Social Items

Aktivitas pedagang di Dermaga dan Pasar Ikan Jamaker. (foto: Syamsul/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus berupaya dan memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional yang pernah ludes dilalap si jago merah.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Nunukan, dana perencaan dianggarkan senilai Rp 200 juta.

“Ada dana perencanaan 2017 ini. Hanya dana perencanaan saja awalnya. Untuk dana pembangunannya semoga saja bisa diusulkan tahun depan,” kata Kepala DPUPRPKP Nunukan Ir Muhammad Sufyang kepada suarakaltara.com, Rabu (31/5/2017).

Sufyang mengatakan, Jamaker merupakan salah satu pasar tradisional swadaya masyarakat yang perlu diperhatikan karena di lokasi tersebut menjadi salah satu titik perputaran ekonomi masyarakat.

“Pastinya ada perhatian juga. Masyarakat di Jamaker itu termasuk pedagang yang selama ini terkena musibah,” ungkap Sufyang.

Sufyang mengatakan, anggaran perencanaan ini masuk dalam rekapitulasi kegiatan bidang bina marga DPUPRPKP Nunukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

 Untuk di wilayah Kecamatan Nunukan itu memang khusus pengembangan Pasar Tradisional Jamaker saja. Namun, untuk pembangunan lainnya ada di atem lain dan bidang lain lagi.

“Saya baru menjabat juga. Makanya, hanya perencanaan saja dulu baru bisa saya lakukan,” ujar Sufyang.

Menurut Sufyang, upaya pembangunan ke depannya harus disertai perencanaan lebih dulu sehingga, rencana pembangunannya jelas dan terarah. Tidak asal diusulkan saja. Sebab, ada beberapa pembangunan yang memang prioritas, namun anggaran menjadi kendala.

“Tahun ini perencanaan, tahun depan (2018, Red) sudah dibangun,” jelas Sufyang.

(she)

Pembangunan Dermaga dan Pasar Ikan Jamaker Nunukan Telan Biaya Rp 200 Juta

SUARA KALTARA
Aktivitas pedagang di Dermaga dan Pasar Ikan Jamaker. (foto: Syamsul/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus berupaya dan memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional yang pernah ludes dilalap si jago merah.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Nunukan, dana perencaan dianggarkan senilai Rp 200 juta.

“Ada dana perencanaan 2017 ini. Hanya dana perencanaan saja awalnya. Untuk dana pembangunannya semoga saja bisa diusulkan tahun depan,” kata Kepala DPUPRPKP Nunukan Ir Muhammad Sufyang kepada suarakaltara.com, Rabu (31/5/2017).

Sufyang mengatakan, Jamaker merupakan salah satu pasar tradisional swadaya masyarakat yang perlu diperhatikan karena di lokasi tersebut menjadi salah satu titik perputaran ekonomi masyarakat.

“Pastinya ada perhatian juga. Masyarakat di Jamaker itu termasuk pedagang yang selama ini terkena musibah,” ungkap Sufyang.

Sufyang mengatakan, anggaran perencanaan ini masuk dalam rekapitulasi kegiatan bidang bina marga DPUPRPKP Nunukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

 Untuk di wilayah Kecamatan Nunukan itu memang khusus pengembangan Pasar Tradisional Jamaker saja. Namun, untuk pembangunan lainnya ada di atem lain dan bidang lain lagi.

“Saya baru menjabat juga. Makanya, hanya perencanaan saja dulu baru bisa saya lakukan,” ujar Sufyang.

Menurut Sufyang, upaya pembangunan ke depannya harus disertai perencanaan lebih dulu sehingga, rencana pembangunannya jelas dan terarah. Tidak asal diusulkan saja. Sebab, ada beberapa pembangunan yang memang prioritas, namun anggaran menjadi kendala.

“Tahun ini perencanaan, tahun depan (2018, Red) sudah dibangun,” jelas Sufyang.

(she)

No comments