Social Items

Ilustrasi
SUARAKALTARA.com, PONTIANAK - Hebat! Setidaknya, kata ini tepat untuk disematkan kepada Dety Astuti, seorang ibu rumah tangga yang berhasil menghajar dan menangkap dua orang perampok hartanya. Wanita paruh baya ini adalah warga Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kronologisnya, pada Minggu (4/6/2017) pukul 19.30 WIB lalu, sekompolotan perampok bernama Sam Muhammad Rizal dan Ali masuk ke rumah Dety. Waktu itu rumah Dety sedang kosong. Dety dan anak perempuannya berbuka puasa dan salat tarawih di masjid.

Melihat kondisi aman, Sam dan Ali masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu belakang. Mereka mengambil handphone Nokia dan uang Rp3 juta.

Sepulangnya dari masjid, Dety menemukan kedua perampok itu masih bercokol di rumahnya. Melihat Dety, kedua tersangka pun hendak melarikan diri.

“Saya bersama anak saya yang perempuan langsung mengejar dua pelaku perampokan itu,” ujar Dety dilansir dari JPNN.com.

Dety berhasil menangkap kedua perampok di rumahnya. Setelah tertangkap, Dety pun berteriak. Warga berdatangan membantu wanita itu mengamankan kedua tersangka.

“Saya sempat bergumul dan bergulat dengan pelaku,” tegasnya.

Sam dan Ali mungkin tak menyangka, mereka dilumpuhkan oleh seorang ibu-ibu. Bahkan ibu-ibu itu pula lah yang membawanya ke jeruji besi.

“Kita mendapat informasi, kedua tersangka Curat sudah diamankan warga Jalan Trans Kalimantan, Desa Kuala Ambawang. Kita datangi TKP, ternyata para tersangka sudah diserahkan ke Mapolsek Sungai Ambawang,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, kemarin.

Sam dan Ali langsung dijemput di Mapolsek Sungai Ambawang dan dibawa ke Mapolresta Pontianak.

Dari tangan keduanya disita barang bukti berupa tas selempang warna hitam, dompet warna cokelat, obeng pipih gagang warna hijau, empat lembar surat emas, engsel laci yang telah dibengkas, tiga rekening BRI dua warna hijau dan satu warna biru.

“Kedua tersangka mengakui perbuatannya. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Kompol Husni.

(jpnn/izo)

Pulang Tarawih, Ibu-ibu Ini Hajar Dua Perampok Hartanya

SUARA KALTARA
Ilustrasi
SUARAKALTARA.com, PONTIANAK - Hebat! Setidaknya, kata ini tepat untuk disematkan kepada Dety Astuti, seorang ibu rumah tangga yang berhasil menghajar dan menangkap dua orang perampok hartanya. Wanita paruh baya ini adalah warga Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kronologisnya, pada Minggu (4/6/2017) pukul 19.30 WIB lalu, sekompolotan perampok bernama Sam Muhammad Rizal dan Ali masuk ke rumah Dety. Waktu itu rumah Dety sedang kosong. Dety dan anak perempuannya berbuka puasa dan salat tarawih di masjid.

Melihat kondisi aman, Sam dan Ali masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu belakang. Mereka mengambil handphone Nokia dan uang Rp3 juta.

Sepulangnya dari masjid, Dety menemukan kedua perampok itu masih bercokol di rumahnya. Melihat Dety, kedua tersangka pun hendak melarikan diri.

“Saya bersama anak saya yang perempuan langsung mengejar dua pelaku perampokan itu,” ujar Dety dilansir dari JPNN.com.

Dety berhasil menangkap kedua perampok di rumahnya. Setelah tertangkap, Dety pun berteriak. Warga berdatangan membantu wanita itu mengamankan kedua tersangka.

“Saya sempat bergumul dan bergulat dengan pelaku,” tegasnya.

Sam dan Ali mungkin tak menyangka, mereka dilumpuhkan oleh seorang ibu-ibu. Bahkan ibu-ibu itu pula lah yang membawanya ke jeruji besi.

“Kita mendapat informasi, kedua tersangka Curat sudah diamankan warga Jalan Trans Kalimantan, Desa Kuala Ambawang. Kita datangi TKP, ternyata para tersangka sudah diserahkan ke Mapolsek Sungai Ambawang,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, kemarin.

Sam dan Ali langsung dijemput di Mapolsek Sungai Ambawang dan dibawa ke Mapolresta Pontianak.

Dari tangan keduanya disita barang bukti berupa tas selempang warna hitam, dompet warna cokelat, obeng pipih gagang warna hijau, empat lembar surat emas, engsel laci yang telah dibengkas, tiga rekening BRI dua warna hijau dan satu warna biru.

“Kedua tersangka mengakui perbuatannya. Mereka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Kompol Husni.

(jpnn/izo)

No comments