Social Items

(Foto:Rizkia/SuaraKaltara) DITOLAK: Sidang Praperadilan HD, Tersangka Sabu 5 Kg Akhirnya Di Tolak Oleh Pengadilan Negeri Kota Tarakan.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sidang Praperadilaan yang dilaksanakan siang tadi dengan agenda putusan hakim atas tersangka HD, telah ditolak oleh pihak Pengadilan Negeri Tarakan. Sehingga penyelidikan yang telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, sebagai Pemohon bisa dilanjutkan.

Dalam sidang siang tadi, Hakim Ketua telah membacakann keberatan yang diajukan oleh pembela hukum tersangka, Mansyur S.H. M.Hum yaitu mengenai surat penangkapan yang tidak sah dan tidak dapat digunakan. Serta masalah penangkapan tanppa bukti yanng kuat oleh pihak BNN Tarakan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Tarakan, Cristo N. Sitorus menerangkan, hasil putusann sidang adalah penolakan praperadilan tersangka HD dan surat penangkapan yang dilayangkan oleh BNN atas penangkapan HD adalah sah, sehingga penyidikan dapat berlanjut.

"Hal terpenting dalam sidang tadi adalah telah ditolaknya permintaan praperadilan yang diajukan oleh tersangka, dan surat penangkapan yang dikeluarkan oleh BNN adalah sah dan dapat digunakan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Kepala BNN Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi menerangkan ini adalah langkah awal ia dan timnya untuk lebih intens lagi dalam memberantas narkoba, hingga keakar-akarnya.

"Jika ditanya puas, sebenarnya bukan itu, tapi hal ini adalah langkah awal kita untuk memberantas lebih banyak lagi pengedar narkoba, karena sekarang ini Indonesia sudah darurat narkoba," ucapnya.

Setelah keputusan penolakan keluar, BNN sedikit merasa lega karena ia dan pihaknya bisa melakukan dan pengembangan lebih lanjut terhadap tersangka lainnya, hingga keakar-akarnya. Dalam sidang siang itu turut hadir Iwan Sopian yaitu orang tua dari tersangka HD, saat ditemui ia menghindar dan tidak ingin berbicara kepada awak media.

"Semua bukti sudah sesuai dengan fakta dan prosedurnya juga sudah sesuai dengan apa yang disetujui dengan hukum, dan selanjutnya tinggal meneruskan penyelidikan yang ada, ditunggu saja ya," tuutupnya. (KIA)

Akhirnya, Ini Dia Hasil Praperadilan Kasus HD

SUARA KALTARA
(Foto:Rizkia/SuaraKaltara) DITOLAK: Sidang Praperadilan HD, Tersangka Sabu 5 Kg Akhirnya Di Tolak Oleh Pengadilan Negeri Kota Tarakan.



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sidang Praperadilaan yang dilaksanakan siang tadi dengan agenda putusan hakim atas tersangka HD, telah ditolak oleh pihak Pengadilan Negeri Tarakan. Sehingga penyelidikan yang telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, sebagai Pemohon bisa dilanjutkan.

Dalam sidang siang tadi, Hakim Ketua telah membacakann keberatan yang diajukan oleh pembela hukum tersangka, Mansyur S.H. M.Hum yaitu mengenai surat penangkapan yang tidak sah dan tidak dapat digunakan. Serta masalah penangkapan tanppa bukti yanng kuat oleh pihak BNN Tarakan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Tarakan, Cristo N. Sitorus menerangkan, hasil putusann sidang adalah penolakan praperadilan tersangka HD dan surat penangkapan yang dilayangkan oleh BNN atas penangkapan HD adalah sah, sehingga penyidikan dapat berlanjut.

"Hal terpenting dalam sidang tadi adalah telah ditolaknya permintaan praperadilan yang diajukan oleh tersangka, dan surat penangkapan yang dikeluarkan oleh BNN adalah sah dan dapat digunakan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Kepala BNN Tarakan Dr. Hj. Agus Surya Dewi menerangkan ini adalah langkah awal ia dan timnya untuk lebih intens lagi dalam memberantas narkoba, hingga keakar-akarnya.

"Jika ditanya puas, sebenarnya bukan itu, tapi hal ini adalah langkah awal kita untuk memberantas lebih banyak lagi pengedar narkoba, karena sekarang ini Indonesia sudah darurat narkoba," ucapnya.

Setelah keputusan penolakan keluar, BNN sedikit merasa lega karena ia dan pihaknya bisa melakukan dan pengembangan lebih lanjut terhadap tersangka lainnya, hingga keakar-akarnya. Dalam sidang siang itu turut hadir Iwan Sopian yaitu orang tua dari tersangka HD, saat ditemui ia menghindar dan tidak ingin berbicara kepada awak media.

"Semua bukti sudah sesuai dengan fakta dan prosedurnya juga sudah sesuai dengan apa yang disetujui dengan hukum, dan selanjutnya tinggal meneruskan penyelidikan yang ada, ditunggu saja ya," tuutupnya. (KIA)

No comments