Social Items

Menkumham Yasonna Laoly mengenakan pakaian adat saat Upacara Hari Lahir Pancasila. (foto: JPNN.com)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly tampil unik dan nyentrik saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).

Dalam upacara yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Yasona didaulat untuk membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penetapan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila dan Hari Libur Nasional.

Yang membuat Yasonna terlihat nyentrik karena pakaian yang dikenakannya. Yasona memakai baju adat dalam acara kenegaraan itu.

"Ini baju kebesaran dari Nias Selatan. Jadi karena saya membaca Keppres hari ini dan dikatakan harus pakai baju adat, makanya saya pakai baju ini," ujar Yasona usai acara.

Tidak hanya Yasonna saja yang mengenakan pakaian adat. Ketua MPR Zulkifli Hasan yang mengenakan pakaian adat Lampung dan menjadi pembaca teks Pancasila.

Lalu, ada juga Ketua DPR Setya Novanto yang membacakan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertugas memimpin doa.

Para menteri yang hadir juga terlihat mengenakan pakaian adat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terlihat mengenakan pakaian adat Karo, sedangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman memakai busana khas Makassar.

Ada pula Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengenakan kostum tradisional Sumatera Selatan. Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memakai belangkon dan beskap lengkap dengan dasi kupu-kupu.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tampak mengenakan pakaian adat daerah Palembang. Lalu ada Menko Perekonomian Darmin Nasution yang mengenakan batik namun dilapisi dengan kain ulos.

Dari jajaran menter perempuan ada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang mengenakan kebaya merah putih. Sedangkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengenakan pakaian adat Jawa berwarna merah lengkap dengan sanggulnya.

Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila di Kemenlu juga  dihadiri  pasukan upacara yang terdiri atas pelajar SD, SMP, SMA, Pramuka, Resimen Mahasiswa, Polri, dan TNI. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa Indonesia dipersatukan melalui Pancasila.

Presiden menegaskan, Pancasila merupakan perwujudan jiwa besar dari para founding fathers, ulama, tokoh agama dan juga pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara. Melalui Pancasila itu pula, bangsa Indonesia menjunjung tinggi keberagaman yang sesungguhnya merupakan kekuatan bangsa.

"Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia,” katanya.

Mengakhiri sambutannya itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang anti pancasila, yang anti Undang-Undang Dasar 1945, yang anti NKRI dan yang anti Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden Jokowi di acara bertema Aku Indonesia, Aku Pancasila itu.

(jpnn/izo)

Para Menteri Tampil Unik Saat Upacara Hari Lahir Pancasila, Yasonna Lebih Nyentrik

SUARA KALTARA
Menkumham Yasonna Laoly mengenakan pakaian adat saat Upacara Hari Lahir Pancasila. (foto: JPNN.com)
SUARAKALTARA.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly tampil unik dan nyentrik saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).

Dalam upacara yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Yasona didaulat untuk membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Penetapan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila dan Hari Libur Nasional.

Yang membuat Yasonna terlihat nyentrik karena pakaian yang dikenakannya. Yasona memakai baju adat dalam acara kenegaraan itu.

"Ini baju kebesaran dari Nias Selatan. Jadi karena saya membaca Keppres hari ini dan dikatakan harus pakai baju adat, makanya saya pakai baju ini," ujar Yasona usai acara.

Tidak hanya Yasonna saja yang mengenakan pakaian adat. Ketua MPR Zulkifli Hasan yang mengenakan pakaian adat Lampung dan menjadi pembaca teks Pancasila.

Lalu, ada juga Ketua DPR Setya Novanto yang membacakan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertugas memimpin doa.

Para menteri yang hadir juga terlihat mengenakan pakaian adat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terlihat mengenakan pakaian adat Karo, sedangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman memakai busana khas Makassar.

Ada pula Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang mengenakan kostum tradisional Sumatera Selatan. Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memakai belangkon dan beskap lengkap dengan dasi kupu-kupu.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tampak mengenakan pakaian adat daerah Palembang. Lalu ada Menko Perekonomian Darmin Nasution yang mengenakan batik namun dilapisi dengan kain ulos.

Dari jajaran menter perempuan ada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang mengenakan kebaya merah putih. Sedangkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengenakan pakaian adat Jawa berwarna merah lengkap dengan sanggulnya.

Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila di Kemenlu juga  dihadiri  pasukan upacara yang terdiri atas pelajar SD, SMP, SMA, Pramuka, Resimen Mahasiswa, Polri, dan TNI. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan bahwa Indonesia dipersatukan melalui Pancasila.

Presiden menegaskan, Pancasila merupakan perwujudan jiwa besar dari para founding fathers, ulama, tokoh agama dan juga pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara. Melalui Pancasila itu pula, bangsa Indonesia menjunjung tinggi keberagaman yang sesungguhnya merupakan kekuatan bangsa.

"Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia,” katanya.

Mengakhiri sambutannya itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang anti pancasila, yang anti Undang-Undang Dasar 1945, yang anti NKRI dan yang anti Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden Jokowi di acara bertema Aku Indonesia, Aku Pancasila itu.

(jpnn/izo)

No comments