Social Items

(FOTO : RICO JEFERSON DAO/SUARA KALTARA)
DIPERIKSA : PETUGAS KARANTINA HEWAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN PADA PASOKAN DAGING YANG BARU MASUK MILIK PT. SRI KENCANA LESTARI


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Langkanya daging sapi dipasaran membuat produsen putar akal untuk memasok kebutuhan daging bagi warga kota Tarakan. Terlebih saat ini H-3 menjelang lebaran, karena kebutuhan akan daging sapi yang tinggi bagi umat muslim yang akan merayakan Idul Fitri. Hal ini lalu ditanggapi oleh salah satu prosedur daging PT. Sri Kencana Lestari sebagai pemasok daging terbesar di Kaltara.
Dikatakan pimpinan PT. Sri Kencana Lestari, Sri Sulastriningsih bahwa harga penjualan daging dipasaran kini kembali melejit. Daging beku yang ditawarkan oleh PT. Bulog yang di pusatkan Jakarta, sudah dua kali masuk di Tarakan. Harga daging beku bisa dikatakan lebih murah dibandingkan harga daging lokal pada umumnya.
“Mendekati hari raya Idul Fitri harga daging beku akan mengalami peningkatan sedikit, mulai Rp 78.000 sampai Rp 85.000 perkilogram dari sebelumnya harga daging hanya Rp 75.000 sampai Rp 80.000 perkilogramnya,”kata Sri ketika ditanya Suara Kaltara, Rabu (21/6).
Disamping itu Sri juga mengatakan walaupun harga waktu lebaran nanti naik akan tetapi harga tersebut  nantinya tidak jauh dengan harga sebelumnya. Selesai lebaran nantinya juga harga dagingnya akan kembali normal. "Saya berharap  daging yang baru datang ini agar segera habis terjual, mengingat kebutuhan masyarakat Kaltara sangat tinggi," tambahnya.

Namun kali ini bukan daging merk Alana yang massuk ke Tarakan, melainkan daging dengan merk Amroon. Tapi, jangan khawatir Sri mendapatkan daging ini juga secara resmi dari PT. Bulog Indonesia, disertai dengan label Halal dari MUI Pusat. Sri menambahkan nantinya harga daging ini tidak akan dijual melebihi Rp. 100.000,- hal itu telah ditekankan Sri kepada para pengecer yang sudah berlangganan kepadanya.
Ditambahkan Kasubdit Analisa Kasus Direktort Tertib Niaga, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdangangan, Aldyson daging merk Amroon ini mempunyai izin resmi dari pemerintahan pusat dan bisa diedarkan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, untuk harga penjualannya ini mengikuti pada Peraturan Menteri Perdangangan Nomor 27 Tahun 2017 . “Saya juga sempat membicarakan ini dengan pemilik usaha harga yang diberikan sudah sesuai dengan kententuan Menteri perdagangan,” ungkap Aldyson.
Tidak hanya daging Amroon saja yang di suplay oleh PT Bulog tetapi ,masih ada beberapa macam daging beku lainnya seperti Alana dan MK. Harga yang sudah ditetapkan ini tidak boleh dinaikkan, ketika ada kenaikan dengan harga yang ditentukan maka pedagang yang menjual akan terkena sanksi hukum tegas Aldyson. (JEF)



JELANG IDUL FITRI, PASOKAN DAGING BEKU AMAN

SUARA KALTARA
(FOTO : RICO JEFERSON DAO/SUARA KALTARA)
DIPERIKSA : PETUGAS KARANTINA HEWAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN PADA PASOKAN DAGING YANG BARU MASUK MILIK PT. SRI KENCANA LESTARI


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Langkanya daging sapi dipasaran membuat produsen putar akal untuk memasok kebutuhan daging bagi warga kota Tarakan. Terlebih saat ini H-3 menjelang lebaran, karena kebutuhan akan daging sapi yang tinggi bagi umat muslim yang akan merayakan Idul Fitri. Hal ini lalu ditanggapi oleh salah satu prosedur daging PT. Sri Kencana Lestari sebagai pemasok daging terbesar di Kaltara.
Dikatakan pimpinan PT. Sri Kencana Lestari, Sri Sulastriningsih bahwa harga penjualan daging dipasaran kini kembali melejit. Daging beku yang ditawarkan oleh PT. Bulog yang di pusatkan Jakarta, sudah dua kali masuk di Tarakan. Harga daging beku bisa dikatakan lebih murah dibandingkan harga daging lokal pada umumnya.
“Mendekati hari raya Idul Fitri harga daging beku akan mengalami peningkatan sedikit, mulai Rp 78.000 sampai Rp 85.000 perkilogram dari sebelumnya harga daging hanya Rp 75.000 sampai Rp 80.000 perkilogramnya,”kata Sri ketika ditanya Suara Kaltara, Rabu (21/6).
Disamping itu Sri juga mengatakan walaupun harga waktu lebaran nanti naik akan tetapi harga tersebut  nantinya tidak jauh dengan harga sebelumnya. Selesai lebaran nantinya juga harga dagingnya akan kembali normal. "Saya berharap  daging yang baru datang ini agar segera habis terjual, mengingat kebutuhan masyarakat Kaltara sangat tinggi," tambahnya.

Namun kali ini bukan daging merk Alana yang massuk ke Tarakan, melainkan daging dengan merk Amroon. Tapi, jangan khawatir Sri mendapatkan daging ini juga secara resmi dari PT. Bulog Indonesia, disertai dengan label Halal dari MUI Pusat. Sri menambahkan nantinya harga daging ini tidak akan dijual melebihi Rp. 100.000,- hal itu telah ditekankan Sri kepada para pengecer yang sudah berlangganan kepadanya.
Ditambahkan Kasubdit Analisa Kasus Direktort Tertib Niaga, Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdangangan, Aldyson daging merk Amroon ini mempunyai izin resmi dari pemerintahan pusat dan bisa diedarkan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, untuk harga penjualannya ini mengikuti pada Peraturan Menteri Perdangangan Nomor 27 Tahun 2017 . “Saya juga sempat membicarakan ini dengan pemilik usaha harga yang diberikan sudah sesuai dengan kententuan Menteri perdagangan,” ungkap Aldyson.
Tidak hanya daging Amroon saja yang di suplay oleh PT Bulog tetapi ,masih ada beberapa macam daging beku lainnya seperti Alana dan MK. Harga yang sudah ditetapkan ini tidak boleh dinaikkan, ketika ada kenaikan dengan harga yang ditentukan maka pedagang yang menjual akan terkena sanksi hukum tegas Aldyson. (JEF)



No comments