Social Items

Persidangan (foto: ilustrasi)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Sungguh gigih upaya sang terdakwa kasus kekerasaan untuk merayu majelis hakim di persidangannya agar mendapatkan vonis yang ringan. Bukannya menangis atau berlutut sembagi memohon, Abdul malah menyanyikan lagu dangdut untuk hakim-hakim di sidangnya itu.

Tentu saja pemandangan ini sangat langka dan unik terjadi dari ruang persidangan, khususnya di Pengadilan Negeri Tarakan pada Selasa (6/6/2017) lalu.

Jika dibayangkan betapa bengisnya Abdul ketika menimpas pria yang diduga adalah suami dari selingkuhannya itu dengan menggunakan samurai, namun mendadak lucu gegara aksinya mendendangkan lagu dangdut.

Ketika itu, hakim yang dipimpin Christo EN Sitorus SH Mhum akan menjatuhkan vonis selama 2 tahun 6 bulan penjara. Abdul pun 'mencegah' jatuhnya vonis itu dengan menyanyikan sebuah lagu dangdut.

“Pak tolong jangan vonis saya lebih dari dua tahun pak. Kalau tidak, saya akan nyanyi nih di depan bapak agar diringankan,” kata terdakwa Abdul diikuti tawa kecil pengunjung sidang.

Sang hakim yang akrab disapa Christo itu pun meladeni 'tantangan' Abdul dan mengizinkannya bernyanyi. Tapi, bukannya langsung bernyanyi, Abdul malah tidak bernyanyi karena ternyata si terdakwa tidak bisa bernyanyi.

“Maaf pak, saya bingung mau nyanyi lagu apa. Karena saya tidak pernah menghafal lagu,” ujar terdakwa yang kembali disambut tawa.

Christo pun mengajari Abdul untuk bernyanyi. Setelah dilatih sealakadarnya, terdakwa kembali terlihat bingung. Tak lama dia kemudian menyanyikan lagu Tembok Derita ciptaan Asmin Cayder yang beberapa kalimat diplesetkannya.

“Dalam jeruji derita aku menangung dosa, dalam jeruji derita menjadi Narapidana, jauh dari orang tua, istri pun menderita,” senandung Abdul yang kemudian menangis

Abdul mengaku amat mendalami makna lagu tersebut sehingga menangis menyesali perbuatannya. Setelah bernyanyi, terdakwa Abdul mengaku bersyukur lantaran mendapat keringanan hukuman dari hakim.

Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan tuntutan jaksa 2,6 tahun penjara itu berbuah vonis 1, 6 tahun penjara saja. Namun, ketua hakim persidangan berpendapat, keringanan yang diberikan oleh terdakwa bukanlah karena terdakwa sudah bernyanyi, melainkan rasa kemanusiaan lantaran terdakwa memiliki 3 orang anak yang masih bersekolah.

“Begitulah, kita jangan melihat perbuatan terdakwa yang memberatkan terdakwa saja, tapi juga kita harus menimbang nasib keluarga terdakwa. Karena, keluarga dan anak-anak terdakwa masih membutuhkan dirinya,” kata Christo seperti disuntingg Kaltara Pos/Prokal.co.

Dengan putusan yang agak ringan itu, Christo berharap setiap putusan yang dia buat dapat menimbulkan perubahan dari para terdakwa.

“Banyak terdakwa yang saya ringankan, seperti terdakwa Abdul, tapi banyak juga yang saya beratkan. Tergantung perkara dan efek yang dihasilkan. Namun, yang penting adalah terdakwa mau bertobat setelah dihukum,” tutup Christo.

(prokal/izo)

Lucu deh... Demi Vonis Ringan, Abdul Nekat Nyanyi Lagu Dangdut di Sidang Putusannya

SUARA KALTARA
Persidangan (foto: ilustrasi)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Sungguh gigih upaya sang terdakwa kasus kekerasaan untuk merayu majelis hakim di persidangannya agar mendapatkan vonis yang ringan. Bukannya menangis atau berlutut sembagi memohon, Abdul malah menyanyikan lagu dangdut untuk hakim-hakim di sidangnya itu.

Tentu saja pemandangan ini sangat langka dan unik terjadi dari ruang persidangan, khususnya di Pengadilan Negeri Tarakan pada Selasa (6/6/2017) lalu.

Jika dibayangkan betapa bengisnya Abdul ketika menimpas pria yang diduga adalah suami dari selingkuhannya itu dengan menggunakan samurai, namun mendadak lucu gegara aksinya mendendangkan lagu dangdut.

Ketika itu, hakim yang dipimpin Christo EN Sitorus SH Mhum akan menjatuhkan vonis selama 2 tahun 6 bulan penjara. Abdul pun 'mencegah' jatuhnya vonis itu dengan menyanyikan sebuah lagu dangdut.

“Pak tolong jangan vonis saya lebih dari dua tahun pak. Kalau tidak, saya akan nyanyi nih di depan bapak agar diringankan,” kata terdakwa Abdul diikuti tawa kecil pengunjung sidang.

Sang hakim yang akrab disapa Christo itu pun meladeni 'tantangan' Abdul dan mengizinkannya bernyanyi. Tapi, bukannya langsung bernyanyi, Abdul malah tidak bernyanyi karena ternyata si terdakwa tidak bisa bernyanyi.

“Maaf pak, saya bingung mau nyanyi lagu apa. Karena saya tidak pernah menghafal lagu,” ujar terdakwa yang kembali disambut tawa.

Christo pun mengajari Abdul untuk bernyanyi. Setelah dilatih sealakadarnya, terdakwa kembali terlihat bingung. Tak lama dia kemudian menyanyikan lagu Tembok Derita ciptaan Asmin Cayder yang beberapa kalimat diplesetkannya.

“Dalam jeruji derita aku menangung dosa, dalam jeruji derita menjadi Narapidana, jauh dari orang tua, istri pun menderita,” senandung Abdul yang kemudian menangis

Abdul mengaku amat mendalami makna lagu tersebut sehingga menangis menyesali perbuatannya. Setelah bernyanyi, terdakwa Abdul mengaku bersyukur lantaran mendapat keringanan hukuman dari hakim.

Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan tuntutan jaksa 2,6 tahun penjara itu berbuah vonis 1, 6 tahun penjara saja. Namun, ketua hakim persidangan berpendapat, keringanan yang diberikan oleh terdakwa bukanlah karena terdakwa sudah bernyanyi, melainkan rasa kemanusiaan lantaran terdakwa memiliki 3 orang anak yang masih bersekolah.

“Begitulah, kita jangan melihat perbuatan terdakwa yang memberatkan terdakwa saja, tapi juga kita harus menimbang nasib keluarga terdakwa. Karena, keluarga dan anak-anak terdakwa masih membutuhkan dirinya,” kata Christo seperti disuntingg Kaltara Pos/Prokal.co.

Dengan putusan yang agak ringan itu, Christo berharap setiap putusan yang dia buat dapat menimbulkan perubahan dari para terdakwa.

“Banyak terdakwa yang saya ringankan, seperti terdakwa Abdul, tapi banyak juga yang saya beratkan. Tergantung perkara dan efek yang dihasilkan. Namun, yang penting adalah terdakwa mau bertobat setelah dihukum,” tutup Christo.

(prokal/izo)

No comments