Social Items



 (FOTO:RICO JEFERSON DAO)
 MELONJAK : PENUMPANG YANG MEMADATI PELABUHAN MALUNDUNG

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Melonjaknya penumpang kapal pelni menjelang hari raya Idul Fitri 1438 hijriah, ini terjadi karena kurangnya jalur penerbangan yang disediakan oleh airline Bandara Juwata Tarakan. Selain itu kendala terbesar adalah harga tiket yang cukup fantastis sehingga, membuat banyak masyarakat yang lebih memili menggunakan jasa angkutan laut. 

Dikatakan Kepala Bagian Operasi (KabagOps) PT Pelni Tarakan, Guruh DS. bahwa penumpang yang melonjak pada H-4 ini disebabkan perbedaan nilai harga tiket pada angkutan udara sangat jauh dengan angkutan laut. "Walaupun pergi menggunakan kapal laut sampainya lama dengan butuh berhari-hari tetapi para penumpang tetap memilih jalur laut dibandingkan jalur udara" ungkap Guruh.

Pada bulan biasa di luar bulan ramdahan penumpang kapal laut tidak terlalu banyak seperti saat ini. Dua tahun lalu juga sudah di kenal namanya first come, first servise, yang artinya pertama kali datang pertama kali di layani. Adanya isu bahwa tiket kapal laut habis dikarenakan untuk pembatasan sheet agar tidak meledaknya penumpang kapal.

“Tapi hari ini rencana kan dibuka lagi jalur pelayaran dengan harga batas atas,” katanya.

Ditambahkan Guruh bahwa sistem penjualan tiketnya akan sama dengan penjualan tiket kereta api. Menjadi one man, one sheet yang biasa di lakukan dengan artian satu tempat tidur hanya di peruntukkan untuk satu penumpang. Contohnya tempat tidur kapal yang disiapkan 3000 jangan sampai dengan penumpang 6000 penumpang, karena bisa menyebabkan kecelakaa penumpang. 

Walaupun sudah disiapkan pelampung dikapal untuk mengantisipasi hal yang tak diingikan, tetap saja kalau ada penumpang yang panik itu akan membuat orang lain panik juga sehingga membahayakan nyawa orang lain juga. Guruh juga mengatakan bahwa sebelumnya menteri perhubungan juga sempat mengisyaratkan agar jangan sampai ada penumpang yang terlantar.

Terkait masalah ini banyak sekarang penumpang yang ketakutan, yakni siapa yang nantinya akan menanggung resiko ketika terjadi sesuatu. Pernah ada kejadian, kapasitas penumpang kapal sebesar 3500 di isi dengan penympang 12 ribu orang, dan itu apa jadinya. Sehingga ia mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang."kata Guruh

Di himbau Guruh agar masyarakat sebelum berpergian bisa membeli tiket jauh hari sebelumnya sehingga mengantisipasi kehabisan tiket. “ Dan juga terkait aturan tersebut dibuat agar keselamatan penumpang tetap terjaga,” tutupnya. (JEF)

H-4 Tiket Kapal Laut Ludes

SUARA KALTARA

 (FOTO:RICO JEFERSON DAO)
 MELONJAK : PENUMPANG YANG MEMADATI PELABUHAN MALUNDUNG

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Melonjaknya penumpang kapal pelni menjelang hari raya Idul Fitri 1438 hijriah, ini terjadi karena kurangnya jalur penerbangan yang disediakan oleh airline Bandara Juwata Tarakan. Selain itu kendala terbesar adalah harga tiket yang cukup fantastis sehingga, membuat banyak masyarakat yang lebih memili menggunakan jasa angkutan laut. 

Dikatakan Kepala Bagian Operasi (KabagOps) PT Pelni Tarakan, Guruh DS. bahwa penumpang yang melonjak pada H-4 ini disebabkan perbedaan nilai harga tiket pada angkutan udara sangat jauh dengan angkutan laut. "Walaupun pergi menggunakan kapal laut sampainya lama dengan butuh berhari-hari tetapi para penumpang tetap memilih jalur laut dibandingkan jalur udara" ungkap Guruh.

Pada bulan biasa di luar bulan ramdahan penumpang kapal laut tidak terlalu banyak seperti saat ini. Dua tahun lalu juga sudah di kenal namanya first come, first servise, yang artinya pertama kali datang pertama kali di layani. Adanya isu bahwa tiket kapal laut habis dikarenakan untuk pembatasan sheet agar tidak meledaknya penumpang kapal.

“Tapi hari ini rencana kan dibuka lagi jalur pelayaran dengan harga batas atas,” katanya.

Ditambahkan Guruh bahwa sistem penjualan tiketnya akan sama dengan penjualan tiket kereta api. Menjadi one man, one sheet yang biasa di lakukan dengan artian satu tempat tidur hanya di peruntukkan untuk satu penumpang. Contohnya tempat tidur kapal yang disiapkan 3000 jangan sampai dengan penumpang 6000 penumpang, karena bisa menyebabkan kecelakaa penumpang. 

Walaupun sudah disiapkan pelampung dikapal untuk mengantisipasi hal yang tak diingikan, tetap saja kalau ada penumpang yang panik itu akan membuat orang lain panik juga sehingga membahayakan nyawa orang lain juga. Guruh juga mengatakan bahwa sebelumnya menteri perhubungan juga sempat mengisyaratkan agar jangan sampai ada penumpang yang terlantar.

Terkait masalah ini banyak sekarang penumpang yang ketakutan, yakni siapa yang nantinya akan menanggung resiko ketika terjadi sesuatu. Pernah ada kejadian, kapasitas penumpang kapal sebesar 3500 di isi dengan penympang 12 ribu orang, dan itu apa jadinya. Sehingga ia mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang."kata Guruh

Di himbau Guruh agar masyarakat sebelum berpergian bisa membeli tiket jauh hari sebelumnya sehingga mengantisipasi kehabisan tiket. “ Dan juga terkait aturan tersebut dibuat agar keselamatan penumpang tetap terjaga,” tutupnya. (JEF)

No comments