Social Items

Tukang masak hajatan (foto: ilustrasi/internet)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan mengeluarkan imbauan terkait penggunaan bahan makanan agar aman untuk digunakan dan dikonsumsi.

Hj. Syamsiah (36), salah seorang ibu rumah tangga yang kerap menjadi kepala masak di setiap hajatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku telah mendapatkan informasi tersebut.

Ia sependapat dengan apa yang disampaikan pihak Dinkes Nunukan karena dengan adanya imbauan tersebut, ada tanggungjawab bagi setiap orang-orang yang dipercaya mengolah makanan.

“Saya rasa lebih bagus ada begitu. Biar lebih tertib. Jadi, masyarakat juga tidak sembarang menyuruh kepala masak,” ungkap Syamsiah kepada suarakaltara.com, Rabu (7/6/2017).

Menurut Syamsiah, sikap tegas yang diambil Dinkes Nunukan seharusnya didukung dengan upaya yang maksimal lagi. Tidak hanya sekedar melaporkan saja, tapi ada perhatian serius lainnya.

Semisal merangkul semua masyarakat yang memiliki kemampuan dalam mengolah masakan dalam jumlah besar dan untuk sebuah hajatan.

“Kalau perlu pemerintah itu adakan pelatihan kepada juru masak yang ada. Lalu, berikan sertifikat sebagai bukti jika mereka ini dapat dipercaya,” ujarnya.

(she)

Kepala Masak Hajatan Ini Setuju Imbauan Dinkes Nunukan, Bilangnya Begini

SUARA KALTARA
Tukang masak hajatan (foto: ilustrasi/internet)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan mengeluarkan imbauan terkait penggunaan bahan makanan agar aman untuk digunakan dan dikonsumsi.

Hj. Syamsiah (36), salah seorang ibu rumah tangga yang kerap menjadi kepala masak di setiap hajatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku telah mendapatkan informasi tersebut.

Ia sependapat dengan apa yang disampaikan pihak Dinkes Nunukan karena dengan adanya imbauan tersebut, ada tanggungjawab bagi setiap orang-orang yang dipercaya mengolah makanan.

“Saya rasa lebih bagus ada begitu. Biar lebih tertib. Jadi, masyarakat juga tidak sembarang menyuruh kepala masak,” ungkap Syamsiah kepada suarakaltara.com, Rabu (7/6/2017).

Menurut Syamsiah, sikap tegas yang diambil Dinkes Nunukan seharusnya didukung dengan upaya yang maksimal lagi. Tidak hanya sekedar melaporkan saja, tapi ada perhatian serius lainnya.

Semisal merangkul semua masyarakat yang memiliki kemampuan dalam mengolah masakan dalam jumlah besar dan untuk sebuah hajatan.

“Kalau perlu pemerintah itu adakan pelatihan kepada juru masak yang ada. Lalu, berikan sertifikat sebagai bukti jika mereka ini dapat dipercaya,” ujarnya.

(she)

No comments