Social Items

(Foto:Dok) 


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Penemuan sabu-sabu seberat 5 kilogram oleh Tim EFQR Lantamal XIII Tarakan, membuat pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan mengembangkan segera kasus tersebut. Setelah penulusuran akhirnya didapatlah nama Hendra Delpian alias HD yang akhirnya diringkus secara paksa oleh pihak BNN didampingin pihak Lantamal XIII.

Mendengar hal tersebut Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, Fernando Kloer BC. IP, SH.geram dan mengambil tindakan dengan melaporkan BNN kepada 14 instansi terkait dengan masalah tersebut. Sempat ditemui oleh Suara Kaltara beberapa waktu lalu, Fernando mengatakan ini adalah penculikan terhadap bawahannya. "Saya sangat menyesali tindakan BNN yang tanpa koordinasi, ini adalah penculikan," ucapnya geram.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN Kota Tarakan, Drs. Hj. Agus Surya Dewi akhirnya angkat bicara juga. Esok sidang praperadilan yang diajukan oleh HD akan dilangsungkan di Kejaksaan Negeri Tarakan. "Besok kita akan terima tantangan dari HD dengan mengadakan sidang praperadilan," ujarnya saat ditemui pagi tadi di upacara HUT Bhayangkara di Islamic Center.


Sesuai dengan tuntutan ia akan mendatangkan pengacara langsung dari BNN RI, untuk menjawab ketidakpuasan mereka dan tuntutan atas penangkapan HD secara sepihak. "Kita akan menjawab besok secara langsung apa yang membuat mereka tidak puas sehingga menuntut praperadilan? ," tambahnya lagi.

Esok pukul 09.00 akan digelar sidang praperadilan HD, atas kasus sabu-sabu 5 kilogram yang membuatnya kini harus meringkuk dibalik jeruji besi kantor BNN kota Tarakan. (KIA)

Esok Praperadilan HD, Hasilnya Gimana Ya?!

SUARA KALTARA
(Foto:Dok) 


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Penemuan sabu-sabu seberat 5 kilogram oleh Tim EFQR Lantamal XIII Tarakan, membuat pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan mengembangkan segera kasus tersebut. Setelah penulusuran akhirnya didapatlah nama Hendra Delpian alias HD yang akhirnya diringkus secara paksa oleh pihak BNN didampingin pihak Lantamal XIII.

Mendengar hal tersebut Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, Fernando Kloer BC. IP, SH.geram dan mengambil tindakan dengan melaporkan BNN kepada 14 instansi terkait dengan masalah tersebut. Sempat ditemui oleh Suara Kaltara beberapa waktu lalu, Fernando mengatakan ini adalah penculikan terhadap bawahannya. "Saya sangat menyesali tindakan BNN yang tanpa koordinasi, ini adalah penculikan," ucapnya geram.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN Kota Tarakan, Drs. Hj. Agus Surya Dewi akhirnya angkat bicara juga. Esok sidang praperadilan yang diajukan oleh HD akan dilangsungkan di Kejaksaan Negeri Tarakan. "Besok kita akan terima tantangan dari HD dengan mengadakan sidang praperadilan," ujarnya saat ditemui pagi tadi di upacara HUT Bhayangkara di Islamic Center.


Sesuai dengan tuntutan ia akan mendatangkan pengacara langsung dari BNN RI, untuk menjawab ketidakpuasan mereka dan tuntutan atas penangkapan HD secara sepihak. "Kita akan menjawab besok secara langsung apa yang membuat mereka tidak puas sehingga menuntut praperadilan? ," tambahnya lagi.

Esok pukul 09.00 akan digelar sidang praperadilan HD, atas kasus sabu-sabu 5 kilogram yang membuatnya kini harus meringkuk dibalik jeruji besi kantor BNN kota Tarakan. (KIA)

No comments