Social Items

(Foto: Rico Jeferson Dao)  Salah Satu Oknum PNS Yang Terjaring Razia disebuah Toko dikawasan Kusuma Bangsa.


SUARAKALTARA.com,TARAKAN H+2 kembalinya para Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada rutinitas masing-masing, paska libur panjang Idul Fitri kemarin membuat  Satuan Polisi Paling Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia rutin terkait dengan adanya ASN yang mangkir dan bolos kerja. Pada pukul  09.00 bertempat di Mako SatPol PP kota Tarakan, puluhan petugas PolPP sudah bersiap akan merazia tempat-tempat yang diduga sebagai tempat para ASN untuk mangkir diminggu pertama kerja.
Dimulai dari kawasan pertokoan yang cukup terkenal di Tarakan, STB dan disana tidak didapati adanya ASN yang tengah mangkir dari tugasnya. Berlanjut ke Pasar Tenguyun dimana seorang oknum PNS yang berprofesi sebagai guru, berada diluar saat jam kerja masih berlangsung. Selanjutnya menyusuri jalan Gajah Mada yaitu kawasan pasar Gusher, dimana kedapatan lagi oknum PNS yang tengah asiknya minum kopi dan mengobrol.

Dikatakan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tarakan, Waridi, dalam razia kali ini terjaring sebanyak 8 oknum PNS yang akan di beri surat teguran dan pemanggilan langsung. Pihaknya juga akan membuat surat tebusan kepada kantor BKD dan Banwas. " Kita menangkap 8 orang oknum PNS yang mangkir pada minggu pertama kerja, saat sedang bersantai diwarung kopi dan selanjutnya akan ditindak juga diberi sanksi,"tegas waridi ketika di tanya. Selasa (4/7).
Surat yang diberikan akan menjadi bukti untuk PNS yang tertangkap. Ketika disinggung permasalahan apakah berita razia ini sudah bocor karena biasanya banyak oknum ASN yang berkeliaran di jam kerja namun, hari ini hanya 8 yang terjaring razia. "Permasalahan razia tidak bocor membocorkan dan memang sebelumnya juga sudah ada pemberitahuan dari pak wali sendiri,"jawab Waridi.
Tidak hanya itu  di salah satu warung kopi yang sering didatangi oknum ASN saat jam kerja namun, tidak didatangi oleh petugas Satpol PP. Ketika dikonfirmasi Waridi mengatakan bahwa sudah ada pihaknya dari Satpol PP yang sudah memberikan laporan bahwa warung kopi tersebut kosong dan tidak ada oknum ASN yang berada di tempat tersebut."Kami sudah menyebarkan 12 intelegen kami ke seluruh titik di Tarakan," tegasnya.
Diketahui esok, 8 oknum PNS ini akan secara langsung ditertibkan dan diberi sanksi sehingga bisa menjadi pelajaran juga bagi yang lain, agar tidak melakukan hal yang sama. (JEF)


Minggu Pertama Kerja, 8 ASN Terjaring Razia

SUARA KALTARA
(Foto: Rico Jeferson Dao)  Salah Satu Oknum PNS Yang Terjaring Razia disebuah Toko dikawasan Kusuma Bangsa.


SUARAKALTARA.com,TARAKAN H+2 kembalinya para Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada rutinitas masing-masing, paska libur panjang Idul Fitri kemarin membuat  Satuan Polisi Paling Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia rutin terkait dengan adanya ASN yang mangkir dan bolos kerja. Pada pukul  09.00 bertempat di Mako SatPol PP kota Tarakan, puluhan petugas PolPP sudah bersiap akan merazia tempat-tempat yang diduga sebagai tempat para ASN untuk mangkir diminggu pertama kerja.
Dimulai dari kawasan pertokoan yang cukup terkenal di Tarakan, STB dan disana tidak didapati adanya ASN yang tengah mangkir dari tugasnya. Berlanjut ke Pasar Tenguyun dimana seorang oknum PNS yang berprofesi sebagai guru, berada diluar saat jam kerja masih berlangsung. Selanjutnya menyusuri jalan Gajah Mada yaitu kawasan pasar Gusher, dimana kedapatan lagi oknum PNS yang tengah asiknya minum kopi dan mengobrol.

Dikatakan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Tarakan, Waridi, dalam razia kali ini terjaring sebanyak 8 oknum PNS yang akan di beri surat teguran dan pemanggilan langsung. Pihaknya juga akan membuat surat tebusan kepada kantor BKD dan Banwas. " Kita menangkap 8 orang oknum PNS yang mangkir pada minggu pertama kerja, saat sedang bersantai diwarung kopi dan selanjutnya akan ditindak juga diberi sanksi,"tegas waridi ketika di tanya. Selasa (4/7).
Surat yang diberikan akan menjadi bukti untuk PNS yang tertangkap. Ketika disinggung permasalahan apakah berita razia ini sudah bocor karena biasanya banyak oknum ASN yang berkeliaran di jam kerja namun, hari ini hanya 8 yang terjaring razia. "Permasalahan razia tidak bocor membocorkan dan memang sebelumnya juga sudah ada pemberitahuan dari pak wali sendiri,"jawab Waridi.
Tidak hanya itu  di salah satu warung kopi yang sering didatangi oknum ASN saat jam kerja namun, tidak didatangi oleh petugas Satpol PP. Ketika dikonfirmasi Waridi mengatakan bahwa sudah ada pihaknya dari Satpol PP yang sudah memberikan laporan bahwa warung kopi tersebut kosong dan tidak ada oknum ASN yang berada di tempat tersebut."Kami sudah menyebarkan 12 intelegen kami ke seluruh titik di Tarakan," tegasnya.
Diketahui esok, 8 oknum PNS ini akan secara langsung ditertibkan dan diberi sanksi sehingga bisa menjadi pelajaran juga bagi yang lain, agar tidak melakukan hal yang sama. (JEF)


No comments