Social Items

(Foto: Rico Jeferson Dao )
 Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sehubungan dengan akan di adakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan  tengah mempersiapkan proses Pilkada seretak 2018. Namun KPU sendiri menyampaikan bahwa pemilihan ini nantinya dilakukan pada tanggal 27 Juli 2018.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo menyampaikan bahwa KPU RI baru saja menyelesaikan jadwal tahapan pilkada 2018 pada Rabu kemaren. Untuk mencapai ini KPU akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dirinya berbicara proses pembentukan Panitia Pemilih Kecaamatan (PPK)  dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dilakukan pada oktober mendatang. Selain point ini masih ada satu point lagi yaitu Kelompok Penyelengara Pemugutan Suara (KPPS) akan di lakukan pada bulan April 2018.

“Untuk data pemilih akan di rekap mulai akhir tahun 2017,” kata Teguh.

Terkait pemilihan perseorangan (independent) bahwa akan dilakukan waktu lebih awal dimulai pada November nantinya dan harus menyerahkan dukungan dari masyarakat Kepada KPUD Kota Tarakan untuk di verivikasi. Ini dilakukan untuk memberi waktu karena untuk melakukan pendataan agar memudahkan pasangan calon perseorangan.

Dikatakan Teguh bahwa pendaftaran pasangan calon perseorangan ataupun parpol akan dilakukan pada Januari 2018 mendatang. Kemudian pada bulan Februari akan dilakukannya penetapan dan juga akan dilakukan undian kepada pasangan calon yang bakalan maju.

“Tidak hanya itu juga kampanye akan di mulai juga sejak 15 Februari sampai 23 Juli 2018,” ungkap Teguh.

Bukan hanya itu juga untuk penetapan calon yang terpilih juga ketika tidak ada perselisihan ataupun gugatan lainnya ke Mahkamah Konsistusi (MK) maka daerah tersebut  bisa langsung menetapkannya. Untuk jadwal kampanye yang sebelumnya sekita 102 hari dan dapat perubahan baru bahwa akan ditambah sebanyak 135 hari untuk kampanye nantinya.

Mengenai alat peraga kampanye (algaka) dan bahan kampanye nantinya, bahwa pihak parpol dan pasangan calon bisa membuat juga membuat algaka sendiri tapi harus sama yang dibuat oleh KPU karena KPU juga berkewajiban untuk menyetak algaka kampanye. Akan tetapi semua tetap pada aturan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016.


“Bagi para bakal calon (balon) yang sudah mulai menyebarkan stiker atau baliho sebelum pendaftaran, merupakan sosialisasi untuk dirinya, berarti itu belum menjadi kewenangan panitia," tutupnya. ( rjd )

Pilwali Tarakan di Mulai Juni 2018 Mendatang

SUARA KALTARA
(Foto: Rico Jeferson Dao )
 Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo

SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sehubungan dengan akan di adakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan  tengah mempersiapkan proses Pilkada seretak 2018. Namun KPU sendiri menyampaikan bahwa pemilihan ini nantinya dilakukan pada tanggal 27 Juli 2018.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo menyampaikan bahwa KPU RI baru saja menyelesaikan jadwal tahapan pilkada 2018 pada Rabu kemaren. Untuk mencapai ini KPU akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dirinya berbicara proses pembentukan Panitia Pemilih Kecaamatan (PPK)  dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dilakukan pada oktober mendatang. Selain point ini masih ada satu point lagi yaitu Kelompok Penyelengara Pemugutan Suara (KPPS) akan di lakukan pada bulan April 2018.

“Untuk data pemilih akan di rekap mulai akhir tahun 2017,” kata Teguh.

Terkait pemilihan perseorangan (independent) bahwa akan dilakukan waktu lebih awal dimulai pada November nantinya dan harus menyerahkan dukungan dari masyarakat Kepada KPUD Kota Tarakan untuk di verivikasi. Ini dilakukan untuk memberi waktu karena untuk melakukan pendataan agar memudahkan pasangan calon perseorangan.

Dikatakan Teguh bahwa pendaftaran pasangan calon perseorangan ataupun parpol akan dilakukan pada Januari 2018 mendatang. Kemudian pada bulan Februari akan dilakukannya penetapan dan juga akan dilakukan undian kepada pasangan calon yang bakalan maju.

“Tidak hanya itu juga kampanye akan di mulai juga sejak 15 Februari sampai 23 Juli 2018,” ungkap Teguh.

Bukan hanya itu juga untuk penetapan calon yang terpilih juga ketika tidak ada perselisihan ataupun gugatan lainnya ke Mahkamah Konsistusi (MK) maka daerah tersebut  bisa langsung menetapkannya. Untuk jadwal kampanye yang sebelumnya sekita 102 hari dan dapat perubahan baru bahwa akan ditambah sebanyak 135 hari untuk kampanye nantinya.

Mengenai alat peraga kampanye (algaka) dan bahan kampanye nantinya, bahwa pihak parpol dan pasangan calon bisa membuat juga membuat algaka sendiri tapi harus sama yang dibuat oleh KPU karena KPU juga berkewajiban untuk menyetak algaka kampanye. Akan tetapi semua tetap pada aturan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016.


“Bagi para bakal calon (balon) yang sudah mulai menyebarkan stiker atau baliho sebelum pendaftaran, merupakan sosialisasi untuk dirinya, berarti itu belum menjadi kewenangan panitia," tutupnya. ( rjd )

No comments