Social Items

(Foto:Rizkia/SuaraKaltara.com) BEKERJA SAMA : TNI dan Polri bekerja sama dengan masyarakat Pantai Amal dalam membangun jembatan penyambung RT.04 dan RT.05 Kelurahan Pantai Amal



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Tarakan sebagai kota yang terbilang masih muda, membuat pemerintah kota setiap tahunnya harus bekerja keras membangun setiap inci kota Tarakan, agar layak ditinggali. Pastinya hal ini tidak lepas dengan peraturan pemerintah mengenai lahan yang bisa dan tidak bisa dijadikan lahan untuk tinggal oleh masyarakat Tarakan.Namun, masih saja ada daerah yang hingga kini masih belum terjamah tangan pemerintah. Salah satu yang selama 4 tahun belum terjamah adalah daerah Pantai Amal Lama Tarakan.

Adalah warga RT. 05 Kelurahan Pantai Amal, yang akhirnya bisa punya jembatan permanen dan bisa menyebrang dengan mudah tanpa harus berputar cukup jauh jika ingin menyebrang ke RT sebelah. Diceritakan Ketua RT. 05, Abdul Rahman ia bersama masyarakat disana telah mengajukan perbaikan jembatan yang menghubungkan antara RT.05 dan RT.04.

"Sudah sejak 2014 saya dan kelurahan meminta ke pemkot bantuan pembangunan jembatan, tapi hingga kini belum ada jawaban, ya dengan program TMMD ini akhirnya bisa punya jembatan sudah warga sini," paparnya sembari tersenyum.

Diungkapkan Rahman, sapaan akrabnya sebelum adanya program TMMD ini, ia dan warga sekitar membangun jembatan dengan bahan seadanya. Sempat ia dan warga mengumpulkan dana bersama dan membeli gorong-gorong untuk pembangunan jembatan namun tak cukup kuat menahan beban berat akhirnya hancur juga.

"Dulu kami sempat beli gorong-gorong, tapi hancur juga karena yang lewat tidak hanya motor, tapi truk juga, akhirnya inisiatif pake batang kelapa saja," terangnya kepada awak media.

Ia mengeluhkan bahwa sebelumnya dirinya dan warga harus memutar jalan sejauh 300 meter untuk bisa menyebrang. Apalagi pekerjaan utama warga sekitar Pantai Amal adalah petani rumput laut, sehingga mereka setiap harinya harus bersusah payah menyebrang dan memutar jauh sambil memikul karung yang berisi rumput laut dengan berat rata2 100 kg.

"Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI serta Polri juga, karena akhirnya bisa membantu kami membangun jembatan untuk digunakan warga sini," tutupnya.

Pada H+6 TMMD, pembangunan jembatan di Kelurahan Pantai Amal, sudah mencapai pemasangan tiang. (KIA)

TMMD Pemersatu Segala Aspek Masyarakat

SUARA KALTARA
(Foto:Rizkia/SuaraKaltara.com) BEKERJA SAMA : TNI dan Polri bekerja sama dengan masyarakat Pantai Amal dalam membangun jembatan penyambung RT.04 dan RT.05 Kelurahan Pantai Amal



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Tarakan sebagai kota yang terbilang masih muda, membuat pemerintah kota setiap tahunnya harus bekerja keras membangun setiap inci kota Tarakan, agar layak ditinggali. Pastinya hal ini tidak lepas dengan peraturan pemerintah mengenai lahan yang bisa dan tidak bisa dijadikan lahan untuk tinggal oleh masyarakat Tarakan.Namun, masih saja ada daerah yang hingga kini masih belum terjamah tangan pemerintah. Salah satu yang selama 4 tahun belum terjamah adalah daerah Pantai Amal Lama Tarakan.

Adalah warga RT. 05 Kelurahan Pantai Amal, yang akhirnya bisa punya jembatan permanen dan bisa menyebrang dengan mudah tanpa harus berputar cukup jauh jika ingin menyebrang ke RT sebelah. Diceritakan Ketua RT. 05, Abdul Rahman ia bersama masyarakat disana telah mengajukan perbaikan jembatan yang menghubungkan antara RT.05 dan RT.04.

"Sudah sejak 2014 saya dan kelurahan meminta ke pemkot bantuan pembangunan jembatan, tapi hingga kini belum ada jawaban, ya dengan program TMMD ini akhirnya bisa punya jembatan sudah warga sini," paparnya sembari tersenyum.

Diungkapkan Rahman, sapaan akrabnya sebelum adanya program TMMD ini, ia dan warga sekitar membangun jembatan dengan bahan seadanya. Sempat ia dan warga mengumpulkan dana bersama dan membeli gorong-gorong untuk pembangunan jembatan namun tak cukup kuat menahan beban berat akhirnya hancur juga.

"Dulu kami sempat beli gorong-gorong, tapi hancur juga karena yang lewat tidak hanya motor, tapi truk juga, akhirnya inisiatif pake batang kelapa saja," terangnya kepada awak media.

Ia mengeluhkan bahwa sebelumnya dirinya dan warga harus memutar jalan sejauh 300 meter untuk bisa menyebrang. Apalagi pekerjaan utama warga sekitar Pantai Amal adalah petani rumput laut, sehingga mereka setiap harinya harus bersusah payah menyebrang dan memutar jauh sambil memikul karung yang berisi rumput laut dengan berat rata2 100 kg.

"Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI serta Polri juga, karena akhirnya bisa membantu kami membangun jembatan untuk digunakan warga sini," tutupnya.

Pada H+6 TMMD, pembangunan jembatan di Kelurahan Pantai Amal, sudah mencapai pemasangan tiang. (KIA)

No comments