Social Items

(Foto: Rizkia-SuaraKaltara.com) Laksma Ferial Facroni bersama Kepala BNN Tarakan dan BNN Provinsi Kaltara saat Konferensi Pers di Lantamal XIII Tarakan
SUARAKALTARA.COM - Tarakan- Lantamal XIII Tarakan, kembali menorehkan prestasi, pasalnya Tim EFQR telah berhasil menangkap tiga pria yang terduga akan menjual Narkoba jenis Sabu-Sabu seberat 5 Kg, dari Nunukan dan akan diedarkan di Tarakan. Ketiga pelaku masing-masing berinisial MA, SI, dan HI yang merupakan warga Tarakan dan menurut pengakuan ketiganya ini merupakan pesanan dari seorang warga binaan Lapas Tarakan.
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut XIII Laksamana Pertama Ferial Facroni menjelaskan kronologis kejadian ketika anggotanya melakukan patroli pengamanan di perairan sekitar Juwata Laut, lantas melakukan pemeriksaan kepada penumpang, barang bawaan dan speedboat yang melintas. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tim EFQR berhasil menemukan barang yang mencurigakan disembunyikan disamping kemudi dalam bungkus pampers.

"Saat dilakukan pemeriksaan ternyata bungkusan tersebut adalah sabu-sabu yang akan diedarkan di Tarakan,"terangnya kepada SuaraKaltara.com.
Setelah melakukan pemeriksaan diketahui barang tersebut adalah Narkoba jenis sabu-sabu, di jelaskan pula bahwa barang tangkapan tersebut  terdiri dari 5 bungkusan besar seberat 5 Kg. Setelah itu pihaknya langsung mengamankan ketiga terduga tersebut, dan menghubungi pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan dan Polres Tarakan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ketiga tersangka dan barang bukti yang ditemukan.

“Barang bukti yang didapat yaitu 5 bungkus besar narkotika jenis sabu-sabu dan saat ini akan didalami oleh pihak kepolisian bersama dengan tim EFQR Lantamal XIII Tarakan,” tutur Ferial.
Di tambahkan bahwa SI adalah sang motoris speedbooat dan MA adalah penumpang yang menuju kota Tarakan. Dari hasil pengakuan awal bahwa pelaku adalah kurir laut dan akan memberikan barang tersebut dengan kurir darat yang berinisial MA. Pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari tanjung dan akan di bawa ke Tarakan. BB yang di tangkap tersebut di bungkus dengan pampers bayi kemudian di masukkan dalam sebuah plastik berwarna hitam .
“Penyelidikan akan terus dilakukan karena BB ini tidak mungkin datang dengan sendirinya pasti ada memesan” urai Ferial Facroni.

Sampai saat ini pihak BNN dan pihak Kepolisian belum mengetahui siapa pemesan dari barang tersebut, dan belum di ketahui sabu tersebut akan di edar kemana karena belum ada keterangan lebih lanjut dari para pelaku. Dari pengakuan pelaku bahwa mereka sudah tiga kali melakukan pengantaran barang bukti tersebut, ssehingga masih didalami.

Dr. H. Agus surya dewi kepala BNNK Tarakan menambahkan bahwa permasalahan penangkapan ini belum melalui proses penyidikan karena penangkapan ini di lakukan oleh tim EFQR Lantamal XIII dan dalam waktu dekat kami segera melakukan proses penyelidikan, kami juga belum bisa memberikan keterangan lebih banyak.
“Para pelaku akan di ancam dengan hukuman 20 tahun penjara sampai hukuman mati dan akan di jerat dengan undang-undang 35 tahun 2009 pasal 112 ayat 2,”tutupnya. ( Kia )







Lantamal XIII Kembali Torehkan Prestasi

SUARA KALTARA
(Foto: Rizkia-SuaraKaltara.com) Laksma Ferial Facroni bersama Kepala BNN Tarakan dan BNN Provinsi Kaltara saat Konferensi Pers di Lantamal XIII Tarakan
SUARAKALTARA.COM - Tarakan- Lantamal XIII Tarakan, kembali menorehkan prestasi, pasalnya Tim EFQR telah berhasil menangkap tiga pria yang terduga akan menjual Narkoba jenis Sabu-Sabu seberat 5 Kg, dari Nunukan dan akan diedarkan di Tarakan. Ketiga pelaku masing-masing berinisial MA, SI, dan HI yang merupakan warga Tarakan dan menurut pengakuan ketiganya ini merupakan pesanan dari seorang warga binaan Lapas Tarakan.
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut XIII Laksamana Pertama Ferial Facroni menjelaskan kronologis kejadian ketika anggotanya melakukan patroli pengamanan di perairan sekitar Juwata Laut, lantas melakukan pemeriksaan kepada penumpang, barang bawaan dan speedboat yang melintas. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tim EFQR berhasil menemukan barang yang mencurigakan disembunyikan disamping kemudi dalam bungkus pampers.

"Saat dilakukan pemeriksaan ternyata bungkusan tersebut adalah sabu-sabu yang akan diedarkan di Tarakan,"terangnya kepada SuaraKaltara.com.
Setelah melakukan pemeriksaan diketahui barang tersebut adalah Narkoba jenis sabu-sabu, di jelaskan pula bahwa barang tangkapan tersebut  terdiri dari 5 bungkusan besar seberat 5 Kg. Setelah itu pihaknya langsung mengamankan ketiga terduga tersebut, dan menghubungi pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan dan Polres Tarakan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ketiga tersangka dan barang bukti yang ditemukan.

“Barang bukti yang didapat yaitu 5 bungkus besar narkotika jenis sabu-sabu dan saat ini akan didalami oleh pihak kepolisian bersama dengan tim EFQR Lantamal XIII Tarakan,” tutur Ferial.
Di tambahkan bahwa SI adalah sang motoris speedbooat dan MA adalah penumpang yang menuju kota Tarakan. Dari hasil pengakuan awal bahwa pelaku adalah kurir laut dan akan memberikan barang tersebut dengan kurir darat yang berinisial MA. Pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari tanjung dan akan di bawa ke Tarakan. BB yang di tangkap tersebut di bungkus dengan pampers bayi kemudian di masukkan dalam sebuah plastik berwarna hitam .
“Penyelidikan akan terus dilakukan karena BB ini tidak mungkin datang dengan sendirinya pasti ada memesan” urai Ferial Facroni.

Sampai saat ini pihak BNN dan pihak Kepolisian belum mengetahui siapa pemesan dari barang tersebut, dan belum di ketahui sabu tersebut akan di edar kemana karena belum ada keterangan lebih lanjut dari para pelaku. Dari pengakuan pelaku bahwa mereka sudah tiga kali melakukan pengantaran barang bukti tersebut, ssehingga masih didalami.

Dr. H. Agus surya dewi kepala BNNK Tarakan menambahkan bahwa permasalahan penangkapan ini belum melalui proses penyidikan karena penangkapan ini di lakukan oleh tim EFQR Lantamal XIII dan dalam waktu dekat kami segera melakukan proses penyelidikan, kami juga belum bisa memberikan keterangan lebih banyak.
“Para pelaku akan di ancam dengan hukuman 20 tahun penjara sampai hukuman mati dan akan di jerat dengan undang-undang 35 tahun 2009 pasal 112 ayat 2,”tutupnya. ( Kia )







No comments