Social Items

(Foto:Syamsul/Suara Kaltara) DIBATASI : Pihak KSOP Nunukan akhirnya meminta agar KM. Thalia mempercepat keberangkatannya lantaran jumlah penumpang meningkat. Tampak petugas KSOP mengatur arus penumpang dan barang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.


NUNUKAN – Arus mudik lebaran H-11 ini sudah mulai terlihat di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (4/6). Jumlah penumpang yang didominasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terlihat sejak pagi memadati terminal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Kapal Motor (KM) Thalia tujuan Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang biasanya diberangkatkan pukul 21.00 Wita, kini lebih awal dari jadwal biasanya. Yakni pukul 15 Wita.

Bahkan, untuk menghindari adanya penumpang gelap, sejumlah petugas, mulai dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) memeriksa setiap penumpang di pintu dermaga menuju kapal.Bagi penumpang yang tak memiliki tiket, langsung dilarang masuk.

Kepala KSOP Nunukan Agus Subagyo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, belajar dari tahun sebelumnya, musim mudik lebaran ini pihaknya sangat berhati-hati dan lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Bagi kapal yang telah memenuhi kapasitas angkutan, langsung diberangkat. Apa lagi, masih ada 5 kapal lagi di hari berikutnya hingga hari Raya Idul Fitri mendatang. “Jumlah penumpang memang sudah mulai terlihat sejak kemarin. Agar penumpang yang baru tiba sore ini dari Tawau tidak mendesak naik, makanya KM. Thalia ini diberangkatkan lebih awal lagi. Kan, masih ada kapal berikutnya lagi,” ungkap Agus Subagyo kepada media ini.

Dijelaskan, untuk kapal swasta ini memang tidak ada pembatasan barang. Berbeda dengan kapal PT Pelayaran Indonesia (Pelni) yang ada batas ukuran barang dan jumlah berat barang bagi penumpang. Sehingga penumpang dibiarkan membawa barang sebanyak-banyaknya. Namun karena musim asur mudik hal tersebut tidak diberlakukan. “Makanya operator kapal itu kami minta untuk membatasi jumlah barangnya. Lalu, barang-barang ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Jangan sampai menghalangi tempat penumpang. Sebab, hal ini demi keselamatan penumpang dan pelayaran,” bebernya.

Selain untuk barang penumpang, lanjutnya, pihaknya juga membatasi jumlah barang dagangan. Bahkan, ada imbauan kepada pengusaha agar proses angkutan barangnya ditunda hingga arus mudik selesai. “Meskipun tak ada pembatasan, tapi pihak kami melakukannya demi keselamatan penumpang. Khususnya barang-barang dagangan milik pengusaha. Kami meminta pemiliknya membatasi. Kalau bisa menunda dulu.Sebab, saat ini sedang musim penumpang. Jadi, kami imbau pedagang untuk tidak Seperti rumput laut dan beberapa barang lainnya,” ujarnya.

Dari pantauan media ini, tampak gerobak bagasi milik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tunon Taka ditahan sementara petugas di pintu gerbang dermaga pelabuhan.  Hal tersebut dilakukan lantaran pihak kapal sedang menyusun sejumlah barang penumpang yang lebih dulu masuk.  “Barang yang menumpuk di pelabuhan itu milik sebagian milik penumpang PT Pelni. Ada yang orang sudah berangkat, ada juga yang menunggu kapal selanjutnya,” ungkap Hasan (41), buruh TKBM Tunon Taka yang ditemui media ini.

Hasan, mengatakan setiap penumpang yang dari Tawau, Malaysia mayoritas TKI. Jika melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman mereka selalu membawa barang cukup banyak. Bahkan, dalam satu keluarga terkadang menggunakan 3 sampai 5 gerobak untuk mengangkut barang. “Makanya mereka itu banyak yang mau naik kapal swasta saja. Karena kalau kapal Pelni, ada pembayaran bagasi lagi,” ungkapnya.

Ardi, agen tiket kapal mengaku adanya peningkatan jumlah penumpang. Sebab, tiket kapal yang dipegang sudah habis sejak 3 hari lalu. Sementara yang dipegangnya saat ini semuanya telah dipesan penumpang lain yang saat ini sementara diperjalan menuju Nunukan dari Tawau. “Ada 300 tiket saya pegang. Semuanya sudah habis untuk KM. Thalia pemberangkatan hari ini (kemarin, Red). Sebelum kapal datang saja sudah habis,” akunya kepada media ini.

Menurutnya, arus mudik yang terjadi di Kabupaten Nunukan ini terfokus di jalur angkutan laut. Khususnya di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sebagai penghubung antar provinsi. Sementara untuk jalur speedboat biasanya terjadi di H-7 lebaran. “Kalau musim penumpang begini, jangankan tempat tidur penumpang di kapal. Tiket saja berebut pengurus. Karena, itu banyak penumpang. Belum lagi ada pembatasan jumlah penumpang di kapal. Jadi, siapa cepat dia dapat,” pungkasnya. (she)                      

H-11 Tunon Taka Mulai Dipadati Pemudik

SUARA KALTARA
(Foto:Syamsul/Suara Kaltara) DIBATASI : Pihak KSOP Nunukan akhirnya meminta agar KM. Thalia mempercepat keberangkatannya lantaran jumlah penumpang meningkat. Tampak petugas KSOP mengatur arus penumpang dan barang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.


