Social Items

Menristekdikti Prof H. Mohammad Nasir (baju putih) didampingi Wagub Kaltara H Udin Hianggio dan Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof Adri Patton dalam kunjungannya ke Gedung Rektorat UBT, Kamis (8/6/2017). (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohammad Nasir berkesempatan mengunjungi Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (8/6/2017). Dalam kunjungannya, Menristekdikti Nasir menyambangi Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Dalam sambutannya, Nasir membahas isu terorisme, narkotika dan radikalisme yang kini menjadi musuh besar bangsa Indonesia. di hadapan para dosen, mahasiswa dan peserta lainnya.

Menurut menteri Nasir, jika ada mahasiswa yang terlibat kasus terorisme, narkotika dan radikalisme, maka pihak kampus diharapkan untuk tidak segan-segan mengeluarkan yang bersangkutan dari universitasnya.

“Saya tekankan kepada seluruh mahasiswa, rektor dan dosen bagi siapapun yang kedapatan telah bersekongkol dengan kelompok radikal ataupun terlibat aksi terorisme maka akan segera saya tindak, siapapun itu,” tegas Nasir.

Menteri Nasir juga memaparkan, hingga saat ini sudah ada dosen yang ketahuan terlibat dan ikut kelomok radikal dan terorisme. Oknum dosen tersebut, sebut Nasir, sudah ditindak tegas langsung olehnya.

Untuk itu, Nasir juga mengimbau agar tidak segan-segan melaporkan kepada pihak berwajib agar segera ditindak.

“Saya tekankan sekali lagi, kalau ada yang tau tentang aktifitas terorisme dan radikalisme segera laporkan kepada pihak berwajib,” imbuh Nasir.

Sementara itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara H. Udin Hianggio serta beberapa rektor dari Universitas Mulawarman, Universitas Tanjung Pura, Universitas Lambung Mangkurat dan lainnya.

(kia)

Kunjungi Tarakan, Menristekdikti Mohammad Nasir Singgung Isu Terorisme, Narkotika dan Radikalisme

SUARA KALTARA
Menristekdikti Prof H. Mohammad Nasir (baju putih) didampingi Wagub Kaltara H Udin Hianggio dan Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof Adri Patton dalam kunjungannya ke Gedung Rektorat UBT, Kamis (8/6/2017). (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohammad Nasir berkesempatan mengunjungi Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (8/6/2017). Dalam kunjungannya, Menristekdikti Nasir menyambangi Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Dalam sambutannya, Nasir membahas isu terorisme, narkotika dan radikalisme yang kini menjadi musuh besar bangsa Indonesia. di hadapan para dosen, mahasiswa dan peserta lainnya.

Menurut menteri Nasir, jika ada mahasiswa yang terlibat kasus terorisme, narkotika dan radikalisme, maka pihak kampus diharapkan untuk tidak segan-segan mengeluarkan yang bersangkutan dari universitasnya.

“Saya tekankan kepada seluruh mahasiswa, rektor dan dosen bagi siapapun yang kedapatan telah bersekongkol dengan kelompok radikal ataupun terlibat aksi terorisme maka akan segera saya tindak, siapapun itu,” tegas Nasir.

Menteri Nasir juga memaparkan, hingga saat ini sudah ada dosen yang ketahuan terlibat dan ikut kelomok radikal dan terorisme. Oknum dosen tersebut, sebut Nasir, sudah ditindak tegas langsung olehnya.

Untuk itu, Nasir juga mengimbau agar tidak segan-segan melaporkan kepada pihak berwajib agar segera ditindak.

“Saya tekankan sekali lagi, kalau ada yang tau tentang aktifitas terorisme dan radikalisme segera laporkan kepada pihak berwajib,” imbuh Nasir.

Sementara itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara H. Udin Hianggio serta beberapa rektor dari Universitas Mulawarman, Universitas Tanjung Pura, Universitas Lambung Mangkurat dan lainnya.

(kia)

No comments