Social Items

Tim Utusan Khusus Presiden akan mengunjung Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). (foto: Mufid/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TANJUNGSELOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan tim utusan khususnya yang berjumlah delapan orang ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (12/6/2017) hari ini. Tim utusan khusus presiden ini mengurusi soal perbatasan, sehingga mereka mengunjungi Kaltara sebagai daerah perbatasan.

Rencananya pada Selasa (13/6/2017) besok, tim utusan khusus presiden yang dipimpin Dr Eddy Pratomo akan melakukan peninjauan langsung ke Pulau Sebatik, Nunukan sebagai daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Adapun beberapa hal yang menjadi parameter dalam peninjauan ini yakni batas laut di Sebatik.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie turut memberikan masukan kepada tim khusus presiden agar memperhatikan pula batas sungai. "Tak hanya batas laut, kalau bisa batas sungai juga diperhatikan," kata Irianto.

Sebelumnya, dijelaskan bahwa telah dilakukan enam kali pertemuan diplomasi dengan negeri jiran Malaysia terkait isu ini. Dan akan dilakukan pertemuan ketujuh yang berlangsung di Kuala Lumpur.

"Nanti akan dilakukan perundingan ketujuh dan nanti hal paling krusial akan dibahas. Rencananya di Kuala Lumpur. Makanya kami mau ke Sebatik dulu untuk melakukan pemantauan langsung," kata Eddy.

(muf)

Kepada Tim Utusan Khusus Presiden, Ini Pesan Penting Gubernur Kaltara

SUARA KALTARA
Tim Utusan Khusus Presiden akan mengunjung Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). (foto: Mufid/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TANJUNGSELOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan tim utusan khususnya yang berjumlah delapan orang ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (12/6/2017) hari ini. Tim utusan khusus presiden ini mengurusi soal perbatasan, sehingga mereka mengunjungi Kaltara sebagai daerah perbatasan.

Rencananya pada Selasa (13/6/2017) besok, tim utusan khusus presiden yang dipimpin Dr Eddy Pratomo akan melakukan peninjauan langsung ke Pulau Sebatik, Nunukan sebagai daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Adapun beberapa hal yang menjadi parameter dalam peninjauan ini yakni batas laut di Sebatik.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie turut memberikan masukan kepada tim khusus presiden agar memperhatikan pula batas sungai. "Tak hanya batas laut, kalau bisa batas sungai juga diperhatikan," kata Irianto.

Sebelumnya, dijelaskan bahwa telah dilakukan enam kali pertemuan diplomasi dengan negeri jiran Malaysia terkait isu ini. Dan akan dilakukan pertemuan ketujuh yang berlangsung di Kuala Lumpur.

"Nanti akan dilakukan perundingan ketujuh dan nanti hal paling krusial akan dibahas. Rencananya di Kuala Lumpur. Makanya kami mau ke Sebatik dulu untuk melakukan pemantauan langsung," kata Eddy.

(muf)

No comments