NUNUKAN – Arus mudik lebaran H-11 ini sudah mulai terlihat di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Rabu (4/6). Jumlah penumpang yang didominasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terlihat sejak pagi memadati terminal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Kapal Motor (KM) Thalia tujuan Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang biasanya diberangkatkan pukul 21.00 Wita, kini lebih awal dari jadwal biasanya. Yakni pukul 15 Wita.

Bahkan, untuk menghindari adanya penumpang gelap, sejumlah petugas, mulai dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) memeriksa setiap penumpang di pintu dermaga menuju kapal.Bagi penumpang yang tak memiliki tiket, langsung dilarang masuk.

Kepala KSOP Nunukan Agus Subagyo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, belajar dari tahun sebelumnya, musim mudik lebaran ini pihaknya sangat berhati-hati dan lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Bagi kapal yang telah memenuhi kapasitas angkutan, langsung diberangkat. Apa lagi, masih ada 5 kapal lagi di hari berikutnya hingga hari Raya Idul Fitri mendatang. “Jumlah penumpang memang sudah mulai terlihat sejak kemarin. Agar penumpang yang baru tiba sore ini dari Tawau tidak mendesak naik, makanya KM. Thalia ini diberangkatkan lebih awal lagi. Kan, masih ada kapal berikutnya lagi,” ungkap Agus Subagyo kepada media ini.

Dijelaskan, untuk kapal swasta ini memang tidak ada pembatasan barang. Berbeda dengan kapal PT Pelayaran Indonesia (Pelni) yang ada batas ukuran barang dan jumlah berat barang bagi penumpang. Sehingga penumpang dibiarkan membawa barang sebanyak-banyaknya. Namun karena musim asur mudik hal tersebut tidak diberlakukan. “Makanya operator kapal itu kami minta untuk membatasi jumlah barangnya. Lalu, barang-barang ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Jangan sampai menghalangi tempat penumpang. Sebab, hal ini demi keselamatan penumpang dan pelayaran,” bebernya.

Selain untuk barang penumpang, lanjutnya, pihaknya juga membatasi jumlah barang dagangan. Bahkan, ada imbauan kepada pengusaha agar proses angkutan barangnya ditunda hingga arus mudik selesai. “Meskipun tak ada pembatasan, tapi pihak kami melakukannya demi keselamatan penumpang. Khususnya barang-barang dagangan milik pengusaha. Kami meminta pemiliknya membatasi. Kalau bisa menunda dulu.Sebab, saat ini sedang musim penumpang. Jadi, kami imbau pedagang untuk tidak Seperti rumput laut dan beberapa barang lainnya,” ujarnya.

Dari pantauan media ini, tampak gerobak bagasi milik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tunon Taka ditahan sementara petugas di pintu gerbang dermaga pelabuhan.  Hal tersebut dilakukan lantaran pihak kapal sedang menyusun sejumlah barang penumpang yang lebih dulu masuk.  “Barang yang menumpuk di pelabuhan itu milik sebagian milik penumpang PT Pelni. Ada yang orang sudah berangkat, ada juga yang menunggu kapal selanjutnya,” ungkap Hasan (41), buruh TKBM Tunon Taka yang ditemui media ini.

Hasan, mengatakan setiap penumpang yang dari Tawau, Malaysia mayoritas TKI. Jika melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman mereka selalu membawa barang cukup banyak. Bahkan, dalam satu keluarga terkadang menggunakan 3 sampai 5 gerobak untuk mengangkut barang. “Makanya mereka itu banyak yang mau naik kapal swasta saja. Karena kalau kapal Pelni, ada pembayaran bagasi lagi,” ungkapnya.

Ardi, agen tiket kapal mengaku adanya peningkatan jumlah penumpang. Sebab, tiket kapal yang dipegang sudah habis sejak 3 hari lalu. Sementara yang dipegangnya saat ini semuanya telah dipesan penumpang lain yang saat ini sementara diperjalan menuju Nunukan dari Tawau. “Ada 300 tiket saya pegang. Semuanya sudah habis untuk KM. Thalia pemberangkatan hari ini (kemarin, Red). Sebelum kapal datang saja sudah habis,” akunya kepada media ini.

Menurutnya, arus mudik yang terjadi di Kabupaten Nunukan ini terfokus di jalur angkutan laut. Khususnya di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sebagai penghubung antar provinsi. Sementara untuk jalur speedboat biasanya terjadi di H-7 lebaran. “Kalau musim penumpang begini, jangankan tempat tidur penumpang di kapal. Tiket saja berebut pengurus. Karena, itu banyak penumpang. Belum lagi ada pembatasan jumlah penumpang di kapal. Jadi, siapa cepat dia dapat,” pungkasnya. (she)                      

No comments