Social Items



(Foto: Mufid/Suarakaltara) MENJADI KHATIB:Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat menjadi khatib di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor siang tadi.


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Safaruddin bertindak selaku khatib jumat di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor pada Jumat ,(16/06/2017) siang tadi. Disaksikan ratusan jamaah masjid, jenderal bintang dua tersebut tampak khuysu dan telaten menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat Ibukota Kaltara.

Inti dari isi khutbah Kapolda yakni berbuat baik kepada seluruh makhluk sebagaimana yang diajarkan Allah dalam Al-Qur'an dan hadist nabi Muhammad. "Kita harus berbuat baik kepada seluruh makhluk termasuk hewan, cinta lingkungan terlebih lagi kepada sesama manusia," katanya.

Ia memperingatkan pula bahwa dalam menyempurnakan ibadah, umat islam tak hanya sekedar menjalankan kewajiban melainkan juga tak berperilaku buruk terhadap sesama. Apalagi menggunjing orang lain. "Saat ini lagi maraknya menebar kebencian, menyakiti sesama manusia bahkan sesama muslim hingga menjelekkan saudaranya sendiri khususnya melalui media sosial," ungkapnya.

Hal tersebut lanjut Kapolda harus dihentikan sejak saat ini. Sebab termasuk orang yang merugi jika beribadah lancar mulai dari salat, puasa dan ibadah lainnya jika tetap menggunjing orang lain. "Pulang dari salat jumat kita harus menyadari bahwa tidak boleh lagi menggunjing orang lain. Karena kita akan menjadi orang bangkrut di akhirat nanti, dimana saat perhitungan amal kita habis hanya karena dosa menggunjing orang di media sosial," tegasnya.

Kapolda berdarah sulawesi tersebut menekankan pula kepada jamaah jumat dan seluruh masyarakat agar tidak lagi menjelekkan dan menggunjing pemimpin serta para ulama. "Jangan lagi menggunjing pemimpin, ulama, orang-orang saleh dan penyampai kebenaran. Karena dalam islam kita sudah diajarkan untuk saling menyayangi bukan saling membenci," kata Safaruddin mengingatkan. 

Sebab, lanjutnya, seburuk-buruk ghibah (menjelekkan orang lain) adalah mereka yang menggunjing para pemimpin dan para ulama. Ia berharap masayarakat di Kaltim dan Kaltara yang masuk dalam wilayah hukumnya tidak ikut dalam kategori orang yang sering menggunjing di media sosial. "Karena orang yang menggunjing itu memecah persatuan dan kesatuan baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara," pesannya. (muf)
Area lampiran

Jadi Khatib, Kapolda Kaltim Ingatkan Tak Menggunjing Pemimpin dan Ulama

SUARA KALTARA


(Foto: Mufid/Suarakaltara) MENJADI KHATIB:Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat menjadi khatib di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor siang tadi.


SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Safaruddin bertindak selaku khatib jumat di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor pada Jumat ,(16/06/2017) siang tadi. Disaksikan ratusan jamaah masjid, jenderal bintang dua tersebut tampak khuysu dan telaten menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat Ibukota Kaltara.

Inti dari isi khutbah Kapolda yakni berbuat baik kepada seluruh makhluk sebagaimana yang diajarkan Allah dalam Al-Qur'an dan hadist nabi Muhammad. "Kita harus berbuat baik kepada seluruh makhluk termasuk hewan, cinta lingkungan terlebih lagi kepada sesama manusia," katanya.

Ia memperingatkan pula bahwa dalam menyempurnakan ibadah, umat islam tak hanya sekedar menjalankan kewajiban melainkan juga tak berperilaku buruk terhadap sesama. Apalagi menggunjing orang lain. "Saat ini lagi maraknya menebar kebencian, menyakiti sesama manusia bahkan sesama muslim hingga menjelekkan saudaranya sendiri khususnya melalui media sosial," ungkapnya.

Hal tersebut lanjut Kapolda harus dihentikan sejak saat ini. Sebab termasuk orang yang merugi jika beribadah lancar mulai dari salat, puasa dan ibadah lainnya jika tetap menggunjing orang lain. "Pulang dari salat jumat kita harus menyadari bahwa tidak boleh lagi menggunjing orang lain. Karena kita akan menjadi orang bangkrut di akhirat nanti, dimana saat perhitungan amal kita habis hanya karena dosa menggunjing orang di media sosial," tegasnya.

Kapolda berdarah sulawesi tersebut menekankan pula kepada jamaah jumat dan seluruh masyarakat agar tidak lagi menjelekkan dan menggunjing pemimpin serta para ulama. "Jangan lagi menggunjing pemimpin, ulama, orang-orang saleh dan penyampai kebenaran. Karena dalam islam kita sudah diajarkan untuk saling menyayangi bukan saling membenci," kata Safaruddin mengingatkan. 

Sebab, lanjutnya, seburuk-buruk ghibah (menjelekkan orang lain) adalah mereka yang menggunjing para pemimpin dan para ulama. Ia berharap masayarakat di Kaltim dan Kaltara yang masuk dalam wilayah hukumnya tidak ikut dalam kategori orang yang sering menggunjing di media sosial. "Karena orang yang menggunjing itu memecah persatuan dan kesatuan baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara," pesannya. (muf)
Area lampiran

No comments