Social Items

Add caption
SUARAKALTARA.com, SAMARINDA - Seorang ibu hamil yang tercatat sebagai warga Karang Asam Ilir, Sungai Kujang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap polisi karena aksi 'haramnya'.

Lusi Isnawati namanya, dia dibekuk petugas lantaran mengedarkan sabu-sabu pada Jumat (2/6/2017) lalu. Ini juga berarti wanita berusia 35 tahun ini akans segera menyusul sang suami, Junaidi, yang sudah dipenjara sebelumnya.

Beberapa hari terakhir, rumah Lusi memang sudah diintai oleh polisi. Hingga pada akhirnya, polisi menangkap Hendra Suzitno (27), tidak jauh dari rumah Lusi.

Ternyata, Hendra membeli kristal mematikan itu dari Lusi. Dari Hendra, petugas menyita sepaket sabu-sabu.

“Saya disuruh jujur, ya, saya tunjukkan tempat belinya,” ujar pria yang sehari-hari menjadi buruh angkut pasir itu.

Tak berselang lama, petugas meringkus Lusi. Penangkapan itu sekaligus membuktikan kecurigaan polisi atas aktivitas Lusi sepeninggal Junaidi yang diringkus di tempat yang sama tiga bulan lalu.

Saat digerebek, Lusi menyangkal telah menjual serbuk mematikan.

Meski begitu, belakangan dia mengaku juga. “Ya terpaksa saja, Pak. Itu baru sekali,” ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mendapatkan dua paket sabu-sabu tersimpan di laci bufet di ruang tamu.

Sisanya, ditemukan di bawah tempat tidur Lusi. Totalnya, terdapat 22 paket sabu seberat 7,22 gram.

Dia mengaku sempat menyalahgunakan sabu-sabu sehari sebelum ditangkap. “Itu juga pertama kali,” ujar dia.

Lusi yang saat ini sedang mengandung harus meninggalkan dua anaknya yang masi berusia tujuh dan 14 tahun.

Kanit Sidik Satresnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo mengaku bakal berkoordinasi untuk memeriksa Junaidi yang tengah menunggu waktu vonis hukuman.

“Kami masih prediksi, apakah suaminya juga yang mengatur jalur distribusi sabu-sabu itu,” tegasnya dikutip dari JPNN.com.

(jpnn/izo)

Ya Ampun, Ibu Hamil Ini Dipenjara karena Jual 'Kristal Mematikan'

SUARA KALTARA
Add caption
SUARAKALTARA.com, SAMARINDA - Seorang ibu hamil yang tercatat sebagai warga Karang Asam Ilir, Sungai Kujang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap polisi karena aksi 'haramnya'.

Lusi Isnawati namanya, dia dibekuk petugas lantaran mengedarkan sabu-sabu pada Jumat (2/6/2017) lalu. Ini juga berarti wanita berusia 35 tahun ini akans segera menyusul sang suami, Junaidi, yang sudah dipenjara sebelumnya.

Beberapa hari terakhir, rumah Lusi memang sudah diintai oleh polisi. Hingga pada akhirnya, polisi menangkap Hendra Suzitno (27), tidak jauh dari rumah Lusi.

Ternyata, Hendra membeli kristal mematikan itu dari Lusi. Dari Hendra, petugas menyita sepaket sabu-sabu.

“Saya disuruh jujur, ya, saya tunjukkan tempat belinya,” ujar pria yang sehari-hari menjadi buruh angkut pasir itu.

Tak berselang lama, petugas meringkus Lusi. Penangkapan itu sekaligus membuktikan kecurigaan polisi atas aktivitas Lusi sepeninggal Junaidi yang diringkus di tempat yang sama tiga bulan lalu.

Saat digerebek, Lusi menyangkal telah menjual serbuk mematikan.

Meski begitu, belakangan dia mengaku juga. “Ya terpaksa saja, Pak. Itu baru sekali,” ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mendapatkan dua paket sabu-sabu tersimpan di laci bufet di ruang tamu.

Sisanya, ditemukan di bawah tempat tidur Lusi. Totalnya, terdapat 22 paket sabu seberat 7,22 gram.

Dia mengaku sempat menyalahgunakan sabu-sabu sehari sebelum ditangkap. “Itu juga pertama kali,” ujar dia.

Lusi yang saat ini sedang mengandung harus meninggalkan dua anaknya yang masi berusia tujuh dan 14 tahun.

Kanit Sidik Satresnarkoba Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo mengaku bakal berkoordinasi untuk memeriksa Junaidi yang tengah menunggu waktu vonis hukuman.

“Kami masih prediksi, apakah suaminya juga yang mengatur jalur distribusi sabu-sabu itu,” tegasnya dikutip dari JPNN.com.

(jpnn/izo)

No comments