornya. "Suka marah dan menuduh motornya itu dirusaki," bebernya.

Ayah kandung Syaiful, Ishak Daeng Nompo menjelaskan, dirinya sama sekali tidak tahu menahu motif sehingga anak kandungnya itu tega berbuat demikian.

Saat itu, kata sekuriti ini, dirinya sedang melaksanakan penjagaan dan tidak tahu menahu terkait kejadian itu.

Syaiful, sendiri bebernya, merupakan anak dari istri pertamanya yang sudah lama diceraikannya.

Semenjak cerai itulah, Syaiful dan dua saudaranya ikut bersama dirinya. Sedangkan dari istri keduanya itu dirinya memiliki lima anak.

Menanggapi kejadian itu, Psikolog UNM, Widyastuti mengatakan, aksi nekat pelaku itu perlu ditelaah lebih jauh, termasuk motifnya.

Tak hanya itu bebernya, perlu diketahui pula apakah pelaku juga mengalami gangguan kejiwaaan atau tidak.

Bisa saja, bebernya, si anak yang sudah dewasa itu belum bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi.

Sehingga yang terjadi tidak siap menerima keberadaan ibu tiri, dengan cenderung tingkat emosionalnya tidak terkendali atau suka marah-marah.

Kapolsek Mariso, Kompol Wahyu menjelaskan, pelaku menyiram dengan bensin lantaran kesal motornya tidak mau menyala.

Apalagi, yang bersangkutan menuduh keluarganya sendiri yang merusaki sepeda motornya tersebut.

"Pelakunya masih dalam pengejaran, sedangkan korban masih menjalani perawatan medis," bebernya.

(JPNN/izo)

No comments