Social Items

(Foto:Rizkia/SuaraKaltara) STQ: Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lamri bersama dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri acara pembukaan STQ di Masjid Baitul Izza, Tarakan Kalimantan Utara.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Seleksi Tilawatil Qur'an yang dilaksanakan di kota Tarakan, Kalimantan Utara kini resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin secara langsung di masjid Baitul Izza, Tarakan.

Sebanyak 34 provinsi ikut andil dalam seleksi kali ini, dengan mengirimkan khalifah-khalifah terbaiknya, yang akan berlomba menjadi yang terbaik. Sebanyak 5 macam perlombaan dilaksanakan di 4 tempat yang berbeda yaitu Masjid Baitul Izza sebagai arena I atau Utama menggelar seleksi Tilawah Anak-anak dan Dewasa.

Pada arena II yaitu masjid Al Ma'Arif diselenggarakan seleksi Tahfidz 1 hingga 5 juz. Lalu pada arena III bertempat di masjid At Taqwa, menyelenggarakan cabang Tahfidz 30 juz dan Tafsir Bahasa Arab. Arena IV di masjid Daarussa'adah menyelenggarakan cabang Tahfidz 10 hingga 20 juz.

Lukman, berharap dalam seleksi kali ini bisa membuahkan insan-insan terbaik yang nantinya bisa bertanding dikancah Internasional. "Alhamdullilah, pembukaan STQ di Tarakan, Kalimantan Utara berjalan lancar dan cukup meriah," ungkapnya penuh syukur.

Selain itu juga ia sangat mengapresiasi keberhasilan acara tersebut. STQ sendiri adalah acara perdua tahunan yang dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia setiap 2 tahun untuk mencari bibit-bibit terbaik Hafiz dan Hafizah juga Qori dan Qoriah. "Ini adalah tradisi yang sangat baik, untuk mencari bibit unggul, dalam STQ dan MTQ yang diselenggarakan 2 tahun sekali,"

Kegiatan ini juga salah satu cara untuk menangkal radikalisme dengan menanamkan nilai-nilai agama yang lebih banyak lagi kepada tunas bangsa sebagai caalon peemimpin bangsa. "Ini juga salah satu cara untuk mencegah radikalisme, dan ini bukan yang terakhir, saat akan penutupan juga akan dibahas, STQ selanjutnya akan diselenggarakan dimana?," tekannya.

Selain itu dalam pembukaan STQ ini juga diisi dengan teatrikal Umar Bin Khattab, yang memberi nilai dan pelajaran, Umar Bin Khattab sebagai pemimpin atau Khilafah yang dicintai oleh rakyatnya. (KIA)

Kemenag : STQ Sebagai Pencegah Radikalisme Dini

SUARA KALTARA
(Foto:Rizkia/SuaraKaltara) STQ: Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lamri bersama dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri acara pembukaan STQ di Masjid Baitul Izza, Tarakan Kalimantan Utara.




SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Seleksi Tilawatil Qur'an yang dilaksanakan di kota Tarakan, Kalimantan Utara kini resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin secara langsung di masjid Baitul Izza, Tarakan.

Sebanyak 34 provinsi ikut andil dalam seleksi kali ini, dengan mengirimkan khalifah-khalifah terbaiknya, yang akan berlomba menjadi yang terbaik. Sebanyak 5 macam perlombaan dilaksanakan di 4 tempat yang berbeda yaitu Masjid Baitul Izza sebagai arena I atau Utama menggelar seleksi Tilawah Anak-anak dan Dewasa.

Pada arena II yaitu masjid Al Ma'Arif diselenggarakan seleksi Tahfidz 1 hingga 5 juz. Lalu pada arena III bertempat di masjid At Taqwa, menyelenggarakan cabang Tahfidz 30 juz dan Tafsir Bahasa Arab. Arena IV di masjid Daarussa'adah menyelenggarakan cabang Tahfidz 10 hingga 20 juz.

Lukman, berharap dalam seleksi kali ini bisa membuahkan insan-insan terbaik yang nantinya bisa bertanding dikancah Internasional. "Alhamdullilah, pembukaan STQ di Tarakan, Kalimantan Utara berjalan lancar dan cukup meriah," ungkapnya penuh syukur.

Selain itu juga ia sangat mengapresiasi keberhasilan acara tersebut. STQ sendiri adalah acara perdua tahunan yang dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia setiap 2 tahun untuk mencari bibit-bibit terbaik Hafiz dan Hafizah juga Qori dan Qoriah. "Ini adalah tradisi yang sangat baik, untuk mencari bibit unggul, dalam STQ dan MTQ yang diselenggarakan 2 tahun sekali,"

Kegiatan ini juga salah satu cara untuk menangkal radikalisme dengan menanamkan nilai-nilai agama yang lebih banyak lagi kepada tunas bangsa sebagai caalon peemimpin bangsa. "Ini juga salah satu cara untuk mencegah radikalisme, dan ini bukan yang terakhir, saat akan penutupan juga akan dibahas, STQ selanjutnya akan diselenggarakan dimana?," tekannya.

Selain itu dalam pembukaan STQ ini juga diisi dengan teatrikal Umar Bin Khattab, yang memberi nilai dan pelajaran, Umar Bin Khattab sebagai pemimpin atau Khilafah yang dicintai oleh rakyatnya. (KIA)

No comments