Social Items

Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon. (foto: Mufid/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TANJUNGSELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon mengingatkan ketersediaan kebutuhan pokok pada bulan Ramadan 1438 Hijriyah agar jangan sampai kosong.

Marten meminta kepada seluruh instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara terus melakukan pengawasan.

Menurutnya, daya beli masyarakat di bulan ini akan meningkat. Hal tersebut membuat ketersediaan barang menipis jika pasokan lambat masuk ataupun ada 'permainan' dari pedagang.

"Seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat tersebut, merupakan kesempatan bagi pedagang untuk menaikan harga yang berlebihan, sehingga keuntungan yang didapat berlipat ganda, yang dirugikan adalah masyarakat," kata Marten kepada suarakaltara.com, Sabtu (3/6/2017).

Oleh karena itu, lanjut pria yang juga tercatat sebagai politisi Partai Demokrat tersebut, pemerintah harus rajin melakukan pemantauan di lapangan.

"Tak hanya di awal ramadan, tapi terus dilakukan secara berkala jangan sampai harga kebutuhan pokok di atas HET (Harge Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah," tegas Marten.

Selain pengawasan harga barang di pasaran, orang nomor satu di legislatif Bumi Benuanta itu juga minta antisipasi pasokan barang jelang Hari Raya Idulfitri mendatang. Termasuk bongkar muat barang di pelabuhan, jangan sampai terhambat sehingga berpotensi barang kebutuhan masyarakat lambat masuk ke pengecer atau toko.

"Kalau sudah bongkar barang-barang di pelabuhan lancar, pasti akan lancar masuk ke toko masing-masing. Dan kita harapkan dengan proses kelancaran ini stock barang dapat tersedia dengan baik dan harga akan tetap stabil atau tidak naik," harap Marten.

(muf)

Selama Ramadan, Ketua DPRD Kaltara Minta Kebutuhan Pokok Jangan Sampai Kosong

SUARA KALTARA
Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon. (foto: Mufid/suarakaltara.com)
SUARAKALTARA.com, TANJUNGSELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon mengingatkan ketersediaan kebutuhan pokok pada bulan Ramadan 1438 Hijriyah agar jangan sampai kosong.

Marten meminta kepada seluruh instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara terus melakukan pengawasan.

Menurutnya, daya beli masyarakat di bulan ini akan meningkat. Hal tersebut membuat ketersediaan barang menipis jika pasokan lambat masuk ataupun ada 'permainan' dari pedagang.

"Seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat tersebut, merupakan kesempatan bagi pedagang untuk menaikan harga yang berlebihan, sehingga keuntungan yang didapat berlipat ganda, yang dirugikan adalah masyarakat," kata Marten kepada suarakaltara.com, Sabtu (3/6/2017).

Oleh karena itu, lanjut pria yang juga tercatat sebagai politisi Partai Demokrat tersebut, pemerintah harus rajin melakukan pemantauan di lapangan.

"Tak hanya di awal ramadan, tapi terus dilakukan secara berkala jangan sampai harga kebutuhan pokok di atas HET (Harge Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah," tegas Marten.

Selain pengawasan harga barang di pasaran, orang nomor satu di legislatif Bumi Benuanta itu juga minta antisipasi pasokan barang jelang Hari Raya Idulfitri mendatang. Termasuk bongkar muat barang di pelabuhan, jangan sampai terhambat sehingga berpotensi barang kebutuhan masyarakat lambat masuk ke pengecer atau toko.

"Kalau sudah bongkar barang-barang di pelabuhan lancar, pasti akan lancar masuk ke toko masing-masing. Dan kita harapkan dengan proses kelancaran ini stock barang dapat tersedia dengan baik dan harga akan tetap stabil atau tidak naik," harap Marten.

(muf)

No comments