Social Items

(FOTO:RICO JEFERSON DAO) RUSAK : KEADAAN JALAN BENGAWAN YANG RUSAK PARAH DAN RAWAN LONGSOR SERTA MINIM PENERANGAN

SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Jalan yang merupakan akses untuk kelangsungan hidup masyarakat dan merupakan jalan menuju salah satu prasarana pendidikan yaitu SDN 051 Tarakan yang terletak di Jln. Bengawan RT 18 Juata Kerikil,  Kecamatan Tarakan Utara, banyak di keluhkan oleh pengendara dan masyarakat yang melalui jalan tersebut karena badan jalan mengalami kerusakan yang parah.

Menurut salah satu masyarakat yang selalu melewati jalan tersebut Salman (35), mengatakan bahwa jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sudah cukup lama dan ia juga baru melihat perbaikan jalan tersebut mulai bulan Juni kemarin. "Kerusakan ini sudah 3 bulan lalu mas, ini jalan juga sudah dua kali perbaikan tetapi masih aja cepat rusak," ungkap Salman ketika di tanya oleh Suara Kaltara, Sabtu (1/6).
Kerusakan yang terjadi didaerah tersebut bisa dikatakan sudah parah karena kondisi jalan syang sudah longsor dan terdapat lubang besar dibadan jalan, sehingga membuat para pengendara harus extra berhati-hati melewati jalan tersebut. Badan jalan yang hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat ini, membuat pengguna jalan harus bergantian atau menunggu karena kalau dipaksakan berjalan makan akan terjadi gesekan pada kendaraan.

Bukan hanya itu saja salah satu pengendara sepeda motor Ardi mengatakan,  jalan itu merupakan satu-satunya jalan bagi anaknya menuju tempatnya menuntut ilmu yakni SDN 051 Tarakan. Sehingga dengan kondisi jalan seperti itu membuat dirinya prihatin ketika orang tua murid lainnya harus ekstra berhati-hati ketika mengantar anaknya ke sekolah. "Anak saya sekolah di situ mas, tapi dengan keadaan jalan seperti itu membuat saya merasa tidak nyaman karena bahaya," keluh 

Bukan hanya soal jalan rusak, pada malam hari keadaan akan menjadi sangat gelap gulita karena tidak adanya lampu jalan yang tersedia didaerah tersebut. Masyarakat sekitarpun hanya menggunakan penerangan lampu motor seadanya ketika akan melewati daerah tersebut. Terkait permasalahan ini, masyarakat setempat sudah sering mengadukan masalah ini kepada pemerintah kota untuk di berikan pemasangan listrik.

Seperti yang dikeluhkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Hasnah yang tinggal didaerah Bengawan tersebut, dirinya sempat mendapat info dari ketua RT 18 untuk mengumpulkan data keluarga setiap rumah untuk pemasangan listrik, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dipasang dari pihak PLN. “Iya mas, kami sempat disuruh kumpul Kartu Keluarga bersama dengan KTP dan malahan disuruh membayar uang pemasangan Rp 1.240.000. dan sampai sekarang sekitar 3 tahunan belum ada penerangan yang masuk ditempat kami,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, dirinya juga mengharapkan dari pihak terkait untuk segera merealisasikan penerangan didaerah itu. “Iya kami warga disini berharap supaya diberikan penerangan didaerah kami ini, agar anak kami juga lebih mudah apabila ada tugas dari sekolah untuk ngeprint tugaskan gak perlu keluar lagi jauh-jauh dan bisa ngeprint dirumah aja,” tutupnya. (JEF)

Tak Kunjung DiPerbaiki, Warga Bengawan Pasrah

SUARA KALTARA
(FOTO:RICO JEFERSON DAO) RUSAK : KEADAAN JALAN BENGAWAN YANG RUSAK PARAH DAN RAWAN LONGSOR SERTA MINIM PENERANGAN

SUARAKALTARA.com, TARAKAN - Jalan yang merupakan akses untuk kelangsungan hidup masyarakat dan merupakan jalan menuju salah satu prasarana pendidikan yaitu SDN 051 Tarakan yang terletak di Jln. Bengawan RT 18 Juata Kerikil,  Kecamatan Tarakan Utara, banyak di keluhkan oleh pengendara dan masyarakat yang melalui jalan tersebut karena badan jalan mengalami kerusakan yang parah.

Menurut salah satu masyarakat yang selalu melewati jalan tersebut Salman (35), mengatakan bahwa jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sudah cukup lama dan ia juga baru melihat perbaikan jalan tersebut mulai bulan Juni kemarin. "Kerusakan ini sudah 3 bulan lalu mas, ini jalan juga sudah dua kali perbaikan tetapi masih aja cepat rusak," ungkap Salman ketika di tanya oleh Suara Kaltara, Sabtu (1/6).
Kerusakan yang terjadi didaerah tersebut bisa dikatakan sudah parah karena kondisi jalan syang sudah longsor dan terdapat lubang besar dibadan jalan, sehingga membuat para pengendara harus extra berhati-hati melewati jalan tersebut. Badan jalan yang hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat ini, membuat pengguna jalan harus bergantian atau menunggu karena kalau dipaksakan berjalan makan akan terjadi gesekan pada kendaraan.

Bukan hanya itu saja salah satu pengendara sepeda motor Ardi mengatakan,  jalan itu merupakan satu-satunya jalan bagi anaknya menuju tempatnya menuntut ilmu yakni SDN 051 Tarakan. Sehingga dengan kondisi jalan seperti itu membuat dirinya prihatin ketika orang tua murid lainnya harus ekstra berhati-hati ketika mengantar anaknya ke sekolah. "Anak saya sekolah di situ mas, tapi dengan keadaan jalan seperti itu membuat saya merasa tidak nyaman karena bahaya," keluh 

Bukan hanya soal jalan rusak, pada malam hari keadaan akan menjadi sangat gelap gulita karena tidak adanya lampu jalan yang tersedia didaerah tersebut. Masyarakat sekitarpun hanya menggunakan penerangan lampu motor seadanya ketika akan melewati daerah tersebut. Terkait permasalahan ini, masyarakat setempat sudah sering mengadukan masalah ini kepada pemerintah kota untuk di berikan pemasangan listrik.

Seperti yang dikeluhkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Hasnah yang tinggal didaerah Bengawan tersebut, dirinya sempat mendapat info dari ketua RT 18 untuk mengumpulkan data keluarga setiap rumah untuk pemasangan listrik, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dipasang dari pihak PLN. “Iya mas, kami sempat disuruh kumpul Kartu Keluarga bersama dengan KTP dan malahan disuruh membayar uang pemasangan Rp 1.240.000. dan sampai sekarang sekitar 3 tahunan belum ada penerangan yang masuk ditempat kami,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, dirinya juga mengharapkan dari pihak terkait untuk segera merealisasikan penerangan didaerah itu. “Iya kami warga disini berharap supaya diberikan penerangan didaerah kami ini, agar anak kami juga lebih mudah apabila ada tugas dari sekolah untuk ngeprint tugaskan gak perlu keluar lagi jauh-jauh dan bisa ngeprint dirumah aja,” tutupnya. (JEF)

No comments