Social Items

(Foto:ist) Gubernur Kalimantan Utara, Ir. Irianto Lamrie bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Maraknya kasus penyelundupan narkotika di Kalimantan Utara beberapa tahun terakhir ini membuat Gubernur Kaltara, Ir. Irianto Lamrie prihatin dan akhirnya memutuskan untuk mengambil keputusan yang bisa dibilang cukup sulit. Irianto memutuskan untuk datang sendiri bertemu dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dikediamannya.

Akhirnya pada pukul 22.45 WIB, beralamatkan di Jl. Sriwijaya V No. 17 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia bertemu langsung dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. "Ditengah kesibukan beliau yang sangat padat, beliau menyempatkan diri bertemu saya dan berdiskusi secara singkat," ungkap Irianto.

Dalam pertemuannya, Irianto tak hanya membahas soal maraknya perdagangan narkoba skala internasional di Kaltara, mengingat Kaltara adalah gerbang utama menuju Malaysia dan Philipina. Ia juga membahas soal pembentukan Polda Kaltara dan pembangunan Mapolda Kaltara. "Saya juga melaporkan kepada beliau terkait kerja sama dan  dukungan pemprov Kaltara dalam rangka tupoksi Polda Kaltim, yang sementara inii membawahi wilayah Kaltara juga," lanjutnya.

Irianto menerangkan, Jendral Tito berharap agar adanya dukungan pengadaaan lahan untuk lokasi Mapolda Kaltara, di Tanjung Selor juga pada tahap awal memberikan bantuan hibah untuk operasional pelaksanaan tupoksi Polda Kaltara. "Selain itu beliau juga mengatakan Pemprov Papua Barat dan Sulawesi Barat juga melakukan hal yang sama, karena Poldanya juga baru terbentuk," ucapnya lagi.

Ia juga menyampaikan pada prinsipnya Pemprov Kaltara akan mendukung sepenuhnya pembentukan Polda Kaltara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan kewenangan Gubernur yang telah diatur dalam Undang-Undang. Ditambah lagi, Kapolri sendiri memberikan respons positif dan menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan Pemprov Kaltara dalam pelaksanaan tupoksi Polri di Kaltara selama ini dan beliau Tito juga akan memintan Kapolda Kaltim untuk berkoordinasi dengan Gubernur Kaltara lebih lanjut.

"Untuk masalah narkotika yang banyak beredar dan bebas dijual diwilayah Kaltara khususnya dari Philipina Selatan dan soal terorisme dan radikalisme beliau juga memberi tanggapan yang positif, dan akan memberi penanganan khusus yang lebih serius dan lebih intensif lagi," tutupnya. (KIA)

 

Kapolri Harapkan Kaltara Segera Bangun Mapolda

SUARA KALTARA
(Foto:ist) Gubernur Kalimantan Utara, Ir. Irianto Lamrie bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian


SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Maraknya kasus penyelundupan narkotika di Kalimantan Utara beberapa tahun terakhir ini membuat Gubernur Kaltara, Ir. Irianto Lamrie prihatin dan akhirnya memutuskan untuk mengambil keputusan yang bisa dibilang cukup sulit. Irianto memutuskan untuk datang sendiri bertemu dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dikediamannya.

Akhirnya pada pukul 22.45 WIB, beralamatkan di Jl. Sriwijaya V No. 17 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia bertemu langsung dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. "Ditengah kesibukan beliau yang sangat padat, beliau menyempatkan diri bertemu saya dan berdiskusi secara singkat," ungkap Irianto.

Dalam pertemuannya, Irianto tak hanya membahas soal maraknya perdagangan narkoba skala internasional di Kaltara, mengingat Kaltara adalah gerbang utama menuju Malaysia dan Philipina. Ia juga membahas soal pembentukan Polda Kaltara dan pembangunan Mapolda Kaltara. "Saya juga melaporkan kepada beliau terkait kerja sama dan  dukungan pemprov Kaltara dalam rangka tupoksi Polda Kaltim, yang sementara inii membawahi wilayah Kaltara juga," lanjutnya.

Irianto menerangkan, Jendral Tito berharap agar adanya dukungan pengadaaan lahan untuk lokasi Mapolda Kaltara, di Tanjung Selor juga pada tahap awal memberikan bantuan hibah untuk operasional pelaksanaan tupoksi Polda Kaltara. "Selain itu beliau juga mengatakan Pemprov Papua Barat dan Sulawesi Barat juga melakukan hal yang sama, karena Poldanya juga baru terbentuk," ucapnya lagi.

Ia juga menyampaikan pada prinsipnya Pemprov Kaltara akan mendukung sepenuhnya pembentukan Polda Kaltara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan kewenangan Gubernur yang telah diatur dalam Undang-Undang. Ditambah lagi, Kapolri sendiri memberikan respons positif dan menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan Pemprov Kaltara dalam pelaksanaan tupoksi Polri di Kaltara selama ini dan beliau Tito juga akan memintan Kapolda Kaltim untuk berkoordinasi dengan Gubernur Kaltara lebih lanjut.

"Untuk masalah narkotika yang banyak beredar dan bebas dijual diwilayah Kaltara khususnya dari Philipina Selatan dan soal terorisme dan radikalisme beliau juga memberi tanggapan yang positif, dan akan memberi penanganan khusus yang lebih serius dan lebih intensif lagi," tutupnya. (KIA)

 

No comments