Social Items

Ilustrasi

Suarakaltara.com,Tarakan-Komisi Pemilihan Umum (KPU)  telah mengajukan proposal anggaran dana kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Tarakan 2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Senin (24/7) lalu .Di dalam proposal tersebut, KPU memerlukan anggaran sebesar 40 Miliar rupiah agar bisa mensukseskan jalannya pesta demokrasi 5 tahunan ini. 

Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng yang dikonfirmasi Suarakaltara.com membenarkan hal tersebut.Ia mengatakan sudah membaca isi proposal yang diajukan oleh KPU. Meski demikian pihaknya masih harus membahas lagi proposal tersebut sebelum menganggarkan mengingat kondisi keuangan pemerintah yang mengalami defisit dan masih memiliki utang 214 Miliar yang belum terbayar. 

"Ini kan masih sebatas proposal, nanti kami akan lihat lagi berapa keperluannya,"ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Lanjut Salman, pihaknya akan segera membahas persoalan anggaran tersebut bersama dengan pemerintah kota Tarakan dan berjanji memberikan keputusan besaran anggaran yang diberikan kepada KPU selambat-lambatnya akhir bulan Juli 2017.Menurut salman,anggaran untuk kegiatan Pilkada  sifatnya wajib diberikan,sehingga  tak perlu lagi memanggil pihak KPU untuk membahas proposal tersebut.

"Itu wajib dianggarkan, tapi kita lihat juga mana kebutuhan yang sunah.Selain KPU kan masih ada Panwaslu, keamanan, dan yang lainnya yang perlu dianggarkan.Untuk meriah atau tidaknya Pilkada nanti dilihat belakangan yang terpenting Pilkada bisa berjalan dengan baik",pungkasnya.(rico/mei)

KPU Butuh 40 Miliar Untuk Pilwali 2018

SUARA KALTARA
Ilustrasi

Suarakaltara.com,Tarakan-Komisi Pemilihan Umum (KPU)  telah mengajukan proposal anggaran dana kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Tarakan 2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Senin (24/7) lalu .Di dalam proposal tersebut, KPU memerlukan anggaran sebesar 40 Miliar rupiah agar bisa mensukseskan jalannya pesta demokrasi 5 tahunan ini. 

Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng yang dikonfirmasi Suarakaltara.com membenarkan hal tersebut.Ia mengatakan sudah membaca isi proposal yang diajukan oleh KPU. Meski demikian pihaknya masih harus membahas lagi proposal tersebut sebelum menganggarkan mengingat kondisi keuangan pemerintah yang mengalami defisit dan masih memiliki utang 214 Miliar yang belum terbayar. 

"Ini kan masih sebatas proposal, nanti kami akan lihat lagi berapa keperluannya,"ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Lanjut Salman, pihaknya akan segera membahas persoalan anggaran tersebut bersama dengan pemerintah kota Tarakan dan berjanji memberikan keputusan besaran anggaran yang diberikan kepada KPU selambat-lambatnya akhir bulan Juli 2017.Menurut salman,anggaran untuk kegiatan Pilkada  sifatnya wajib diberikan,sehingga  tak perlu lagi memanggil pihak KPU untuk membahas proposal tersebut.

"Itu wajib dianggarkan, tapi kita lihat juga mana kebutuhan yang sunah.Selain KPU kan masih ada Panwaslu, keamanan, dan yang lainnya yang perlu dianggarkan.Untuk meriah atau tidaknya Pilkada nanti dilihat belakangan yang terpenting Pilkada bisa berjalan dengan baik",pungkasnya.(rico/mei)

No comments