Social Items

 (Foto:Rizkia/SuaraKaltara.com) Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmatyo saat Konferensi Pers di Tarakan, Kalimantan Utara.

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Tarakan, Kalimantan Utara pada pukul 15.00 Wite sore tadi dalam rangka Safari Ramadhan serta peresmian Maritime Command Center (MCC) dan dalam rangka kerja sama dengan 2 negara tetangga yaitu Malaysia dan Philipina. Dalam amanatnya malam kemarin di Masjid Baitul Izza (Islamic Centre) Tarakan, beliau berpesan untuk tidak mengikuti kelompok radikal apapun, terlebih yang mengatas namakan agama. " Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama, oleh karena itu jangan diikuti," ungkapnya.

Peresmian MCC serta MoU Trilateral tiga negara Indonesia - Malaysia - Philipina (Indomaphil). Kerja sama antara 3 negara ini adalah bentuk untuk menangkal terorisme diwilyah segitiga emas Indonesia, Malaysia dan Phillipina. Di Indonesia sendiri letak MCC berada di Tarakan, Kaltara. Lalu di Malaysia berada di Tawau dan Philipina berada di Bongao. Setelah penandatanganan Prasasti oleh Jenderal TNI, Panglima Gatot Nurmantyo bersama Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Philipina Delvin N. Lorenzana.

"Kerja sama ini digagas dalam rangka menjaga dan menghadapi tantagan keamanan terkait dengan perairan perbatasan negara saat ini," ungkanya lagi. 

Ia juga menerangkan kegiatan ini adalah tindakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Jogjakarta. Menanggapi kejadian terorisme di Marawi, Philipina MCC ini akan memantau apapun yang lewat melalui perairan. Ia juga mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan Angkatan Bersenjata Philipine yaitu AFP karena telah menumpas 257 orang teroris hingga hari ini.

Dalam peresmian tersebut juga turut hadir, Menteri Pertahanan Singapura Dr. Maliki bin Osman dan Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussallam, Dato Seri Abdul Aziz bin Haji Moh Tamit, keduanya hadir sebagai observer.


  (KIA)

Indomaphil, Siap Tumpas Terorisme!

SUARA KALTARA
 (Foto:Rizkia/SuaraKaltara.com) Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmatyo saat Konferensi Pers di Tarakan, Kalimantan Utara.

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Tarakan, Kalimantan Utara pada pukul 15.00 Wite sore tadi dalam rangka Safari Ramadhan serta peresmian Maritime Command Center (MCC) dan dalam rangka kerja sama dengan 2 negara tetangga yaitu Malaysia dan Philipina. Dalam amanatnya malam kemarin di Masjid Baitul Izza (Islamic Centre) Tarakan, beliau berpesan untuk tidak mengikuti kelompok radikal apapun, terlebih yang mengatas namakan agama. " Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama, oleh karena itu jangan diikuti," ungkapnya.

Peresmian MCC serta MoU Trilateral tiga negara Indonesia - Malaysia - Philipina (Indomaphil). Kerja sama antara 3 negara ini adalah bentuk untuk menangkal terorisme diwilyah segitiga emas Indonesia, Malaysia dan Phillipina. Di Indonesia sendiri letak MCC berada di Tarakan, Kaltara. Lalu di Malaysia berada di Tawau dan Philipina berada di Bongao. Setelah penandatanganan Prasasti oleh Jenderal TNI, Panglima Gatot Nurmantyo bersama Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Philipina Delvin N. Lorenzana.

"Kerja sama ini digagas dalam rangka menjaga dan menghadapi tantagan keamanan terkait dengan perairan perbatasan negara saat ini," ungkanya lagi. 

Ia juga menerangkan kegiatan ini adalah tindakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Jogjakarta. Menanggapi kejadian terorisme di Marawi, Philipina MCC ini akan memantau apapun yang lewat melalui perairan. Ia juga mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan Angkatan Bersenjata Philipine yaitu AFP karena telah menumpas 257 orang teroris hingga hari ini.

Dalam peresmian tersebut juga turut hadir, Menteri Pertahanan Singapura Dr. Maliki bin Osman dan Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussallam, Dato Seri Abdul Aziz bin Haji Moh Tamit, keduanya hadir sebagai observer.


  (KIA)

No comments