Social Items


SUARAKALTARA.com, JAMBI - Kepala Polisi Sektor (Polsek) Kotabaru, AKP Hendra W Manurung mengatakan, pihaknya langsung merespons pasca kejadian perampokan yang dialami Suratman (94), kakek penjual pisang keliling di Jambi.

Setelah mendengar adanya peristiwa perampokan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,1 juta oleh Suratman itu, polisi langsung mendatangi rumah korban.

Sayangnya, kata dia, si kakek tak mau melaporkan kejadian itu. Dia memilih mengiklaskan uang Rp 1,1 juta miliknya, yang dirampok. Tapi, kata Manurung, tetap saja pihaknya akan menyelidiki kasus ini.

“Kita tetap menyelidiki siapa pelakunya,” tegasnya Rabu (7/6/2017) dilansir dari JPNN.com.

Menurut Manurung, ada tiga orang pelaku dari kejadian ini.

Awal kejadiannya, siang itu Suratman berjualan pisang menggunakan gerobaknya, di depan GOR Kotabaru. Tiba-tiba ada satu unit mobil Toyota Avanza warna krem berhenti.

Salah seorang pelaku menghampiri Suratman, dan pura-pura ingin membeli pisang dagangannya.

Dia meminta kakek tersebut membawa pisangnya ke dalam mobil, dengan alasan malu membeli pisang di siang hari.

Di dalam mobil itu lah, mereka merampas uang Rp 1,1 juta milik Suratman, yang disimpan di saku celananya.

“Padahal uang itu untuk dibelikan kursi pas lebaran,” kata Suratman.

(jpnn/izo)

Tidak Lapor Polisi, Kakek Suratman Ikhlaskan Uangnya Digondol Perampok

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA.com, JAMBI - Kepala Polisi Sektor (Polsek) Kotabaru, AKP Hendra W Manurung mengatakan, pihaknya langsung merespons pasca kejadian perampokan yang dialami Suratman (94), kakek penjual pisang keliling di Jambi.

Setelah mendengar adanya peristiwa perampokan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,1 juta oleh Suratman itu, polisi langsung mendatangi rumah korban.

Sayangnya, kata dia, si kakek tak mau melaporkan kejadian itu. Dia memilih mengiklaskan uang Rp 1,1 juta miliknya, yang dirampok. Tapi, kata Manurung, tetap saja pihaknya akan menyelidiki kasus ini.

“Kita tetap menyelidiki siapa pelakunya,” tegasnya Rabu (7/6/2017) dilansir dari JPNN.com.

Menurut Manurung, ada tiga orang pelaku dari kejadian ini.

Awal kejadiannya, siang itu Suratman berjualan pisang menggunakan gerobaknya, di depan GOR Kotabaru. Tiba-tiba ada satu unit mobil Toyota Avanza warna krem berhenti.

Salah seorang pelaku menghampiri Suratman, dan pura-pura ingin membeli pisang dagangannya.

Dia meminta kakek tersebut membawa pisangnya ke dalam mobil, dengan alasan malu membeli pisang di siang hari.

Di dalam mobil itu lah, mereka merampas uang Rp 1,1 juta milik Suratman, yang disimpan di saku celananya.

“Padahal uang itu untuk dibelikan kursi pas lebaran,” kata Suratman.

(jpnn/izo)

No comments