Social Items

(Foto:Elia Ahmad/SuaraKaltara.com)
LPS: Senior Executive Vice President Lembaga Simpan Pinjam, Suharno Eliandy



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sejak tahun 2004 silam hingga kini (Lembaga Simpan Pinjam) LPS telah berdiri dan ikut andil memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia. LPS sendiri pernah mengucurkan dana sebanyak 1,2 triliun untuk menyelamatkan bank yang bangkrut dan membentuk kembali bank yang gagal berkembang.


Saat dikonfirmasi, Senior Executive Vice President LPS Suharno Eliandy mengatakan, 1,2 triliun tersebut disalurkan untuk menyelematkan satu unit bank umum, kemudian membantu satu unit bank umum, dan 80 unit Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) yang gagal.

“Kucuran dana tersebut kita gunakan untuk mengklaim simpanan nasabah, dan menyelamatkan bank yang nyaris bangkrut, contohnya Bank century itu, kita kembalikan semua uang nasabahnya, dan setelah semua sudah di atasi bank itu kami jual,” ujarnya usai menjadi pembicara pada seminar LPS di Swiss Bell Hotel Tarakan.

Lebih lanjut Suharno menjelaskan, adapun tugas LPS diantaranya merumuskan serta menetapkan kebijakan pelaksanaan penjamin simpanan, serta menyelamatkan bank colaps dan menyelematkan bank yang gagal.

“Selain itu kami juga berfungsi menjaga stabilitas sistem keuangan , karena jika ada bank tutup kemudian tidak ada ganti rugi oleh pihak bank maka akan menimbulkan keributan sehingga akan berdampak pada nasabah bank lainnya,” terangnya.

Disamping itu, Suharno mengungkapkan, Slsejak berdirinya sampai saat ini LPS tidak memiliki kantor cabang, semestinya LPS perlu memiliki kantor perwakilan di tiap provinsi Indonesia.

”Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk menuju kesana, salah satunya mengamandemen undang-undang, karena di undang-undang LPS tidak memiliki kantor cabang, karena kita pasti mengarah kesitu nantinya,” tutupnya. (Ell/Kia)

13 Tahun Berdiri, LPS Selamatkan 80 Bank Colaps

SUARA KALTARA
(Foto:Elia Ahmad/SuaraKaltara.com)
LPS: Senior Executive Vice President Lembaga Simpan Pinjam, Suharno Eliandy



SUARAKALTARA.com,TARAKAN - Sejak tahun 2004 silam hingga kini (Lembaga Simpan Pinjam) LPS telah berdiri dan ikut andil memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia. LPS sendiri pernah mengucurkan dana sebanyak 1,2 triliun untuk menyelamatkan bank yang bangkrut dan membentuk kembali bank yang gagal berkembang.


Saat dikonfirmasi, Senior Executive Vice President LPS Suharno Eliandy mengatakan, 1,2 triliun tersebut disalurkan untuk menyelematkan satu unit bank umum, kemudian membantu satu unit bank umum, dan 80 unit Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) yang gagal.

“Kucuran dana tersebut kita gunakan untuk mengklaim simpanan nasabah, dan menyelamatkan bank yang nyaris bangkrut, contohnya Bank century itu, kita kembalikan semua uang nasabahnya, dan setelah semua sudah di atasi bank itu kami jual,” ujarnya usai menjadi pembicara pada seminar LPS di Swiss Bell Hotel Tarakan.

Lebih lanjut Suharno menjelaskan, adapun tugas LPS diantaranya merumuskan serta menetapkan kebijakan pelaksanaan penjamin simpanan, serta menyelamatkan bank colaps dan menyelematkan bank yang gagal.

“Selain itu kami juga berfungsi menjaga stabilitas sistem keuangan , karena jika ada bank tutup kemudian tidak ada ganti rugi oleh pihak bank maka akan menimbulkan keributan sehingga akan berdampak pada nasabah bank lainnya,” terangnya.

Disamping itu, Suharno mengungkapkan, Slsejak berdirinya sampai saat ini LPS tidak memiliki kantor cabang, semestinya LPS perlu memiliki kantor perwakilan di tiap provinsi Indonesia.

”Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk menuju kesana, salah satunya mengamandemen undang-undang, karena di undang-undang LPS tidak memiliki kantor cabang, karena kita pasti mengarah kesitu nantinya,” tutupnya. (Ell/Kia)

No comments