Social Items

Ketua DPD Granat Kaltara M.Isak Djaja


Suarakaltara.com,TARAKAN- Meningkatnya peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Anti Narkoba (Granat) melakukan pergerakan untuk membahas permasalahan Narkoba.Apalagi dalam pemetaan peredaran narkoba di Indonesia,Kaltara masuk di urutan ketiga setelah Provinsi Sumatera Utara dan DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kaltara Muhammad Isak Djaja, mengatakan penyebaran Narkoba  di Kaltara sangat tinggi karena letak Geografis Kaltara berada tepat di daerah perbatasan.Selain itu hal substantif yang dinilai membuat narkoba mudah beredar adalah faktor ekonomi yang dihasilkan dari bisnis haram ini sangat besar sehingga membuat banyak orang tergiur dan terjun menjadi pengedar narkoba.Selain itu suplai and demand di Indonesia juga diketahui sangat tinggi sehingga para Bandar Narkoba menjadikan Indonesia sebagai lahan basah untuk meraih keuntungan.

“Secara geografis sangat menguntungkan karena kaltara adalah daerah perbatasan, dan hasil riset BNN 64 persen peredaran dilakukan dari jalur laut,"ungkap Isak.

Melihat kondisi tersebut Isak mengaku prihatin, maka dari itu Granat pun berkomitmen membantu aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia khususnya Kaltara. Lanjut Isak DPD Granat sudah intens melakukan komunikasi dengan institusi penegak hukum seperti Kepolisian, BNN, Bea Cukai, dan Polri untuk bersama-sama berupaya memerangi narkoba. Untuk itu akhir bulan Agustus nanti DPD Granat Kaltara bekerja sama dengan KNPI dan Polres Tarakan akan membuat acara Kemah Ilmiah Pelajar (KIP) yang nantinya disisipi dengan penyuluhan terkait narkoba dengan cara dan konsep baru yang lebih matang.(Rico/Mei)

Begini Trik Granat Perangi Narkoba

SUARA KALTARA
Ketua DPD Granat Kaltara M.Isak Djaja


Suarakaltara.com,TARAKAN- Meningkatnya peredaran narkoba di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Anti Narkoba (Granat) melakukan pergerakan untuk membahas permasalahan Narkoba.Apalagi dalam pemetaan peredaran narkoba di Indonesia,Kaltara masuk di urutan ketiga setelah Provinsi Sumatera Utara dan DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kaltara Muhammad Isak Djaja, mengatakan penyebaran Narkoba  di Kaltara sangat tinggi karena letak Geografis Kaltara berada tepat di daerah perbatasan.Selain itu hal substantif yang dinilai membuat narkoba mudah beredar adalah faktor ekonomi yang dihasilkan dari bisnis haram ini sangat besar sehingga membuat banyak orang tergiur dan terjun menjadi pengedar narkoba.Selain itu suplai and demand di Indonesia juga diketahui sangat tinggi sehingga para Bandar Narkoba menjadikan Indonesia sebagai lahan basah untuk meraih keuntungan.

“Secara geografis sangat menguntungkan karena kaltara adalah daerah perbatasan, dan hasil riset BNN 64 persen peredaran dilakukan dari jalur laut,"ungkap Isak.

Melihat kondisi tersebut Isak mengaku prihatin, maka dari itu Granat pun berkomitmen membantu aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia khususnya Kaltara. Lanjut Isak DPD Granat sudah intens melakukan komunikasi dengan institusi penegak hukum seperti Kepolisian, BNN, Bea Cukai, dan Polri untuk bersama-sama berupaya memerangi narkoba. Untuk itu akhir bulan Agustus nanti DPD Granat Kaltara bekerja sama dengan KNPI dan Polres Tarakan akan membuat acara Kemah Ilmiah Pelajar (KIP) yang nantinya disisipi dengan penyuluhan terkait narkoba dengan cara dan konsep baru yang lebih matang.(Rico/Mei)

No comments