Social Items

(Foto:IST)


SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Nasib naas kembali dialami oleh seorang petani tambak asal Tarakan, Kalimantan Utara  (Kaltara),ia tewas ditembak oleh pelaku perampokan yang berjumlah empat orang pada Rabu ( 9 / 8 ) kemarin.

Perampokan yang disertai kekerasan dialami oleh Hadeng ( 38 ) yang beralamat di Jl. Bakaru Karang Harapan, Kecamatan Tarakan barat, setelah dibawa oleh temannya dan ditemukan warga, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, namun nyawanya tidak tertolong. Setelah otopsi terhadap jenazah korban, keluarga korban pun langsung membawa pulang jenazahnya kerumah duka.

Kronologis kejadian, pada hari rabu tanggal 09 Agustus 2017 sekitar jam 06.30 wita , Asrul bersama Hadeng berangkat dari tambak Muara Bulungan dengan menggunakan 1 unit speed boat berwarna biru bermesin 40 pk dengan membawa udang sebanyak 1 ton.

Sekitar jam 07.00 wita  saat perjalanan di perairan Muara Bulungan,Kabupaten Bulungan, Hadeng dan Asrul melihat ada 1 unit speed boat berwarna putih les biru bermesin 40 pk  sedang berhenti diperairan Muara Bulungan , kemudian speed boat tersebut lansung mendekati speed boat Hadeng.

“Keempat pelaku menggunakan topeng lansung mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan dan membentak kami sambil berkata  "loncat ....loncat," ungkap Asrul. Diceritakan oleh Asrul, merasa bertanggung jawab Hadeng menyuruhnya untuk bersembunyi dibawah kolong kemudi.

Asrul menjelaskan kepada SuaraKaltara.com bahwa, Hadeng sempat berkata kepada ke-4 perampok tersebut, "ambilah udangnya, jangan ambil speedku," tambahnya. Namun pelaku mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan, setelah itu pelaku menendang barang-barang yang ada diatas speed.


""Loncat, kalau tidak loncat saya tembak," karena pelaku mengancam, saya pun melompat ke laut" ucap Asrul. Selanjutnya Hadeng pun berusaha melarikan diri menggunakan speednya, lalu salah seorang pelaku lansung menembak Hadeng, seketika Hadeng langsung tersungkur dan bersimbah darah. Pelaku yang berjumlah sebanyak 4 orang mengambil udang milik Hadeng yang berjumlah 1 ton lebih. Pelaku juga mengancam Asrul agar tak melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib. "Mereka menyuruh saya terjun kelaut dan mengancam agar tidak melaporkan perbuatan mereka," lanjutnya.

Melihat Hadeng yang berlumuran darah dan sudah tak bergerak, Asrul pun segera melarikan speed milik Hadeng kearah Tarakan dan langsung meminta pertolongan. Akibat kejadian ini satu nyawa melayang dan 1 ton udang milik Hadeng dibawa lari oleh 4 pelaku, ditaksir kerugian yang terjadi berkisar puluhan juta. (KIA)
  

Lagi, Perampok Tambak Memakan Korban

SUARA KALTARA
(Foto:IST)


SUARAKALTARA.com, TARAKAN – Nasib naas kembali dialami oleh seorang petani tambak asal Tarakan, Kalimantan Utara  (Kaltara),ia tewas ditembak oleh pelaku perampokan yang berjumlah empat orang pada Rabu ( 9 / 8 ) kemarin.

Perampokan yang disertai kekerasan dialami oleh Hadeng ( 38 ) yang beralamat di Jl. Bakaru Karang Harapan, Kecamatan Tarakan barat, setelah dibawa oleh temannya dan ditemukan warga, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, namun nyawanya tidak tertolong. Setelah otopsi terhadap jenazah korban, keluarga korban pun langsung membawa pulang jenazahnya kerumah duka.

Kronologis kejadian, pada hari rabu tanggal 09 Agustus 2017 sekitar jam 06.30 wita , Asrul bersama Hadeng berangkat dari tambak Muara Bulungan dengan menggunakan 1 unit speed boat berwarna biru bermesin 40 pk dengan membawa udang sebanyak 1 ton.

Sekitar jam 07.00 wita  saat perjalanan di perairan Muara Bulungan,Kabupaten Bulungan, Hadeng dan Asrul melihat ada 1 unit speed boat berwarna putih les biru bermesin 40 pk  sedang berhenti diperairan Muara Bulungan , kemudian speed boat tersebut lansung mendekati speed boat Hadeng.

“Keempat pelaku menggunakan topeng lansung mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan dan membentak kami sambil berkata  "loncat ....loncat," ungkap Asrul. Diceritakan oleh Asrul, merasa bertanggung jawab Hadeng menyuruhnya untuk bersembunyi dibawah kolong kemudi.

Asrul menjelaskan kepada SuaraKaltara.com bahwa, Hadeng sempat berkata kepada ke-4 perampok tersebut, "ambilah udangnya, jangan ambil speedku," tambahnya. Namun pelaku mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan, setelah itu pelaku menendang barang-barang yang ada diatas speed.


""Loncat, kalau tidak loncat saya tembak," karena pelaku mengancam, saya pun melompat ke laut" ucap Asrul. Selanjutnya Hadeng pun berusaha melarikan diri menggunakan speednya, lalu salah seorang pelaku lansung menembak Hadeng, seketika Hadeng langsung tersungkur dan bersimbah darah. Pelaku yang berjumlah sebanyak 4 orang mengambil udang milik Hadeng yang berjumlah 1 ton lebih. Pelaku juga mengancam Asrul agar tak melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib. "Mereka menyuruh saya terjun kelaut dan mengancam agar tidak melaporkan perbuatan mereka," lanjutnya.

Melihat Hadeng yang berlumuran darah dan sudah tak bergerak, Asrul pun segera melarikan speed milik Hadeng kearah Tarakan dan langsung meminta pertolongan. Akibat kejadian ini satu nyawa melayang dan 1 ton udang milik Hadeng dibawa lari oleh 4 pelaku, ditaksir kerugian yang terjadi berkisar puluhan juta. (KIA)
  

1 comment:

  1. Saya putra daerah provinsi kalimantan utara mengutuk orang2 yg slalu jadi perampok di perairan kaltara. Tapi kami sadar sudah menjadi ciri khas pekerjaan oknum suku tertentu. Bukan saya rasis, tapi itulah kenyataan yg pahit.

    ReplyDelete