Social Items

(Foto: Mufid/Suarakaltara)
Amir Bakry (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara)
SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWKP3K) kembali tertunda. Disebabkan, tidak hadirnya tim Pokja dari Provinsi Kaltara. 
Diiakui oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, Amir Bakry, saat ditemui diruang kerjanya.
Ia membeberkan, ketidakhadiran itu disebabkan, tiket penerbangan ke Jakarta telah habis sehingga pihaknya tidak dapat menghadiri tanggapan dari 38 Kementerian terkait sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil tersebut. 
“Jadi tim akademisnya telah menyelesaikan dokumen data kajian mengenai Raperda RZWKP3K dengan Kementerian. Tapi sayangnya, kita tidak dapat hadir. Sehingga tanggapan itu ditunda dan direnacanakan akan dilaksanakan lagi 18 Juli mendatang,” ungkap Amir, kemarin. 
Padahal menurut dia, jika telah mendapatkan tanggapan dan revisi dari pihak kementerian terkait tersebut maka Raperda RZWKP3K tersebut akan segera disahkan oleh DPRD Kaltara. “Jadi tahapannya itu, setelah melalui tanggapan dari kementerian. Raperda RZWKP3K ini akan direvisi dan dikonsultasi ke Kemendagri,” katanya. 
Setelah itu, lanjutnya, hasil dari revisi Kemendagri tersebut akan segera di sahkan oleh DPRD Kaltara. “Namun sayangnya, dalam bulan ini kita belum bisa selesaikan. Akan tetapi kami tetap optimis penetapan Raperda RZWKP3K sebelum akhir tahun ini,” ungkapnya. 
Oleh sebab itu, lanjutnya, Raperda RZWKP3K jika telah disahkan atau ditetapkan. Fungsinya tidak jauh berbeda dengan rencana tata ruang wilayah provinsi. Karena dari mekanisme yang ada produk hukum atau peraturan daerah ini akan berlaku selama 20 tahun dan direvisi setiap 5 tahun. “Jadi raperda ini sangat penting. Karena menjadi dasar pijakan bagi masyarakat (nelayan) untuk melakukan kegiatan di kawasan laut,” ungkapnya. (muf)

Pembahasan Raperda RZWKP3 Tertunda,Alasannya?

SUARA KALTARA
(Foto: Mufid/Suarakaltara)
Amir Bakry (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara)
SUARAKALTARA.com,TANJUNG SELOR - Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWKP3K) kembali tertunda. Disebabkan, tidak hadirnya tim Pokja dari Provinsi Kaltara. 
Diiakui oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, Amir Bakry, saat ditemui diruang kerjanya.
Ia membeberkan, ketidakhadiran itu disebabkan, tiket penerbangan ke Jakarta telah habis sehingga pihaknya tidak dapat menghadiri tanggapan dari 38 Kementerian terkait sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil tersebut. 
“Jadi tim akademisnya telah menyelesaikan dokumen data kajian mengenai Raperda RZWKP3K dengan Kementerian. Tapi sayangnya, kita tidak dapat hadir. Sehingga tanggapan itu ditunda dan direnacanakan akan dilaksanakan lagi 18 Juli mendatang,” ungkap Amir, kemarin. 
Padahal menurut dia, jika telah mendapatkan tanggapan dan revisi dari pihak kementerian terkait tersebut maka Raperda RZWKP3K tersebut akan segera disahkan oleh DPRD Kaltara. “Jadi tahapannya itu, setelah melalui tanggapan dari kementerian. Raperda RZWKP3K ini akan direvisi dan dikonsultasi ke Kemendagri,” katanya. 
Setelah itu, lanjutnya, hasil dari revisi Kemendagri tersebut akan segera di sahkan oleh DPRD Kaltara. “Namun sayangnya, dalam bulan ini kita belum bisa selesaikan. Akan tetapi kami tetap optimis penetapan Raperda RZWKP3K sebelum akhir tahun ini,” ungkapnya. 
Oleh sebab itu, lanjutnya, Raperda RZWKP3K jika telah disahkan atau ditetapkan. Fungsinya tidak jauh berbeda dengan rencana tata ruang wilayah provinsi. Karena dari mekanisme yang ada produk hukum atau peraturan daerah ini akan berlaku selama 20 tahun dan direvisi setiap 5 tahun. “Jadi raperda ini sangat penting. Karena menjadi dasar pijakan bagi masyarakat (nelayan) untuk melakukan kegiatan di kawasan laut,” ungkapnya. (muf)

No comments