Social Items

Apel siap siaga yang digelar Lantamal XIII Tarakan di Pelabuhan Malundung Tarakan. (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Terkait apel siaga yang dimotori Pangkalatan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan di Pelabuhan Malundung Tarakan, Pangkalan Udara (Lanud) Suharnoko Harbani Tarakan juga melakukan patroli udara dengan menggunakan pesawat Boeing 737 selama 2 hari terakhir.

Lalu, pada tanggal 16 Juni 2017 nanti,  Lanud Suharnoko Harbani Tarakan juga akan mendatangkan pesawat tempur Sukhoi. Hal ini juga untuk memantau pergerakan kelompok radikal ISIS dari udara.

“Pesawat Boeing 737 nanti akan kita combine dengan datangnya Sukhoi di tanggal 16 Juni dan akan stand by hingga tanggal yang belum ditentukan nantinya,” kata Danlanud Suharnoko Harbani Tarakan, Kolonel (Pnb) Didik Kristianto, Sabtu (10/6/2017).

Didik mengungkapkan, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan seperti untuk mengontrol jalan-jalan tikus bagi kelompok pro ISIS dari Marawi, Filipina. Sehingga bisa segera ditangani dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Filipina.

Nantinya akan ada 4 pesawat Sukhoi yang didatangkan langsung dari Makassar untuk stand by di Lanud Suharnoko Harbani Tarakan. Selain untuk pengamanan udara juga sebagai pendukung untuk acara launching Media Commande Center (MCC) yang dijadwalkan akan diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara langsung pada tanggal 19 Juni 2017 mendatang.

“Untuk pasukan kini sudah stand by disemua Lanud di Kaltara, baik di Nunukan, Tanjung Selor dan wilayah perbatasan Kalimantan Utara lainnya,” kata Didik.

Jika nanti didapati pesawat atau pergerakan yang mencurigakan dari udara, maka akan segera dilakukan penindakan awal berupa teguran atau pengusiran langsung sesuai perintah dari Panglima TNI.

Tapi jika membahayakan bisa saja ada perintah penembakan langsung yang diberitahukan oleh presiden.

“Kalau ada pesawat asing, tindakan pertama ya diusir, kalau tidak mau ya dipaksa turun jika masih tidak mau juga kita tunggu keputusan dari pimpinan karena perintah tembak hanya dikeluarkan oleh presiden,” pungkasnya.

(kia)

Lanud Suharnoko Harbani Tarakan Datangkan 4 Pesawat Sukhoi Buat Hajar ISIS

SUARA KALTARA
Apel siap siaga yang digelar Lantamal XIII Tarakan di Pelabuhan Malundung Tarakan. (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Terkait apel siaga yang dimotori Pangkalatan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan di Pelabuhan Malundung Tarakan, Pangkalan Udara (Lanud) Suharnoko Harbani Tarakan juga melakukan patroli udara dengan menggunakan pesawat Boeing 737 selama 2 hari terakhir.

Lalu, pada tanggal 16 Juni 2017 nanti,  Lanud Suharnoko Harbani Tarakan juga akan mendatangkan pesawat tempur Sukhoi. Hal ini juga untuk memantau pergerakan kelompok radikal ISIS dari udara.

“Pesawat Boeing 737 nanti akan kita combine dengan datangnya Sukhoi di tanggal 16 Juni dan akan stand by hingga tanggal yang belum ditentukan nantinya,” kata Danlanud Suharnoko Harbani Tarakan, Kolonel (Pnb) Didik Kristianto, Sabtu (10/6/2017).

Didik mengungkapkan, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan seperti untuk mengontrol jalan-jalan tikus bagi kelompok pro ISIS dari Marawi, Filipina. Sehingga bisa segera ditangani dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Filipina.

Nantinya akan ada 4 pesawat Sukhoi yang didatangkan langsung dari Makassar untuk stand by di Lanud Suharnoko Harbani Tarakan. Selain untuk pengamanan udara juga sebagai pendukung untuk acara launching Media Commande Center (MCC) yang dijadwalkan akan diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara langsung pada tanggal 19 Juni 2017 mendatang.

“Untuk pasukan kini sudah stand by disemua Lanud di Kaltara, baik di Nunukan, Tanjung Selor dan wilayah perbatasan Kalimantan Utara lainnya,” kata Didik.

Jika nanti didapati pesawat atau pergerakan yang mencurigakan dari udara, maka akan segera dilakukan penindakan awal berupa teguran atau pengusiran langsung sesuai perintah dari Panglima TNI.

Tapi jika membahayakan bisa saja ada perintah penembakan langsung yang diberitahukan oleh presiden.

“Kalau ada pesawat asing, tindakan pertama ya diusir, kalau tidak mau ya dipaksa turun jika masih tidak mau juga kita tunggu keputusan dari pimpinan karena perintah tembak hanya dikeluarkan oleh presiden,” pungkasnya.

(kia)

No comments