Social Items

 (FOTO:IST) Patok Perbatasan Indonesia Malaysia
 
 
SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Lima patok perbatasan di Krayan yang dikabarkan hilang, ternyata tidak benar. Setelah tim verifikasi dari pusat yang turun ke lapangan pada bulan lalu menemukan titik koordinatnya sesuai ternyata dalam keadaan kondisi baik. 

Sebagaimana disampaikan Kepala Biro Perbatasan Provinsi Kalimantan Utara, Samuel ST Padan, setelah tim melukan survey dan pengecekan di lapangan. ternyata posisi patok perbatasan yakni patok pilar Y600, Y601, Y603 dan Y604 tidak ada yang hilang. ”Hanya saja ada kekeliruan pembacaan peta saja,” katanya.

Dijelaskan pengerjaan jalan yang dilakukan Pemerintah Malaysia di Ba’kelalan-Bario Fasa tak menemukan adanya jarak dari 22 sampai 200 meter dari garis batas kedua negara. Dengan demikian, tim verifikasi saat itu juga tidak mendapati patok Y615 tersebut. 

Akan tetapi, hilangnya patok Y615 diakuinya, bukan karena pembangunan jalan yang dilakukan oleh negara tetangga. Melainkan gejala alam atau faktor alam sehingga tidak terlihat dan terindentifikasi. “Jadi kita tidak tahu apakah itu tertutup oleh lereng atau tertutup tanah. Tapi semuanya sudah ada dengan tim verifikasi,” terangnya. 

Lanjut Samuel, berdasarkan data hasil verifikasi tersebut yang dibawa ke pusat untuk dilakukan perundingan antara kedua negara, Yakni Indonesia dan Malaysia untuk kembali membahas terhadap patok pilar perbatasan tersebut. “Yah menentukan bagaimana kelanjutkan itu dari pusat. Karena ini adalah kewenangan dari mereka Kemenkuham dan TNI, kalau kita di provinsi hanya mendampingi saja,” ungkapnya. 

Ia juga memastikan kepada masyarakat di perbatasan agar tidak terpengaruh terhadap provakator atau isu-isu yang tidak dibenarkan. Meski patok Y615 hilang, tapi untuk titik koordinat antar batas kedua negara tetap terlihat di peta. “Jadi kami harapkan masyarakat di Krayan tidak perlu cemas. Karena patok-patok yang ada masih aman. Dan yang hilang itu akan dipasang, tapi kembali dari pemerintah pusat lagi,” tuturnya. 

Dia juga menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan gencar melaksanakan kegiatan patok batas tersebut dan memprioritaskan di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia
misalnya, Krayan, Sebatik dan daerah lainnya. “Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat bisa memahami terhadap batas atau patok batas itu sendiri. Dan mengharapkan juga keterlibatan masyarakat untuk bisa memelihara dan
mengawasinya,” ungkapnya. 

Dengan dilibatkan masyarakat dalam mengawasi patok batas atau patok pilar tersebut, diakuinya,
tidak ada lagi isu atau berita-berita hoax yang akan menghancurkan NKRI di kawasan perbatasan. “Apalagi di daerah perbatasan masih dimiliki pemangku adat. Jadi kami minta pemangku adat atau desa dapat memahami tentang patok perbatasan dan menjaganya,” pungkasnya. (muf)

Hah?! Ternyata... Isu Patok Perbatasan Hilang Nggak Benar

SUARA KALTARA
 (FOTO:IST) Patok Perbatasan Indonesia Malaysia
 
 
SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR – Lima patok perbatasan di Krayan yang dikabarkan hilang, ternyata tidak benar. Setelah tim verifikasi dari pusat yang turun ke lapangan pada bulan lalu menemukan titik koordinatnya sesuai ternyata dalam keadaan kondisi baik. 

Sebagaimana disampaikan Kepala Biro Perbatasan Provinsi Kalimantan Utara, Samuel ST Padan, setelah tim melukan survey dan pengecekan di lapangan. ternyata posisi patok perbatasan yakni patok pilar Y600, Y601, Y603 dan Y604 tidak ada yang hilang. ”Hanya saja ada kekeliruan pembacaan peta saja,” katanya.

Dijelaskan pengerjaan jalan yang dilakukan Pemerintah Malaysia di Ba’kelalan-Bario Fasa tak menemukan adanya jarak dari 22 sampai 200 meter dari garis batas kedua negara. Dengan demikian, tim verifikasi saat itu juga tidak mendapati patok Y615 tersebut. 

Akan tetapi, hilangnya patok Y615 diakuinya, bukan karena pembangunan jalan yang dilakukan oleh negara tetangga. Melainkan gejala alam atau faktor alam sehingga tidak terlihat dan terindentifikasi. “Jadi kita tidak tahu apakah itu tertutup oleh lereng atau tertutup tanah. Tapi semuanya sudah ada dengan tim verifikasi,” terangnya. 

Lanjut Samuel, berdasarkan data hasil verifikasi tersebut yang dibawa ke pusat untuk dilakukan perundingan antara kedua negara, Yakni Indonesia dan Malaysia untuk kembali membahas terhadap patok pilar perbatasan tersebut. “Yah menentukan bagaimana kelanjutkan itu dari pusat. Karena ini adalah kewenangan dari mereka Kemenkuham dan TNI, kalau kita di provinsi hanya mendampingi saja,” ungkapnya. 

Ia juga memastikan kepada masyarakat di perbatasan agar tidak terpengaruh terhadap provakator atau isu-isu yang tidak dibenarkan. Meski patok Y615 hilang, tapi untuk titik koordinat antar batas kedua negara tetap terlihat di peta. “Jadi kami harapkan masyarakat di Krayan tidak perlu cemas. Karena patok-patok yang ada masih aman. Dan yang hilang itu akan dipasang, tapi kembali dari pemerintah pusat lagi,” tuturnya. 

Dia juga menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan gencar melaksanakan kegiatan patok batas tersebut dan memprioritaskan di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia
misalnya, Krayan, Sebatik dan daerah lainnya. “Tujuan sosialisasi ini agar masyarakat bisa memahami terhadap batas atau patok batas itu sendiri. Dan mengharapkan juga keterlibatan masyarakat untuk bisa memelihara dan
mengawasinya,” ungkapnya. 

Dengan dilibatkan masyarakat dalam mengawasi patok batas atau patok pilar tersebut, diakuinya,
tidak ada lagi isu atau berita-berita hoax yang akan menghancurkan NKRI di kawasan perbatasan. “Apalagi di daerah perbatasan masih dimiliki pemangku adat. Jadi kami minta pemangku adat atau desa dapat memahami tentang patok perbatasan dan menjaganya,” pungkasnya. (muf)

No comments