Social Items

(Foto: Mufid/SuaraKaltara) Paripurna di DPRD Kaltara yang pimpin oleh Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon dan dihadiri oleh Sekprov Kaltara Badrun



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara tahun anggaran 2016 kepada DPRD Kaltara disampaikan oleh Pemprov melalui Sekretaris Daerah, Badrun pada Senin (10/7/2017). Dalam penyampaian tersebut, dijelaskan mengenai materi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016, bahwa pertanggungjawaban itu merupakan wujud pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBD.

Ditanggapi oleh Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon bahwa secara garis besar yang dibeberkan oleh pemerintah sudah cukup baikTerkait pendapatan yang melebihi target menurutnya hal yang bagus untuk pemerintah. Akan tetapi yang terpenting adalah realisasi pembangunan melalui anggaran yang diserap benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.

“Jadi pendapatan melebihi target, realisasi anggaran 2016 itu sudah cukup baik. Capaian yang ada sudah cukup bagus, tapi tak harus kita bangga dengan capaian itu, yang penting bagaimana hasil pembangunan itu tepat sasaran dan tepat guna. Dan hasil pembangunan betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Jadi bukan hanya pada besar realisasinya itu yang dikejar,” katanya.

Untuk diketahui, pada pembiayaan daerah yang merupakan transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplusdisampaikan bahwa penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2016 ditargetkan sebesar Rp735.234.472.847,29 direalisasi 100%. Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2016 ditargetkan sebesar Rp150.000.000.000,00 direalisasikan 100%. Sehingga pembiayaan netto sebesar rp585.234.472.847,29.

Dengan demikian, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2016 sebesar Rp361.687.505.142,55. “Silpa tahun kemarin itu sayang jika tidak dimanfaatkan betul-betul. Kalau memang bisa menutupi defisit tahun selanjutnya kenapa tidak,” pungkasnya. (muf)
Area lampiran

Pertanggungjawaban APBD Kaltara 2016 Dinilai Cukup Baik, Tapi...??

SUARA KALTARA
(Foto: Mufid/SuaraKaltara) Paripurna di DPRD Kaltara yang pimpin oleh Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon dan dihadiri oleh Sekprov Kaltara Badrun



SUARAKALTARA.com, TANJUNG SELOR - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara tahun anggaran 2016 kepada DPRD Kaltara disampaikan oleh Pemprov melalui Sekretaris Daerah, Badrun pada Senin (10/7/2017). Dalam penyampaian tersebut, dijelaskan mengenai materi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016, bahwa pertanggungjawaban itu merupakan wujud pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBD.

Ditanggapi oleh Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon bahwa secara garis besar yang dibeberkan oleh pemerintah sudah cukup baikTerkait pendapatan yang melebihi target menurutnya hal yang bagus untuk pemerintah. Akan tetapi yang terpenting adalah realisasi pembangunan melalui anggaran yang diserap benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.

“Jadi pendapatan melebihi target, realisasi anggaran 2016 itu sudah cukup baik. Capaian yang ada sudah cukup bagus, tapi tak harus kita bangga dengan capaian itu, yang penting bagaimana hasil pembangunan itu tepat sasaran dan tepat guna. Dan hasil pembangunan betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Jadi bukan hanya pada besar realisasinya itu yang dikejar,” katanya.

Untuk diketahui, pada pembiayaan daerah yang merupakan transaksi keuangan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplusdisampaikan bahwa penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2016 ditargetkan sebesar Rp735.234.472.847,29 direalisasi 100%. Sedangkan pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2016 ditargetkan sebesar Rp150.000.000.000,00 direalisasikan 100%. Sehingga pembiayaan netto sebesar rp585.234.472.847,29.

Dengan demikian, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2016 sebesar Rp361.687.505.142,55. “Silpa tahun kemarin itu sayang jika tidak dimanfaatkan betul-betul. Kalau memang bisa menutupi defisit tahun selanjutnya kenapa tidak,” pungkasnya. (muf)
Area lampiran

No comments