Social Items

IST


Suarakaltara.com, TANJUNG SELOR-Sejak ditetapkan  menjadi Desa Wisata 26 Oktober 2003 lalu, Desa Wisata  Setulang telah banyak dikenal sebagai salah satu favorit destinasi wisata  para wisatawan yang ada di Malinau. Namun kala itu para pengunjung kebanyakan  hanya sebatas melakukan penelitian, khususnya tentang hutan adat Setulang yang dikenal dengan Tana Olen yang memiliki luasan kurang lebih 5.300 hektare.

Oleh karena itu masyarakat Adat Desa Setulang berhasil mendapat penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan dari Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2003. Selain memperoleh Kalpataru, Desa Setulang juga menjadi salah satu finalis Water Contest tingkat internasional di Kyoto, Jepang, pada 2003. Dari 870 peserta seluruh dunia, Desa Setulang merupakan salah satu finalis dari 3 finalis Indonesia lainnya.

Tahun ini, Desa Setulang akan bersaing dengan beberapa wilayah lainnya yang berada di Indonesia dalam perebutan juara di kategori ‘Kampung Adat Terpopuler’di ajang API 2017.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyambut baik atas masuknya nominasi Desa Setulang di API 2017 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata tersebut. Ini merupakan salah satu kebanggaan bagi Desa Setulang, Kabupaten Malinau juga Kaltara, karena satu-satunya kabupaten dan kota di Kaltara yang masuk dalam API 2017, kata Gubernur, Kamis (20/7).

Penentuan kemenangan ditentukan melalui Short Message Service (SMS), poling tersebut telah dimulai sejak 1 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Oktober mendatang. Kami berharap, seluruh masyarakat Kaltara dapat memberikan dukungan SMS, agar harapan bisa juara. Dengan cara ketik API 11D kirim ke nomor 99368, ujarnya.

Dikatakan Gubernur, Desa Setulang layak untuk masuk nominasi, tidak hanya menjadi destinasi pilihan wisatawan. Ragam budaya yang eksotis juga menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan baik asing maupun domestik. Saat ini tercatat beberapa kelompok kesenian khususnya tari-tarian ada di Setulang juga adanya upaya pembinaan dan pelestarian budaya seni tari dan kerajinan tangannya.

Dan Setulang adalah sebuah contoh dimana harmoni alam yang eksotis berpadu dengan kekayaan budaya yang bernilai tinggi yang secara turun temurun diwariskan pada generasi penerusnya. Ini merupakan salah satu yang dapat menjadi daya tarik untuk membuat orang singgah dan lebih banyak lagi menjadi tujuan perjalanan di Desa Setulang.

Alhamdulillah, masuk nominasi kategori kampung adat terpopuler API 2017, tentunya akan terus kita dukung sepenuhnya untuk menjadi juara di level nasional, ungkapnya.

Tidak hanya masuk nominasi sebagai Kampung Adat Terpopuler, detinasi Air Panas Semolon di Kabupaten Malinau juga masuk nominasi sebagai kategori Obyek Wisata Unik Terpopuler (API 14B) dan @pariwisata.tarakan (FB) Kota Tarakan sebagai nominasi kategori Promosi Pariwisata Digital Terpopuler (API 15D).(mei)
  Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau menjadi  desa yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017  mewakili Kalimantan Utara.

Keren, Desa Wisata ini Wakili Kaltara di Ajang API 2017

SUARA KALTARA
IST


Suarakaltara.com, TANJUNG SELOR-Sejak ditetapkan  menjadi Desa Wisata 26 Oktober 2003 lalu, Desa Wisata  Setulang telah banyak dikenal sebagai salah satu favorit destinasi wisata  para wisatawan yang ada di Malinau. Namun kala itu para pengunjung kebanyakan  hanya sebatas melakukan penelitian, khususnya tentang hutan adat Setulang yang dikenal dengan Tana Olen yang memiliki luasan kurang lebih 5.300 hektare.

Oleh karena itu masyarakat Adat Desa Setulang berhasil mendapat penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan dari Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2003. Selain memperoleh Kalpataru, Desa Setulang juga menjadi salah satu finalis Water Contest tingkat internasional di Kyoto, Jepang, pada 2003. Dari 870 peserta seluruh dunia, Desa Setulang merupakan salah satu finalis dari 3 finalis Indonesia lainnya.

Tahun ini, Desa Setulang akan bersaing dengan beberapa wilayah lainnya yang berada di Indonesia dalam perebutan juara di kategori ‘Kampung Adat Terpopuler’di ajang API 2017.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyambut baik atas masuknya nominasi Desa Setulang di API 2017 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata tersebut. Ini merupakan salah satu kebanggaan bagi Desa Setulang, Kabupaten Malinau juga Kaltara, karena satu-satunya kabupaten dan kota di Kaltara yang masuk dalam API 2017, kata Gubernur, Kamis (20/7).

Penentuan kemenangan ditentukan melalui Short Message Service (SMS), poling tersebut telah dimulai sejak 1 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Oktober mendatang. Kami berharap, seluruh masyarakat Kaltara dapat memberikan dukungan SMS, agar harapan bisa juara. Dengan cara ketik API 11D kirim ke nomor 99368, ujarnya.

Dikatakan Gubernur, Desa Setulang layak untuk masuk nominasi, tidak hanya menjadi destinasi pilihan wisatawan. Ragam budaya yang eksotis juga menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan baik asing maupun domestik. Saat ini tercatat beberapa kelompok kesenian khususnya tari-tarian ada di Setulang juga adanya upaya pembinaan dan pelestarian budaya seni tari dan kerajinan tangannya.

Dan Setulang adalah sebuah contoh dimana harmoni alam yang eksotis berpadu dengan kekayaan budaya yang bernilai tinggi yang secara turun temurun diwariskan pada generasi penerusnya. Ini merupakan salah satu yang dapat menjadi daya tarik untuk membuat orang singgah dan lebih banyak lagi menjadi tujuan perjalanan di Desa Setulang.

Alhamdulillah, masuk nominasi kategori kampung adat terpopuler API 2017, tentunya akan terus kita dukung sepenuhnya untuk menjadi juara di level nasional, ungkapnya.

Tidak hanya masuk nominasi sebagai Kampung Adat Terpopuler, detinasi Air Panas Semolon di Kabupaten Malinau juga masuk nominasi sebagai kategori Obyek Wisata Unik Terpopuler (API 14B) dan @pariwisata.tarakan (FB) Kota Tarakan sebagai nominasi kategori Promosi Pariwisata Digital Terpopuler (API 15D).(mei)
  Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau menjadi  desa yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017  mewakili Kalimantan Utara.

No comments