Social Items

Massa SPTI Tarakan menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Tarakan terkait Bus Rapid Transit (BRT). (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Hingga saat ini, tercatat ada 800 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Kota Tarakan. Tapi, hanya sebparuh atau 400 unit saja yang dinyatakan layak pakai dan layak operasi.

Fakta ini pun memunculkan kekhawatiran berbagai pihak tentang keselamatan berkendara apalagi selama ini diketahui banyaknya sopir angkot yang 'nakal' dengan suka tiba-tiba menepi dan membahayakan penumpang maupun pejalan kaki yang berada disekitar badan jalan.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Hamid Amren ia mengatakan, hingga hari ini hanya 195 angkot yang telah menjalani uji KIR.Sedangkan sisanya masih belum diketahui kondisi sebenarnya.

Padahal pada umumnya kendaraan umum harus melakukan uji KIR 6 bulan sekali, untuk mengetahui kelayakannya.

“Ada sekitar 800 angkot di Tarakan, yang beroperasi sekitar 400 yang benar-benar bisa digunakan, tapi yang sudah uji KIR hanya 195, berarti kan sangat jauh dari jumlah total kesuluruhan, jangan nanti bodinya bagus tapi mesinnya rusak sehingga membahayakan penumpang dan supir,” kata Hamid Amren, Senin (5/6/2017).

Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), Hamka mengatakan, sekarang banyak angkot yang kurang maksimal mesinnya sehingga Dishub Tarakan diharapkan dapat memberikan bantuan peremajaan kepada angkot-angkot yang dinilai hampir mencapai masanya.

“Kita mengharapkan bantuan kepada kepada pemerintah, apalagi kami rakyat kecil, inilah mata pencaharian kami jadi tolonglah supportnya kepada kami khususnya supir angkot yang angkotnya hampir mencapai batas,” kata Hamka kepada SUARAKALTARA.com.

Saat disinggung tentang banyaknya angkot yang suka menepi tiba-tiba, Hamka sempat tertawa dan mengatakan itu adalah tradisi.

Dengan berseloroh, dia menuturkan, Siapa cepat dia yang dapat. Karena tidak ada istilah kembali mundur dalam mengambil penumpang.

(kia)

Nasib Ratusan Mobil Angkot di Tegah Beroperasinya Bus Rapid Transit, Miris...

SUARA KALTARA
Massa SPTI Tarakan menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Tarakan terkait Bus Rapid Transit (BRT). (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com,TARAKAN – Hingga saat ini, tercatat ada 800 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Kota Tarakan. Tapi, hanya sebparuh atau 400 unit saja yang dinyatakan layak pakai dan layak operasi.

Fakta ini pun memunculkan kekhawatiran berbagai pihak tentang keselamatan berkendara apalagi selama ini diketahui banyaknya sopir angkot yang 'nakal' dengan suka tiba-tiba menepi dan membahayakan penumpang maupun pejalan kaki yang berada disekitar badan jalan.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Hamid Amren ia mengatakan, hingga hari ini hanya 195 angkot yang telah menjalani uji KIR.Sedangkan sisanya masih belum diketahui kondisi sebenarnya.

Padahal pada umumnya kendaraan umum harus melakukan uji KIR 6 bulan sekali, untuk mengetahui kelayakannya.

“Ada sekitar 800 angkot di Tarakan, yang beroperasi sekitar 400 yang benar-benar bisa digunakan, tapi yang sudah uji KIR hanya 195, berarti kan sangat jauh dari jumlah total kesuluruhan, jangan nanti bodinya bagus tapi mesinnya rusak sehingga membahayakan penumpang dan supir,” kata Hamid Amren, Senin (5/6/2017).

Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), Hamka mengatakan, sekarang banyak angkot yang kurang maksimal mesinnya sehingga Dishub Tarakan diharapkan dapat memberikan bantuan peremajaan kepada angkot-angkot yang dinilai hampir mencapai masanya.

“Kita mengharapkan bantuan kepada kepada pemerintah, apalagi kami rakyat kecil, inilah mata pencaharian kami jadi tolonglah supportnya kepada kami khususnya supir angkot yang angkotnya hampir mencapai batas,” kata Hamka kepada SUARAKALTARA.com.

Saat disinggung tentang banyaknya angkot yang suka menepi tiba-tiba, Hamka sempat tertawa dan mengatakan itu adalah tradisi.

Dengan berseloroh, dia menuturkan, Siapa cepat dia yang dapat. Karena tidak ada istilah kembali mundur dalam mengambil penumpang.

(kia)

No comments