Social Items

Pasangan bukan muhrim yang dirazia Satpol PP Tarakan pada Sabtu (10/6/2017) malam. (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Bulan suci Ramadan ini, harusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan religi seperti tadarus Alquran, salat tarawih, atau itikaf di masjid. Bukannya malah berdua-duaan dengan pasangan yang bukan muhrim di hotel.

Ya, begitulah hasil 'tangkapan' para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan pada Sabtu (10/6/2017) tadi malam. Mereka menggelar razia di semua hotel kelas melati, losmen serta penginapan.

Walhasil, dipergoki dua orang pasangan muda mudi bukan suami istri sedang asyik bercumbu di salah satu losmen yang terletak di Kelurahan Sebengkok Tiram, Kota Tarakan.

Yang menarik dari razia kali ini, ada salah seorang pria berinisial B bersama teman wanitanya. Pria tersebtut mengaku lahir pada tahun 1990. Petugas sempat tidak percaya lantaran wajah laki-laki yang berprofesi sebagai kontraktor lepas asal Surabaya itu terlihat seperti orang berusia 40-an tahun.

B pun tak bergeming. Sebagai bukti atas apa yang dia ucapkan, dia menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya kepada petugas yang memang benar tertulis tahun lahirnya 1990. Petugas mencurigai si B memalsukan tahun lahirnya.

"Dugaan sementara tahun lahirnya dipalsukan. Sebab wajahnya seperti orang usia 40an tahun," ujar salah seorang pamong.

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban pada Satpol PP Tarakan Waridi mengatakan, razia di semua hotel serta tempat hiburan malam termasuk lokalisasi ini akan terus dilakukan hingga akhir Ramadan.

“Razia  ini akan terus kita lakukan dan yang seperti kita tau malam ini kita menemukan teman-teman kita ini, yang nantinya akan kita bina bersama,” kata Waridi kepada SUARAKALTARA.com.


Waridi menegaskan ia akan mengerahkan lagi timnya untuk melakukan razia pada waktu yang belum ditentukan.

Rencananya, Satpol PP Tarakan akan menyisir sebanyak 16 hotel tadi malam, namun terkendala cuaca yang tidak memunngkinkan sehingga harus balik kanan dengan segera.

(kia)

Pas Razia, Satpol PP Tarakan Pergoki Pria Lahir Tahun 1990 tapi Muka Om-om

SUARA KALTARA
Pasangan bukan muhrim yang dirazia Satpol PP Tarakan pada Sabtu (10/6/2017) malam. (foto: Kia/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Bulan suci Ramadan ini, harusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan religi seperti tadarus Alquran, salat tarawih, atau itikaf di masjid. Bukannya malah berdua-duaan dengan pasangan yang bukan muhrim di hotel.

Ya, begitulah hasil 'tangkapan' para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan pada Sabtu (10/6/2017) tadi malam. Mereka menggelar razia di semua hotel kelas melati, losmen serta penginapan.

Walhasil, dipergoki dua orang pasangan muda mudi bukan suami istri sedang asyik bercumbu di salah satu losmen yang terletak di Kelurahan Sebengkok Tiram, Kota Tarakan.

Yang menarik dari razia kali ini, ada salah seorang pria berinisial B bersama teman wanitanya. Pria tersebtut mengaku lahir pada tahun 1990. Petugas sempat tidak percaya lantaran wajah laki-laki yang berprofesi sebagai kontraktor lepas asal Surabaya itu terlihat seperti orang berusia 40-an tahun.

B pun tak bergeming. Sebagai bukti atas apa yang dia ucapkan, dia menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya kepada petugas yang memang benar tertulis tahun lahirnya 1990. Petugas mencurigai si B memalsukan tahun lahirnya.

"Dugaan sementara tahun lahirnya dipalsukan. Sebab wajahnya seperti orang usia 40an tahun," ujar salah seorang pamong.

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban pada Satpol PP Tarakan Waridi mengatakan, razia di semua hotel serta tempat hiburan malam termasuk lokalisasi ini akan terus dilakukan hingga akhir Ramadan.

“Razia  ini akan terus kita lakukan dan yang seperti kita tau malam ini kita menemukan teman-teman kita ini, yang nantinya akan kita bina bersama,” kata Waridi kepada SUARAKALTARA.com.


Waridi menegaskan ia akan mengerahkan lagi timnya untuk melakukan razia pada waktu yang belum ditentukan.

Rencananya, Satpol PP Tarakan akan menyisir sebanyak 16 hotel tadi malam, namun terkendala cuaca yang tidak memunngkinkan sehingga harus balik kanan dengan segera.

(kia)

No comments